
Plt. Asisten ll Setda Kota Bitung, John Michael Toar Sondakh, S.Sos., MAP, pimpin sidak ke sejumlah pangkalan LPG 3 Kg, dan kios.
Penulis: Syarif Umar l Bitung
Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait tingginya harga gas subsidi di pasaran. Plt Asisten II Setda Kota Bitung, John Michael Toar Sondakh, S.Sos., MAP, didampingi Kadis Perdagangan Drs. Robert R. Wongkar, MAP, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 Kg, dan kios, guna memastikan distribusi berjalan sesuai aturan.
Dalam sidak tersebut, tim menyasar beberapa titik distribusi untuk mengecek langsung ketersediaan stok serta harga jual kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap penyaluran LPG bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Jhon Michael Toar Sondakh menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir adanya praktik penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Ia mengingatkan para agen dan pangkalan untuk mematuhi regulasi yang berlaku demi menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat kecil sebagai penerima manfaat utama subsidi.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan haknya dengan harga yang sesuai. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ada sanksi tegas sesuai ketentuan,” tegasnya di sela-sela kegiatan sidak.
Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa sidak yang kami lakukan bersama Dinas Perdagangan, dan Pertamina, Satpol PP tersebut, untuk memastikan LPG subsidi tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami melakukan sidak di sejumlah titik agen di Kota Bitung, untuk melihat langsung rantai distribusi, mulai dari agen ke pangkalan hingga ke masyarakat. Hal Ini penting agar LPG 3 kg benar-benar di terima langsung oleh warga yang berhak, mendapatkannya,” kata Michael Sondakh.
Ia juga menyampaikan bahwa, saat ini tim menyasar di sejumlah titik agen LPG 3 Kg yang ada di Kecamatan Maesa dan Aertembaga,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Kadis Perdagangan Kota Bitung, Robert R. Wongkar, mengatakan bahwa sidak yang kami lakukan bersama pihak Pertamina, dan bagian perekonomian, Satpol PP Kota Bitung, terkait adanya keluhan warga,”Jadi, Kami Fokus di dua titik wilayah kecamatan Maesa dan Aertembaga,” ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa, selain pangkalan, Kami juga menyasar ke warung dan tempat usaha yang diduga menggunakan LPG 3 Kg subsidi tidak sesuai peruntukannya,” ujarnya Robert Wongkar.
Pada saat melakukan sidak di sejumlah titik, tim menemukan adanya warung yang menjual LPG 3 kg di atas HET, yakni berkisar antara Rp20.000 hingga Rp24.000 per tabung. Padahal, harga di tingkat pangkalan ditetapkan sekitar Rp18.000.
“Saat ini, Stok LPG 3 Kg masih dikatakan aman, artinya kebutuhan warga masih bisa terpenuhi. Namun, pengawasan akan kami lakukan agar tidak terjadi penyimpangan harga maupun distribusi,” pungkasnya.
