Salah persepsi soal PayLater, risiko gagal bayar, hingga pencatatan negatif di SLIK adalah dampak serius yang perlu diantisipasi akibat rendahnya literasi masyarakat.
“Kehadiran PayLater harus diiringi dengan sikap bijak dalam menggunakan layanan teknologi finansial ini, agar tidak merugikan diri sendiri. Karena itu, edukasi terkait dengan “pinjam dengan bijak” bukan sekadar pelengkap, namun menjadi kewajiban agar pertumbuhan ini sehat dan inklusif,” kata Nailul.
Masyarakat Manado Manfaatkan PayLater sebagai Metode Pembayaran Sehari-Hari
Seiring dengan pertumbuhan PayLater yang semakin merata di kota-kota tier 2 dan 3, Manado menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan yang menjanjikan.
Tercatat, jumlah pengguna Kredivo di Manado pada 2024 meningkat 74,77 persen dibanding pada 2022, dengan lonjakan jumlah transaksi sebesar 96,43 persen di periode yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Manado semakin familiar dan nyaman menggunakan layanan PayLater.
Lebih dari itu, PayLater kini juga telah menjadi bagian dari metode pembayaran harian masyarakat Manado.
Kredivo mengungkap bahwa pengguna yang memilih tenor 1 bulan dengan fasilitas bunga 0 persen pada 2024 meningkat signifikan, naik 98 persen dibanding 2022.
Hal ini menjadi indikator bahwa pengguna makin bijak dalam mengelola cash flow, memilih te pendek untuk belanja sehari-hari tanpa menimbulkan beban keuangan jangka panjang.
Pilihan ini sejalan dengan strategi Kredivo dalam memberikan limit kredit secara bertanggung jawab dan proporsional.
“Peningkatan signifikan pada jumlah transaksi, pengguna, dan preferensi tenor 30 hari menunjukkan bahwa PayLater di Manado tidak hanya tumbuh secara ekspansif, tetapi juga sehat. Kami juga melihat bahwa PayLater semakin dipersepsikan sebagai solusi pembayaran harian yang membantu memenuhi kebutuhan tanpa membebani cash flow. Melalui ekspansi ini, kami harap dapat mendorong pemahaman yang lebih baik soal manfaat dan risiko PayLater, sekaligus memperluas akses PayLater bagi masyarakat Manado untuk memenuhi berbagai kebutuhan secara bijak,” imbuh Indina.
Sejalan dengan hal tersebut, Kredivo terus memperluas layanan di kota-kota premium, termasuk di Manado, dengan menyediakan limit hingga Rp50 juta dan tenor cicilan hingga 24 bulan.
Ekspansi ini juga diperkuat lewat kemitraan dengan merchant offline lokal dan kampanye edukasi serta pemasaran yang relevan, termasuk dengan menggandeng figur publik seperti Andre Taulany untuk menjangkau masyarakat secara luas dan inklusif.
“Adopsi PayLater di daerah bukan hanya soal akses kredit yang lebih mudah, tapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi lokal. Ketika layanan ini dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif atau pengeluaran harian rumah tangga, efeknya bisa sangat terasa di tingkat daerah. Pelaku usaha bisa mendapatkan permintaan lebih baik ketika masyarakat di daerah tersebut mempunyai daya beli yang terjaga. Perekonomian di satu daerah bisa lebih cepat berputar ketika permodalan ataupun pembiayaan berada di jalur yang tepat. Namun agar manfaatnya merata, literasi terkait dengan finansial dan teknologi, serta perlindungan konsumen di daerah juga harus jadi prioritas,” tutup Huda.
(***/srisurya)
