
Manado – Sudah tradisi di setiap awal Desember tokoh yang baik hati bernama Santa Claus mengunjungi anak-anak. Tradisi ini sudah dilakukan umat Kristiani sejak ratusan tahun lalu. Namun sangat disayangkan belakangan ini tradisi mulia yang diawali dari negara Spanyol ini mulai dibelokkan. Terutama ketika konvoi kendaraan Santa Claus yang digagas anak muda justru sering menimbulkan ketidaknyamanan.
Pantauan BeritaManado.com pada beberapa hari terakhir terhitung sejak 1 Desember hingga hari ini, banyak konvoi kendaraan Santa Claus justru sering menimbulkan masalah di jalan raya. Di kawasan Megamas, Sabtu (8/12) malam ini, puluhan konvoi kendaraan Santa Claus sempat ‘mengacaukan” lokasi ini. Sound system dengan suara nyaring diiringi lagu-lagu disco sempat membuat ketidaknyamanan warga. Aksi ini bahkan hingga sekitar pukul 22.00 WITA.
“Mestinya selesai acara Santa Claus mereka langsung pulang. Bagaimana mereka bisa memberi contoh yang baik seperti figus Santa Claus kalau kelakuan mereka seperti ini,” cetus Meiske Limper, warga Karombasan sambil menyaksikan tingkah aneh ratusan anak muda rombongan Santa Claus yang menari-nari bahkan tak sedikit pula yang berteriak (bakuku, red).
Pemerhati masyarakat Steven Wowiling mengungkapkan bahwa sudah saatnya pemerintah melakukan evaluasi terkait aktifitas kegiatan Santa Claus dengan iring-iringan kendaraan. Selain sering mengganggu lalulintas karena sebagian anggota rombongan yang tidak mematuhi aturan seperti pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helem, juga penampilan rombongan Santa Claus yang tidak pantas, misalnya merokok disaksikan banyak orang terutama anak-anak.
“Banyak anggota rombongan yang merokok, padahal figur Santa Claus harus menjadi contoh yang baik. Belum lagi faktor keselamatan di jalan raya. Yang paling merisaukan aksi mereka usai kegiatan, biasanya mereka konvoi di jalan raya atau di pusat-pusat keramaian dengan dentuman musik. Sehingga saya pikir saatnya pemerintah mengevaluasi dan menghentikan kegiatan Santa Claus menggunakan kendaraan,” tukas Wowiling. (Jerry)

.. rombongan2 santa claus modern ini lebih banyak mengganggunya..,
tidak peka dengan lingkungan.., lewat depan RS Adven Teling dengan hingar bingar audio, knalpot racing, teriakan bahkan memasang petasan..
sampe2 pasien tidak bisa istirahat bahkan pasien anak2 menangis sepanjang hari..
Pemerintah/Polisi harus bertindak tegas seperti waktu lalu..
cape deh ….
kalu boleh tetap di pertahankan karena so jadi salah satu ikon kota manado,,,,cuma katu kalu mau tertib pihak kepolisian harus bertindak tegas,,,kalu salah langsung di tindak,,,,iyo to pa polisi…
@SPG : hehe… Mar kalo boleh, gaul tetep deng etika kwa, supaya sama2 nda dirugikan. Oi toh? Selamat menyambut Natal ne.. GBUs
Gaul kwa ngoni
Sebenarnya intinya disini adalah setiap kegiatan harus ada aturan dan ketentuannya, serta tidak melanggar nilai2 kesopanan dan kepatutan.
Apale di jalan raya rupa manado yang kacili kong panjang ruas jalan yg nda memadai.
Entah itu iring2an santa claus dari mana kek, iring2an malam takbiran, atau iring2an pejabat menggunakan vanguard/voorijder bahkan iring2an kampanye apabila itu sudah melanggar norma2 dan meresahkan harus di tertibkan!.
Salam,
Sam
ini baru bilang ST.Claus paling SpaNn .
mantap
Kegiatan ini positif, seharusnya diarahkan yg benar, dan ijin polisinya harus selektif. Nda perlu ba suara se ‘stop’ jo ini kegiatan. Kalo aparat perlu bertindak tegas, tegaslah sesuai hukum dan aturan. Kasian bagi yg benar2 menjalankan kegiatan ini secara positif… GB Manado…
MAsalah ini dri tahun ke tahun menjadi keprihatinan, tetapi mengapa para pemuka agama tidak mengambil tindakan? padahal setahu saya dari tahun ke tahun selalu menjadi masalah, padahal waktu zaman Kapolda siapa itu saya lupa, iring2an sinterklas udah dilarang.
Para pemuka agama jangan cuma sibuk di politik, lia akang kasana tu anak2 muda skarang.
Ini juga menjadi PR buat ormas2 kepemudaan, seperti KNPI dan GMKI
Sayang perayaan Natal dinodai aksi seperti ini. Santa Claus juga bukan sentral dari perayaan Natal tapi malah terus diekpos dan dieksplore sedemikian rupa di Manado. Makna Natal yang sesungguhnya makin jauh dan malah berubah jadi nggak karu-karuan. Prihatin.com
bodoh
Pelaksanaan kegiatan St. Claus saat ini sdh mengalami pergeseran makna… Yg muncul sekarang terkesan menakutkan, menampilkan ego dan sombong, hura-hura, ajang pelanggaran lalu lintas, dan sifat2 negatif lainnya…
Padahal ajang ini diharapkan dapat memancarkan kasih, kerendahan hati, kedamaian, dan cinta thdp keluarga yg diajarkan kpd anak2… Hal ini seiring dlm memaknai Natal sbg hari kelahiran juruselamat…
Sebenarnya ini adalah tantangan terhadap gereja dan pemerintah (kepolisian).. Bagi gereja, hal ini harus diarahkan karena yg melaksanakan adalah warga gereja. Pemahaman yg tepat akan memberikan implementasi yg tepat pula.. Bagi Polri, fungsi pengendalian ketertiban lewat izin berkegiatan harus menjadi alat kontrol yg terukur.. Beban lalulintas sdh terlalu Tinggi di Sulut…
Saran : alangkah baiknya bila kegiatan ini hanya berlangsung di satu titik saja (mis: gereja ato t4 pertemuan umum) dan org tua yg membawa anak2 ke t4 tsb.. Kemudian nilai2 kekristenan dimasukan dlm kegiatan tsb sbg pembelajaran bagi anak2 Kristen..
Sebenarnya St.Claus bukanlah kegiatan yg alkitabiah, namun menanamkan sifat2 primordial Iman Kristen (buah2 Roh) adalah yg paling utama bagi perkembangan Iman anak2 kita…
bunuh santa claus dari kebudayaan kita..!!!
.
…..NGONI LEI KWA SO TAU SANTA KLAUS SO SAMA DENG SETANG..
ADA UNDANG-UNDANG DATANG DI RUMAH…. :(
.
…
….
betul-betul……. terus santa terkesan seram dengan adanya figur2 SCREEM,
bukan terlihat menarik untuk anak2, ini namanya “SANTAN” CLAUS, bukan SANTA CLAUS…
coba di tata lebih menarik dan kreatif… seperti mobilnya di hiasa dan bertema untuk anak2. inggat moment ini untuk di konsumsi untuk anak2!!!
Betul sekali. Bahkan konvoi bisa berlangsung sampai di atas pkl.22.00 pd saat banyak orang sudah istirahat. St. Claus yg beristirahat lalu merokok seenaknya ditonton oleh anak2 yg terkejut kecewa krn melihat tindakan tak pantas dari tokoh panutan mereka…
Ada baiknya konvoi St. Claus mulai tahun depan jg hrs minta ijin kpd kepolisian setempat shg bisa lebih tertib.
Yang lebih memprihatinkan, bagaimana dengan uang yang mereka kumpulkan dari masyarakat (yang membayar Sinterklas). Jangan2 dipakai untuk hura2 dan mabuk2an.
u know?christmast is not about santa claus, but about the Son of God Jesus Christ.
saya harap tahun depan pelaksanaan santa claus mobile harus tertib dan teratur. saat ini pelaksaan santa claus mobile sudah jauh dari sikap kerohanian dan moral. hampir semua iring-iringan santa claus ugal-ugalan, tidak menaati peraturan berlalu lintas, membuat kebisingan dengan lagu2 disco dan juga sering mengintimidasi pengguna jalan yang lain. saya harap pihak Polda dan Pemkot bisa lebih ketat dan selektif dalam mengeluarkan ijin santa claus mobile. misalkan jumlah rombongan santa claus maksimal 5 mobil dan 5 motor. mobil minibus tidak bisa dibuka pintu bagasi pada saat berjalan.
Kampungan banget!!
sekarang yang ada Rombongan Santa Claus yang mabo2 … dgn ribut2