Lebih lanjut, orang nomor satu di Sulut ini juga meminta masyarakat untuk menunda mudik jelang Lebaran 2020 di tengah pandemi corona.
Sebab, COVID-19 berpotensi menyebar lebih luas, apabila terjadi pergerakan masyarakat dari satu kota ke kota Iain.
Wagub Steven Kandouw saat melakukan rapat online dengan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sulut Karyadi bersama dengan bupati dan walikota se-Sulut membahas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2019.
Wagub Steven Kandouw juga menggelar rapat online terkait program kegiatan Pemprov Sulut dengan para Kepala PD khususnya mengenai optimalisasi penanganan COVID-19 di Sulut.
“Kita harus sama-sama mencegah penyebaran ini. Kesepakatan bersama, semua kepala daerah mengimbau nanti masuk bulan puasa, kalau boleh jangan dulu mudik,” tandas Wagub Steven.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti arahan pemerintah menjaga jarak fisik dalam mencegah penyebaran COVID-19.
“Hindari kegiatan yang mempertemukan banyak orang. Itu sudah dilarang. Warga harus terapkan physical distancing, memperhatikan kebersihan tubuh dan kesehatan. Ini kiranya dapat menjadi perhatian bersama,” kuncinya.
“Pak gubernur terus memantau segala perkembangan covid-19, untuk mengambil tindakan dan langkah-langkah penanganannya,” tambah Wagub Steven.
Selain berupaya bekerja untuk masyarakat kerja maksimal di tengah pandemi COVID-19, tak lupa pula gubernur dan wagub beribadah bersama yang diikuti seluruh ASN dan THL Pemprov bagi umat muslim dan kristen.
Dimana bagi umat muslim dipimpin Ustad Muyassin Arif, MPR dan untuk umat kristen dipimpin Pdt Gew Kumaat, Kamis (16/4/2020).
Ibadah bersama tersebut, ASN mengikutinya secara online di rumah masing-masing dengan melihat tayangan YouTube Pemprov Sulut.
Terhitung Senin (20/4/2020) Pemprov Sulut juga mulai menyalurkan sembako bagi masyarakat.
(ADV/Finda Muhtar)



