
Manado, Beritamanado.com — Kekayaan flora di Sulawesi Utara sesungguhnya adalah berkah bagi siapa saja.
Apalagi ternyata ada beberapa jenis tumbuhan yang berkhasiat sebagai penguat imun saat pandemi Covid-19 melanda.
Pakoba salah satunya.
Masyarakat lokal percaya dari kulit, buah, dan daunnya bisa mengobati berbagai penyakit antara lain diabetes dan kanker.
Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado sudah cukup lama melakukan penelitian terhadap pohon pakoba.
Dan hasil analisis diketahui bahwa daun, buah, dan kulit kayu pakoba banyak mengandung senyawa bioaktif flavonoid, saponin, tanin dan steroid.
Senyawa flavonoid dapat menurunkan kadar gula darah dan merupakan senyawa metabolit sekunder tumbuhan yang memiliki aktifitas sebagai antioksidan yang berkaitan dengan aktivitas anti diabetes dan anti kanker.
“Hasil analisis untuk mengetahui struktur kimia dari bahan atau senyawa aktif yang terkandung, bahwa buah pakoba juga mengandung asam palmitat, asam oleat dan asam lenoleat yang berperan kuat untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia (imun),” ujar Kepala BP2LHK Manado, Mochlis, belum lama ini.
Peneliti Muda BP2LHK Manado, Hanif Nurul Hidayah mengatakan, khusus tanaman pakoba merupakan tanaman yang sudah langka ditemui.
“Tanaman ini tumbuh pada 400 meter permukaan laut. Di Sulut berada di Minahasa, Minut dan Gunung Dua Sudara Bitung,” katanya.
Daun, kulit dan pohon Pakoba bisa diolah menjadi herbal. Juga dipercaya masyarakat sebagai tanaman penurun gula darah dan anti biotik khusus wanita yang selesai melahirkan.
“Sekarang tim BP2LHK Manado mengembangkan teh dari daun pakoba. Hasil penelitian sejak 2015 berkhasiat meningkatkan imun tubuh. Sehingga cocok melawan Covid-19,” paparnya.
Viando Manarisip dari LSM Manengkel Solidaritas Sulut menyebutkan saat ini terus mengkampayekan dua tanaman asli Sulut.
Selain Pakoba, ada juga enau atau aren. Penduduk Minahasa menyebutnya Pohon Seho.
Kalau enau mungkin banyak yang sudah tahu bisa dibuat Cap Tikus, minuman beralkohol khas Bumi Nyiur Melambai.
“Jenis minuman ini diproduksi rakyat Minahasa lewat batifar setelah melalui beberapa kali penyulingan akan menghasilkan kadar methanol tinggi hingga 70 persen. Dan kini dipakai sebagai pengganti alkohol murni untuk bahan pembuatan hand sanitizer,” ujarnya.
Nah, mungkin warga Sulut belum banyak yang tahu tentang khasiat pakoba.
“Maka kami perkenalkan kepada masyarakat tentang kegunaan tanaman ini yang kandungannya bisa meningkatkan imun di tengah pandemi Covid-19. Tanaman bisa dijumpai di Taman KEHATI Kaki Dian Minahasa Utara,” ujarnya.
