Menurutnya, kehaduran QRISTap di pelabuhan akan memperluas akses transaksi non-tunai yang lebih efisien.
“Bank Indonesia bersama perbankan dan stakeholder terus mendorong percepatan digitalisasi, khususnya di sektor transportasi,” kata Ircham.
Namun ia mengingatkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai masih tinggi, sehingga layanan konvensional tetap harus diimbangi.
“Kami mendukung pengembangan sistem pembayaran digital, tetapi pelayanan untuk transaksi tunai juga wajib optimal,” ujarnya.
Peluncuran QRISTap di Pelabuhan Manado diharapkan menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan literasi keuangan, memperluas penggunaan transaksi non-tunai, sekaligus mempercepat modernisasi layanan pelabuhan di Sulawesi Utara.
“Harapannya, fasilitas ini dapat memperkuat transformasi digital di sektor transportasi laut dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tutup Ircham.
(srisurya)
