Berita Utama

Paruntu: Rektor Jangan Kekanak-Kanakan

Paruntu: Rektor Jangan Kekanak-Kanakan
Anggota DPRD Sulut, Mantan Rektor Unsrat, Prof Dr Jopie Paruntu (foto beritamanado)

MANADO – Konflik sejumlah Guru Besar dibawah pimpinan Prof Lucky Sondakh dengan Rektor Unsrat Prof Donald Rumokoy terkait kualitas Akademik Universitas tebesar di Sulut ini mendapat tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut.

“Rektor Unsrat jangan kekanak-kanakan, seharusnya sebagai pemimpin perlu lebih bijak menghadapi situasi tersebut, para guru besar sudah seharusnya diajak bicara untuk membangun Unsrat bukan malahnya berkonflik,” ujar Ketua Komisi IV, Jopie Paruntu. Rabu (07/09) pagi tadi. (is)

18 tanggapan untuk “Paruntu: Rektor Jangan Kekanak-Kanakan”

  1. Mmg diperlukan dinamika utk mnj sebuah organisasi yg kuat, dewasa dan prima spy bisa tiba pd yg namanya “excellent university” di atas.. Saran for pak Rektor : kase krg sadiki neh tu ego, samua demi kemajuan dan kebesaran UNSRAT yg kita cintai bersama. Biasa kwa itu, matuari2 :)

  2. Polemik di UNSRAT muncul karena adanya keesenjangan internal dan Penyelewengan Hukum di UNSRAT. kalimat diplomatis Prof Lucky yang mngatakan bahwa Sebagai seorang DOktor HUkum (bahkan Prof) harusnya Rektor Prof Donal bisa bertindak lebih baik dan lebih Cerdas dari pada sekarang. Maka dari itu Prof Paruntu katakan bahwa Prof Donal itu kekanak – kanakan.

    @Fabian; Menurut pendapat saya pribadi, kasus yang muncul di public karena hal tsb sudah tidak bisa di tangani secara internal. bisa saja banyak ketidakpercayaan internal civitas akademika UNSRAT terhadap penegakan aturan di Internal UNSRAT.

    Doa kami utk UNSRAT
    Salam,
    Sam

  3. Trima kasih. Saya siaap.Juga siap bikin makalah. Perlu belajar daro Barack Obama. Peringatan 11 Sept dihadiri oleh George Bush dan Bill Clinton…..Saya tau juga saya banyak kekurangan sebagai Rektor 2003-2008. Yes..no body is perfect. ….Tapi…pasti ada juga hal 2 positif yang bisa di sharing ke Rektor sekarang. Pandangan yang besumber dari “kebebasan akademi dan mimbar akademi” dan tentu terutama kecintaan terhadap Unsrat untuk lebih maju….Ayo Barol…saya tunggui undangan untuk gagasan anda kan?. Syalom. Tuhan memberkati Pak Rektor, Pak Paruntu dan Torang Samua. Viva Unsrat. GBU all.

  4. betul itu mner fabian, betul sekali. ini beritamanado.com kwa cari sensasi terus soal unsrat. muat yang negatif terus serta yang positif nda pernah muat. contohnya, unsrat so buka tiga program doktor sampe detik sekarang nda pernah muat. apalagi tuh prodi2 yang so dapa akreditas A lei nda pernah muat..
    berimbang kwa bos2. hahaha..

  5. Sebaiknya permaslahan Unsrat diselesaikan secara intern lewat badan normatif yg ada, baik buruk Unsrat adalah almamater kita. Sebagai salah satu anggota senat universitas yg cukup vokal saya juga beberapa kali menyampaikan kritik membangun tetapi melalui saluran formal yakni rapat senat universitas. Prof Paruntu dan Prof Sondakh keduanya adalah mantan Rektor mereka sangat paham mekanisme penyelesaian jika ada hal-hal yg kurang dalam setiap kepemimpinan. Mari kita membangun Unsrat dengan ide2 yg konstruktif sesuai keahlian dan kapsitas kita masing2 dengan menggunakan mekanisme yg sesuai dgn norma2 etika kampus.

  6. Ruang komunikasi musti dibuka antara ketiga mantan Rektor tersebut, karena kami yang mengalami masa kepemimpinan ketiga rektor tersebut harus akui, masing-masing memiliki nilai plus dan kelebihan. Harus diakui atmosfir yang tercipta agak kurang kondusif sejak para pendukung ketiga Prof ini maunya menang-menangan. Padahal secara pribadi dari ketiga Prof ini mempunyai yang hubungan yang baik. Malah Prof. Lucky masih ada hubungan family dengan Prof. Donald. Perlu ada ruang berkomunikasi antara ketiga Profesor Unsrat yang terbaik ini, untuk menuju Unsrat yang lebih baik. Kami usul ada seminar terbuka untuk kemajuan Unsrat dengan pemateri ketiga Prof tersebut, dan Berita Manado kami usul jadi sponsor. Sebab kalu dalam forum Rapat Senat, atau Rapat2 Unsrat pasti suasana yang ingin dicapai tidak terkondisi, Teman-teman Unsrat maupun luar Unsrat dapat menjadi peserta terutama yang sering merespon berita-berita manado. Demikian dulu usulan

  7. @Aceng: klo mw mengeluh bagitu ngana salah alamat. bukan pa Gub, tapi ngana musti mengeluh pa ketua DPD Demokrat Sulut

  8. Mudah-mudahan, kedepan rektor bisa lebih baik, jangan seperti sekarang yang banyak masalah dan kasus………..

  9. …KALO BAGINI BARU BILANG BAGUS…!

    ..SESAMA ORANG UNSRAT NYANDA APA…SKALI-SKALI BAKU SIKAT…

    …INI SAMUA TANTU UNTUK KEMAJUAN UNSRAT ITU SENDIRI…!

  10. cuma buat diteruskan buat Prof Dr Lucky Sondakh dan Prof Ir Joppi Paruntu (anggota DPRD SULUT), kalo membaca ini, mungkin bisa membantu stou, soal kasus di bawah ini ditulis oleh nama Theo jo:

    Pak gub cuma suka ba top trus dank, nda tau apa dpe manfaat klo hanya sesaat bagitu.. Harusnya pak gub pikirkan bgm playanan ksehatan sampai ke desa2. Contohnya 2 minggu lalu anak sya tercebur di kolam ikan milik Triple M (sek partai demokrat sulut) di desa Kolongan Kec. Kombi, untuk melakukan pertolongan harus di bawa ke RS dan RS terdekat adalah RS Sam Ratulangi Tondano, smentara jarak dri desa kolongan kec. Kombi ke Tondano cukup memakan waktu, dan akhirnya sampai di RS pun anak sya sdah tidak tertolong lagi, krn minimnya fasilitas ksehatan yg ada di Rs tsb. Smtra di desa kolongan sendiri kolam ikan milik petinggi demokrat trsebut, berada di skitar pemukiman warga, namun tidak ada pngaman sama skali, tidak di pagari, anak saya sudah menjadi korban meninggal yg ke 2, sblumnya sdah 3 anak yg trcebur namun 1 mninggal. Sampai dengan saat ini tidak ada perhatian sma skali dri pihak pemilik kolam (MMM) untuk mengamankan kolam ikannya tersebut, karena kolam itu lmayan besar.
    Kepada berita manado.com kalo punya kesempatan tolong pernyataan saya di sampaikan kepada Bpk. MMM (Sekertaris Partai Demokrat Propinsi Sulawesi Utara) karena penyampaian saya melalui FB nya beliau tidak di tanggapi, dan beliau juga berdomisili di Kota Tomohon bkan di desa Kolongan Kec. Kombi yg merupakan kampung halamannya.

  11. kapa, kalo ngana yang jadi Rektor mo lebe bagus so?? sedang jadi kepsek TK blum tantu ngana mo ta bagus. lebe bae jadi dekan dulu daripada jadi kepsek TK. hhahaha

  12. Warning Prof Paruntu yang adalah Mantan Rektor dan dalam kapasitas beliau selaku pembawa aspirasi rakyat di DPRD perlu direspons positif. Warning beliau sebagai Anggota DPRD mencerminkan aspirasi dan kehendak rakyat agar supaya Unsrat lebih maju. Warning itu harus dilihat sebagai refleksi tingginya kepedulian dan kecintaan oleh Rakyat Sulut terhadap Unsrat, sebagai lembaga yang akan mendidik calon pemimpin negeri ini dimasa depan.

    Saya sebetulnya melihat “tidak ada” konflik di Unsrat, yanag ada hanyalah sebuah ‘dinamika dan romantika” dari suatu proses kemajuan menuju Unsrat yang “excelent”,.

    Kita semua sependapat bahwa untuk bisa maju, diperlukan “leadership” yang bisa melihat perbedaan pendapat (antara para Gurubesar) justru sebagai “the engine of progress”. Untuk efektif menjadi “engine of progress” diperlukan “wise conflict management”, diperlukan kearifan dalam mengelola ‘perbedaan pendapat” yang berpotensi konflik. Tantangannya ialah para Gurubesar memang oleh Undang2 diberikan keleluasan untuk mengeluarkan pendapat ke publik melalui “kebebasan mimbar akademi” (yang bertanggung jawab). karenanya, memang sudah menjadi hakekat Gurubesar sebagai intelektual untuk berpikir kritis dan memahami perbedaan antara berpikir kritis (dalam mencari dan menegakkan kebenaran ilmiah) dengan ngomong “asal kritik” tanpa “reasoning” dan “niat” yang konstruktif.

    Saya percaya Rektor Unsrat Prof Donald Rumokoy punya kemampuan prima, apalagi sebagai Doktor Hukum’ untuk memahami ‘warning’ Prof paruntu serta pandangan kritis dari kami sejumlah Gurubesar Unsrat. Saya entu percaya, Rektor Rumokoy dengan para mantan rektor sama sama mencintai Unsrat hanya tentu “lain koki lain masakan’. Saya pernah rektor dan tentu “masakan saya” ada yang “suka” dan ada yang “tidak suka”, tapi alangkah baiknya kalau perbedaan itu justru dilihat sebagai tantangan untuk diatasi untuk kemajuan bukan?…
    Unsrat serta Unima dan Perguruan Tinggi lainnya di Sulut inilah yang dipercayakan Rakyat Sulut dan NKRI untuk menata masa depan Negeri ini . Kebijakan dan pola managemen PTN ini sangat mempengaruhi bagaimana jadinya generasi negeri ini dimasa depan. Generasi yang harus bersaing dengan negara negara lain Cia, Filipine, Asia dsb di Pacifik) . Karena itu Unsrat menjadi tumpuan harapan masa depan negeri ini untuk bagaimana tidak ketinggalan kemajuannya dengan daerah dan negara lain. Kepada Unsrat diharapkan negeri ini untuk mempertinggi daya saing negeri ini diarena nasional dan global. Karenanya, lulusan dan karya ilmiah, gagasan2, sumbansih intelektual dan akademi Unsrat untuk kemajuan negeri ini sangat sangat diharapkan.

    Dan untuk itu, warning Prof Paruntu harus di berikan ucapan trima kasih oleh kita semua karena ‘warning’ itu mungkin ‘tidak disenangi’ (oleh sebagian pejabat’ tetapi sangat bermanfaat dari sisi “edukasi publik’. Saya malahan berharap agar sikap “educatif warning’, tegoran yang mendidik dari Prof Paruntu dapat diikuti oleh Anggota DPRD lainnya, karena Bapak Ibu Anggota DPRD terhormat ini, mengemban amanah publik, amanah rakyat untuk “fungsi kontrol”, megontrol perjalanan dan management kelembagaan didaerah ini termasuk UNSRAT, supaya lebih baik dan lebih maju memenuhi harapan rakyat, meningklatkan kwalitaas dan mutu sumberdaya manusia Sulut dalam rangka meningkatkan kesejahtraan rakyat, Meningklatkan kompetensi dan kompetitiveness generasi mendatang kita, supaya kompetitip dalam arena nasional maupun internasional. Suapa tercetak lagi Sam Ratulang= Sam Rayulangi muda dinegeri ini.

    Saya percaya, sahabat dan junior saya Rektor Prof Donal Rumokoy punya kemampuan jauh lebih baik dari kami untuk mendengar “denyut nadi” publik, dan marilah kita semua mendoakan agar Yang Mahakuasa memberikan kekuatan dan kearifan bagi Rektor Rumokoy untuk membawa Unsrat ke hari esok yang lebih baik, menuju “excellent Unioversity”. harus diakui, Kemajuan Unsrat sekarang ini cukup signifikan dibanding dengan apa yang pernah saya lakukan waktu periode saya. Unsrat makion ASRI, administrasinya makin baik, tetapi untuk maju memang masih banyak hal yang perlu diperbaiki bersama.

    Sebagai Anggota Senat Unsrat, saya berharap Pak Rektor dapat memaklumi sikap kritis saya yang secara jujur tanpa muatan politik dan semata mata bersumber dari :intelectual moral responsibility” untuk membagi bagi2 kan pandangan intelektual saya demi kemajuan Unsrat. This is ja moment of sharing kan?. Terima kasih kalau pandangan kritis kami dapat diakomodir, kalau tidak diakomodir, kami juga menghormati karena mengakomodir atau tidak tentu adalah “hak” dan “kewenangan Rektor”.

    Kepada Anggota DPRD yang terhormat, Prof. Ir. Joppy Paruntu, MS, Ph.D (England) dan selaku Mantan Rektor dan sekarang anggota DPRD Sulut, kami juga siap di tegor oleh “rakyat”, antara lain melalui Anggota Terhormat DPRD Sulut…karena semua itu untuk kemajuan bersama.

  13. Rektor Unsrat siapa yang baru?
    kayanya perlu belajar dulu menjadi kepala sekolah TK baru menjadi Rektor…

  14. Prof. Paruntu: mudah-mudahan katu tu unsrat tetap eksist dan tu guru-guru basar nda saling menjatuhkan.. Amin

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara