Dia berharap kampanye ini masyarakat bisa membuatnya sendiri.
Serta menghasilkan nilai ekonomi dari produk tersebut karena bisa dijual.
“Kampanye ini juga berkerja sama dengan PT Tirta Investama (Donone AQUA) atas CSR yang peduli terhadap lingkungan,” tutur Manarisip.
Saat ini BP2LHK Manado mengembangkan daun tanaman pakoba dibuat teh celup.
“Caranya. Langkah pertama daun pakoba dipetik. Lalu daun yang dipetik sebaiknya dipilih yang tidak ada sobek baik secara alami maupun non alami. Hal ini mencegah adanya kotoran atau bakteri,” ujar Hanif Nurul Hidayah.
Setelah dipetik, kata lulusan Institut Pertanian Bogor ini, daun tersebut dicuci dengan air bersih hingga beberapa kali.
Pastikan kotoran pada daun sudah terangkat.
Kemudian daun yang dibersihkan tadi diblender atau digunting.
Lalu dipanaskan dalam oven 80 derajat selsius selama beberapa menit.
“Daun yang sudah dipanaskan tadi, diambil dan bisa dipakai sebagai daun teh. Diseduhkan mengunakan air panas. Khasiat dari daun ini, bisa meningkatkan imun tubuh untuk mencegah Covid-19,” jelas dia.
(Penulis: Ady Putong)
