MANADO – Pembangunan Rumah-Sakit Universitas Sam Ratulangi yang diperkirakan akan menjadi rumah sakit termewah di Sulawesi Utara, kembali menuai sorotan dari para pakar perencanaan pembangunan. Sorotan datang dari dalam kampus Unsrat sendiri yang menyebut pembangunan tersebut tanpa kajian yang jelas.
“Sangat lucu ketika institusi akademik dalam melakukan atau mengambil kebijakan tanpa sebuah kajian akademik,” ujar Prof. Dr Lucky Sondakh MSc, yang notabene mantan Rektor Unsrat, Rabu (15/6).
Menurut doktor perencanaan pembangunan proyek ini, pembangunan rumah-sakit Unsrat tidak mempertimbangkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta kajian secara akademik.
Lanjutnya, pembangunan sebuah fasilitas hendaknya tidak hanya mempertimbangkan syarat administrasi dan modal, tapi juga unsur lain termasuk lingkungan sekitar apakah layak atau tidak. (ng)
