
Manado, BeritaManado.com — Pertemuan Raya Pimpinan Komisi Pria Kaum Bapak (PKB) Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa ( PP KGPM) akan digelar Jumat (3/9/2021) besok di Hotel Aston Manado.
Salah satu agenda yang akan dilaksanakan yaitu Pemilihan Pimpinan Komisi PKB PP KGPM yang kabarnya akan menampilkan tiga kandidat ketua.
Dari informasi yang dihimpun BeritaManado, Kamis (2/9/2021) malam, ketiga nama kandidat yang dimaksud adalah Pnt. Stefen Supit, Pnt. Dicky Masengi dan Pnt. Robbinhood Ratuntiga.
Sesuai dengan Surat Komisi Pria Kaum Bapak Pucuk Pimpinan KGPM Nomor 34/05/8/PKB-PP/2021, waktu pelaksanaan direncanakan pukul 08.00 WITA – 18.00 WITA.
Menurut Pimpinan PKB PP KGPM Pnt. Dicky Masengi, bahwa Pimpinan Komisi PKB setiap sidang mengutus maksimal 2 orang peserta.
“Setiap utusan harus dilengka[pi dengan Surat Mandat dari Sidang masing-masing. Selain itu selama jalannya acara, seluruh aktiivitas berada dalam kerangka penerapan Protokol Kesehatan COVID-19,” ungkap Masengi.
Sementara itu, kandidat lainnya Pnt. Stefen Supit mengjarapkan bahwa rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan lancar serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ini adalah dinamika yang harus dilalui, namun tidak boleh keluar dari bingkai ajaran gereja tentunya. Dengan demikian, hasil yang diperoleh nanti tetap menjunjung tinggi sportivitas serta persatuan dan kesatuan,” tutur Pnt. Strefen Supit.
Pada bagian lain, Sekretaris Panitia Pemilihan Pnt. Tenni Assa kepada BeritaManado.com menjelaskan bahwa Pertemuan Raya tersebut akan memilih Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
“Nantinya ketua, sekretaris dan bendahara terpilih bersama Pucuk Pimpinan KGPM akan menjadi formatur untuk melengkapi kepengurusan. Untuk setiap kandidat yang berhak ikut dalam pemilihan minimal harus didukung oleh 23 sidang jemaat,” tandas Pnt. Tenni Assa.
Sementara untuk posisi calon bendahara, nama Pnt. Dicky Ratuwalangon muncul sebagai kandidat kuat dalam hajatan tersebut, dimana dirinya mendapatkan dukungan langsung maupun dari media sosial.
“Bagi saya jabatan pelayanan di lingkungan gereja adalah sebuah pengabdian yang harus terus dipupuk dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Saya berharap jalannya agenda besok dapat berlangsung sesaui mekanisme yang sudah diatur dan apapun hasilnya, itu semua demi kemuliaan nama Tuhan,” ungkapnya.
(Frangki Wullur)
