
Manado, BeritaManado.com – Transformasi digital di Pelabuhan Manado memasuki babak baru dengan diresmikannya penggunaan QRISTap sebagai metode pembayaran modern di kawasan pelabuhan.
Inovasi ini diluncurkan pada Selasa (10/12/2025) oleh BRI Regional Office 16 Manado bersama Pelindo IV Region 4 dan Bank Indonesia Sulawesi Utara.
Pelabuhan Manado menjadi salah satu titik prioritas pengembangan layanan maritim berbasis digital, mengingat perannya sebagai pusat mobilitas antarpulau di Sulawesi Utara.
General Manager Pelindo IV Manado, Nurlayla Arbie, menyatakan bahwa penerapan QRISTap di Pelabuhan Manado merupakan momentum penting dalam mempercepat digitalisasi sektor transportasi laut.
Ia mengungkapkan bahwa Manado kini ditunjuk sebagai proyek percontohan untuk implementasi QRISTap di lingkungan Pelindo Group.
“Implementasi QRISTap di Pelabuhan Manado mulai menunjukkan respons positif dari masyarakat. Adopsinya memang bertahap, tetapi grafik peningkatannya cukup baik, dari sekitar 1 persen menjadi 2 hingga 3 persen dalam beberapa minggu terakhir,” ujar Nurlayla.
Menurutnya, seluruh perangkat dan sistem pendukung kini telah siap beroperasi sehingga proses transaksi dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan nyaman.
“Kami berharap QRISTap semakin mempersingkat proses pembayaran, mengurangi antrean, dan meningkatkan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan,” tambahnya.
CEO BRI RO 16 Manado, Elizabeth Primasari, menjelaskan bahwa kehadiran QRISTap di Pelabuhan Manado merupakan bentuk dukungan BRI terhadap modernisasi sistem layanan pelabuhan.
Dengan jaringan luas hingga pelosok, BRI melihat pelabuhan sebagai pusat aktivitas ekonomi yang sangat bergantung pada efisiensi transaksi.
“BRI harus hadir dan memberi makna, terutama di wilayah yang banyak mengandalkan transportasi laut. Karena itu, kami mendukung diferensiasi layanan Pelindo IV melalui penerapan QRISTap,” jelas Elizabeth.
BRI menyiapkan BRImo sebagai kanal utama pembayaran digital. Hingga kini jumlah pengguna BRImo di Sulawesi Utara mencapai 1,6 juta pengguna, dengan penambahan rata-rata 222 ribu pengguna setiap tahun. Penerimaan BRImo di wilayah desa juga terus meningkat.
“Faktanya, masyarakat desa sangat adaptif. BRImo mudah digunakan dan diterima luas,” tambahnya.
BRI juga mencatat 198 ribu merchant BRImo aktif di Sulut, tertinggi di antara bank lain, dengan pertumbuhan sekitar 21 ribu merchant per tahun.
Dengan teknologi tap to pay menggunakan kartu atau smartphone, QRISTap dinilai sangat relevan untuk pelabuhan yang membutuhkan kecepatan layanan dan pengurangan antrean.
BRI juga menyediakan empat kali settlement per hari agar dana cepat masuk ke rekening pedagang maupun penyedia jasa.
“Tidak ada lagi kendala menerima pembayaran digital. Dananya langsung masuk dengan cepat dan transparan,” tegas Elizabeth.
Kepala Tim SP-PUR BI Sulut, Ircham Andrianto Taufik, menegaskan dukungan Bank Indonesia terhadap penguatan ekosistem pembayaran digital di Pelabuhan Manado.
