Dirinya heran dengan kejadian yang tersebut, apalagi terjadi di momen penting seperti itu.
Padahal, kata dia, dari informasi yang ada, kegiatan peringatan HUT RI ke-78 tingkat Kecamatan Pineleng ada anggarannya.
“Semangatnya hilang. Panggung penghormatan dibuat asal-asalan. Soal anggaran, saya rasa Kecamatan tidak mau berkorban. Padahal saya dengar anggaran ada, tapi tenda dan dekorasi tidak diadakan. Ke mana anggaran proposal itu dan sumbangan sukarela dari tiap Desa? Ini patut dipertanyakan,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Minahasa, dalam hal ini Bupati Royke Roring dan Wakil Bupati Robby Dondokambey mengevaluasi kinerja Camat Jonly Wua yang bertugas sejak jaman Alm Bupati Jantje Sajow.
“Mungkin Camat Jonly ini sudah terlalu lama tugas di Kecamatan Pineleng. Inovasi, kreativitas dan semangat sudah hilang. Baiknya diganti dengan yang muda dan baru, biar lebih semangat. Apalagi Pineleng ini pintu gerbang Kabupaten Minahasa,” tandasnya.
Di pihak lain, Camat Pineleng, Jonly Wua, ketika dikonfirmasi lewat aplikasi WhatsApp hingga kini belum memberi jawaban.
Dari informasi, dalam menyambut HUT RI ke-78 ini, 14 Hukum Tua di Kecamatan Pineleng memberikan dana sukarela dan mendapat proposal permintaan bantuan.
(jenlywenur)
