KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu, bekerjasama dengan komunitas Mobois (mobaca bo momais), RAM Community, dan media cetak radar manado mengadakan Peluncuran Novel karya penulis asli totabuan Anwar Syukur, pada hari ini Sabtu (03/12) bertempat di Aula Kantor Walikota Kotamobagu, pukul 09.00 Wita.
Dalam acara yang bertemakan “Menulis dan Berkarya Untuk Bolmong” tersebut, dihadiri oleh Ketua RAM Community sekaligus Anggota Deprov Sulut Raski Ashari Mokodompit SH, Ketua Komisi I DPRD KK Jusran Mokolanut Sag Msi, Perwakilan Dinas Infokom Kotamobagu, Sekretaris Dinas Dikpora Syahrir Lentang, Kabag Humas Moh. Agung Adati, serta perwakilan Radar Manado Gusman Laeta, turut juga ikut serta sejumlah siswa se-kotamobagu beserta para guru yang mewakili sekolah.
Dalam acara tersebut, diluncurkan lima buah novel diantaranya berjudul Relasi Hitam Sang Aktivis, Zaman Belenggu, Lain Kudapat, Pengorbanan Sang Petani, Jatuhnya Sang Bintang, dan dilanjutkan dengan Diskusi dan Tanya jawab antara narasumber dan peserta yang hadir.
“Penggambaran realitas masyarakat Bolmong tersaji dalam novel ini” ujar Anwar sang penulis. Lanjut dia, “Saya punya impian untuk mempromosikan novel – novel ini menembus nasional, diharapkan tidak hanya di Bolmong saja” tuturnya.
Anwar juga memotivasi para siswa dan pelajar Kotamobagu yang hobi menulis untuk terus mengembangkan kemampuan mereka, dan tidak pernah bosan. “Menulis bisa dimulai dari tulisan kecil, status di facebook atau twitter pun termasuk tulisan, apalagi kebanyakan berisikan curhatan. Nah, dari situ kita bisa terus mengembangkan potensi, dari tulisan pendek lama kelamaan bisa jadi sebuah karya buku maupun novel” tukas anwar.
Raski Mokodompit yang didaulat sebagai Narasumber mengaku kagum dengan kemampuan penulis “pertama saya baca rasanya biasa saja, namun lama kelamaan saya semakin terbawa suasana dan alur cerita yang digambarkan oleh penulis” ujarnya. Ia juga mengaku memberikan apresiasi tinggi terhadap karya novel tersebut dan merespon niat penulis untuk mempublikasikan karya – karyanya untuk menembus nasional.
Raski juga mengajak kepada para siswa generasi muda yang punya hobi menulis untuk mengembangkan kemampuan mereka. “Banyak kasus yang terjadi saat ini, dimana remaja terlibat pergaulan bebas akibatnya terjerat narkoba dan lain – lain, daripada melakukan hal yang tidak baik, saya himbau adik – adik siswa untuk mengisi waktu senggang dengan kegiatan positif seperti menulis” katanya.
Acara diakhiri dengan pembagian souvenir berupa novel oleh Raski Mokodompit dan Penulis Anwar Syukur, kepada para guru dan delapan orang siswa yang beruntung karena mendapatkan kupon kejutan yang ditempel panitia di bawah kursi. (zumi)

