Agama dan Pendidikan

Pak Sinyo, Saya, dan Panas Bumi

Hal itu menginspirasi saya untuk berbagi pengetahuan dengan para jurnalis dan awak media khususnya dalam bidang panas bumi di Sulawesi Utara. Tujuannya adalah agar mereka mendapat bekal ilmu pengetahuan, sehingga berita yang dihasilkan mencerahkan, bukan menyesatkan.

Beliau sendiri yang menghubungkan saya dengan para personil yang potensial.

Penyerahan karya tulis terakhir Dr SH Sarundajang bersama Pri Utami dan sertifikat tanda penghargaan dari UGM
Penyerahan karya tulis terakhir Dr SH Sarundajang bersama Pri Utami dan sertifikat tanda penghargaan dari UGM.

Energi Terbarukan dalam Konteks Geostrategi

Pada tahun 2018 Pak SHS mendapat tugas baru sebagai Duta Besar LBBP untuk Filipina, Palau dan Kep. Marshall. Dukungan beliau dalam pengembangan panas bumi tetap tinggi. Apalagi Filipina juga merupakan negara panas bumi seperti Indonesia.

Oleh karenanya Bapak mendorong agar kerjasama antara Filipina dan Indonesia dalam riset dan pendidikan panas bumi yang telah sebelumnya dibangun oleh UGM ditingkatkan lagi.

Pak Sarundajang yang memiliki kepakaran dalam bidang Geostrategi sangat gembira ketika saya mengundang beliau untuk bergabung sebagai pengembang materi dan pengampu mata kuliah baru yang bersifat lintas disiplin tentang panas bumi.

Porsi kuliah beliau berjudul “Energi Terbarukan dalam Konteks Geostrategi”.

Mengingat keterbatasan waktu beliau saya harus membantu mewujudkannya dalam bentuk materi kuliah lengkap. Saya senang menulis dengan beliau, sebab beliau gampang nyambung dan piawai menangkap isu-isu terkini.

Hal ini tentu karena beliau memiliki dasar pengetahuan yang kuat, suka belajar, dan rajin memantau situasi global.

Menjelang akhir hayatnya, dalam keadaan sakit, beliau masih menyatakan keinginannya menyampaikan materi kuliah tersebut ke kelas online. Atas perannya, UGM memberikan sertifikat penghargaan disertai dokumentasi materi kuliah yang telah kami serahkan kepada keluarga pada acara Ibadah Penghiburan.

Menyandang gelar kebangsawanan

Tak banyak orang tahu bahwa Pak Sinyo juga menyandang gelar kebangsawanan.

Gelar Kanjeng Pangeran Aryo disematkan oleh Kraton Surakarta Hadiningrat karena peran besar beliau dalam resolusi konflik di berbagai daerah.

Kini bapak saya itu sudah pergi menghadap Panglima Tertinggi, Allah yang Maha Kasih.

Walau ia hanya bisa menyanyikan tembang Jawa sebaris saja: “Jenang gulo, siro ojo lali marang aku iki”, tetapi saya memiliki beribu-ribu baris alasan untuk selalu mengenang kebaikannya.

Manado, 18 Februari 2021

Baca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara