
Manado, BeritaManado.com — Pemungutan suara 9 Desember pada Pemilihan Serentak di Sulut berjalan sukses.
Meski ada sejumlah catatan negatif, namun secara umum prosesnya memuaskan.
Dosen Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Ferry Liando mengakui itu.
Menurut Ferry Liando, logistik pemilihan tidak lagi menjadi hambatan dan sebagian besar petugas bekerja sesuai fungsinya.
Namun, kedisiplinan pemilih kata Liando, kedepan harus menjadi perhatian.
Katanya, masih ada warga membawa kamera di dalam TPS padahal tindakan itu dilarang.
Sebagian masyarakat juga tidak ketat menggunakan masker dan berkerumun di sekitar lokasi pemungutan suara.
Dikatakan, permasalahan pada tahapan pencoblosan cenderung penyakit lama yang belum terpecahkan.
Misalnya soal keakuratan data pemilih, ketepatan waktu pencoblosan serta kelalaian sebagian petugas di TPS.
“Makanya ada TPS harus pemungutan suara ulang,” tegas Ferry kepada BeritManado.com, Senin (14/12/2020).
Ia menuturkan, Pilkada 2020 memang tidak dilaksnakan seperti biasanya.
Bimbingan teknis terhadap penyelenggara di tingkat adhoc juga belum maksimal karena ada larangan pertemuan banyak orang.
Alhasil, kata Ferry, minimnya pemahaman ini menyebabkan kelalaian.
Terlebih, tidak semua pemilih mengetahui larangan-larangan.
Misalnya menggunakan hak pilih orang lain saat pencoblosan.
Ada juga masyarakat yang tidak berhak memilih tapi diberikan kesempatan mencoblos.
Terlepas dari itu, hal mengagetkan adalah tingginya partispasi pemilih.
Kata Liando, ini mungkin terjadi karena masifnya KPU dan Bawalsu melakukan sosialisasi.
