
BANGKOK, BeritaManado.com — Prestasi bersejarah ditorehkan atlet tinju Sulawesi Utara pada ajang SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand.
Medali emas yang diraih Vicky Tahumil Junior di kelas 51 kg putra bukan sekadar kemenangan, melainkan mengakhiri penantian 24 tahun emas tinju Sulut di ajang SEA Games.
Terakhir kali emas tinju SEA Games dipersembahkan atlet Sulawesi Utara terjadi pada SEA Games Malaysia 2001, melalui Bonyx Saweho.
Sejak saat itu, Sulut menanti momen emas yang akhirnya terwujud di Bangkok.
Selain emas, Sulawesi Utara juga menyumbangkan dua medali perunggu melalui Israellah Athena Bonita Saweho dan Maria Meisita Manguntu, menegaskan kontribusi nyata daerah ini bagi prestasi Indonesia di level Asia Tenggara.
Ketua PERBATI Sulawesi Utara, Andhika Y. S. Baramuli, menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari proses pembinaan yang terukur dan kerja keras seluruh elemen tim.
“Ini adalah hasil dari disiplin, kerja keras, dan proses pembinaan yang berjalan efektif. Walaupun persiapan hanya sekitar enam bulan, hasilnya sesuai dengan target yang kami tetapkan,” ujar Andhika.
Ia juga menyoroti kemenangan Vicky Tahumil Junior yang diraih melalui pertarungan ketat melawan petinju tuan rumah, di bawah tekanan publik Thailand.
“Bertanding di hadapan tuan rumah tentu tidak mudah. Namun atlet kami mampu menjaga fokus, menunjukkan kualitas teknik, dan mental juara hingga akhir pertandingan,” katanya.

Menurut Andhika, emas SEA Games 2025 memiliki nilai strategis karena menjadi momentum kebangkitan tinju Sulawesi Utara setelah lebih dari dua dekade penantian.
“Prestasi ini bukan hanya soal medali, tetapi momentum kebangkitan. Ini langkah awal menuju target yang lebih besar, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028,” tegasnya.
Tahun 2026 disebut akan menjadi fase krusial pembinaan atlet, diawali dengan Kejuaraan Tinju Asia U-19 dan U-23 pada Juni, yang dilanjutkan Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, pada September.
PERBATI Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pembinaan atlet secara berkelanjutan agar prestasi ini tidak berhenti pada satu momentum, melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju panggung dunia.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk berani bermimpi dan berprestasi melalui olahraga.
(rds)
