Berita Utama

Pemindahan Waruga Lecehkan Sumpah Leluhur

Taman Waruga Desa Sendangan Kecamatan Tompaso
Taman Waruga Desa Sendangan Kecamatan Tompaso

Langowan – Pemindahan waruga dari tempat aslinya ke tempat seperti yang kita bisa lihat sekarang ini dalam sebuah taman di satu sisi bisa dibilang bagus. Namun tahukah kita bahwa hal itu merupakan bentuk pelecehan terhadap sumpah leluhur sebelum mereka meninggal? Berikut penuturan juru kunci Waruga Toar Lumimuut Marthen Sumual.

Dijelaskan Sumual, sebelum para leluhur meninggal mereka mengucapkan sumpah. Isi sumpah itu sederhana saja, bahwa kematian mereka dideklarasikan di suatu tempat sesuai dengan keinginan para leluhur itu sendiri. Sumpah itu diperkuat dengan ditancapkannya tawaang di sekitar waruga. Di tempat itulah seorang leluhur hidup sambil menunggu ajal menjemputnya.

Jadi mari kita simpulkan bersama, jika ada orang yang melakukan upaya pemindahan waruga dengan alasan yang dibuat – buat, itu berarti orang tersebut sudah tidak lagi menghormati sumpah para leluhur. Jika diperlukan penelusuran lebih lanjut terhadap terhadap hal ini, saya harp pemerintah bisa melakukannya dengan arif dan bijaksana – Marthen Sumual

(Frangki Wullur)

3 tanggapan untuk “Pemindahan Waruga Lecehkan Sumpah Leluhur”

  1. HAL HAL SEPERTI INI HARUS MENJADI PERHATIAN PEMANGKU KEPENTINGAN DI SULUT…JANGAN KITA GANGGU ADAT DENGAN KEPENTINGAN LAIN……!!!!

  2. itu noh pemerintah masa kini. Pemprov/Pemda/Pemkot dorang cuma mau RUBAH itu sejarah, spy dorabg yg dikenang salalu kong sejarah masa lalu terlupakan.
    Kalo dorang sampe kase pindah itu waruga2 atau obyek sejarah SULUT, berarti so tiba saatnya itu masyarakat SULUT ber-REVOLUSI!!!!!
    bagimana tamang2?????

  3. sebenarnya hanya di rawat waruga tersebu di mana tempat ASLINYA karena sudah tidak menarik lagi apakan hanya buat wisatawan touris,?

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara