Kotamobagu – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Kota Kotamobagu memang turut disebabkan faktor alam, dimana salah satu akses yaitu jembatan di Desa Matani Minahasa Selatan mengalami kerusakan. Namun Pemkot Kotamobagu sebaiknya mengeluarkan ultimatum kepada pengelolah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang bertindak ‘nakal’.
Surahman Thohir mewakili aktivis 98 turut angkat bicara soal hal tersebut. Menurutnya, pemerintah seperti kurang responsif dalam mengambil langkah mengatasi kelangkaan BBM.
“Harusnya pemerintah memberi instruksi instansi terkait koordinasi dan pengamanan di SPBU. Disamping itu bisa juga dilakukan kebijakan yang tidak merugikan banyak orang. Boleh juga dilakukan pencatatan plat nomor kendaraan. Tujuannya untuk mengatur setiap kendaraan hanya bisa mengisi BBM satu kali dalam sehari. Hal tersebut pernah dilakukan Pemkot Gorontalo,” ungkap Surahman. (harismongilong)
