
Penulis: Tim Redaksi
Wakil Sekretaris Panitia Paskah Nasional 2026 Pdt Ricky Tafuama buka suara merespons kritik yang viral di media sosial terkait tidak adanya foto Gubernur Sulawesi Utara dalam baliho resmi Paskah Nasional 2026 yang digelar di Manado.
Kritik tersebut sebelumnya disampaikan dalam sebuah tulisan yang menyebut ketiadaan foto gubernur sebagai “cacat simbolik” dan kegagalan membaca tata representasi negara dalam acara berskala nasional.
Pdt Ricky Tafuama dengan tegas menepis analisis tersebut.
Menurut Pdt Ricky, absennya foto Gubernur Sulut dalam baliho resmi panitia bukan sebuah pengabaian, melainkan konsisten dengan standar protokol acara nasional yang diterapkan panitia.
“Ini acara Nasional. Para Menteri pendukung acara ini juga tidak disertakan fotonya dalam baliho resmi panitia,” ujar Pdt Ricky.
Ia menjelaskan, dalam format acara nasional seperti Paskah Nasional 2026, hanya Presiden dan panitia inti yang ditampilkan dalam baliho resmi.
Kebijakan ini berlaku seragam, tanpa pengecualian, termasuk bagi para menteri sekalipun.
Pdt Ricky juga menjelaskan mekanisme yang berlaku untuk kepala daerah dalam acara semacam ini.
“Jika gubernur hendak mendukung, maka seharusnya gubernur yang membuat baliho tersendiri sebagai bentuk dukungannya terhadap acara ini,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan Gubernur Sulawesi Utara nyatanya sudah melakukan hal tersebut.
“Saya kira itu sudah dilakukan Gubernur Sulut. Ada banyak baliho Gubernur yang sudah terpasang, termasuk di Bandara dalam bentuk ucapan selamat datang bagi Pak Hashim dan para tamu VVIP,” jelas Pdt Ricky.
Panitia Khawatir Analisis Ini Justru Memecah Belah
Pdt Ricky menyatakan keprihatinannya terhadap narasi yang berkembang dari kritik tersebut.
“Saya justru khawatir. Pernyataan dan analisa seperti ini adalah bentuk dan upaya membentur-benturkan Presiden, Pak Hashim dan Gubernur. Ini politik memecah belah persatuan dari orang-orang yang tidak mendukung acara ini,” tegasnya.
Ia menilai analisis politik simbolik yang disampaikan sebelumnya tidak tepat dan berpotensi menciptakan perpecahan di tengah momentum perayaan Paskah Nasional yang justru seharusnya menjadi momen persatuan umat Kristen di Indonesia.
Paskah Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 8 April 2026, dan menjadi salah satu perayaan keagamaan terbesar yang pernah digelar di wilayah ini.
