Minut

Pagi Ini Masyarakat Pulau Bangka Akan Duduki Kantor Bupati Minut

AIRMADIDI – Kehadiran Tambang Pasir Besi di Pulau Bangka terus menjadi persoalan antara masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Dalam konfrensi pers yang dilaksanakan oleh massyarakat Pulau Bangka yang di dampingi oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulut Edo Rachman. Mengatakan bahwa Pemkab Minahasa Utara hanyalah pandai berjanji.

“Pemerintah Minahasa Utara hanya hebat dalam mengutarakan kata-kata manis, janji-janji palsu tanpa ada pembuktian,” kata Edo, pagi ini.

Seakan tidak puas dengan beberapa aksi sebelumnya, pagi ini direncanakan akan ada 800 orang yang terdiri dari masyarakat Pulau Bangka akan menggelar aksi di kantor bupati Minahasa Utara guna menagih janji Pemkab dalam hal ini menutup dan mencabut izin penambangan tambang di Pulau Bangka yang merupakan daerah pariwisata.

Informasi ini diperoleh Beritamanado melalui Direktur Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND) Aryanti Rahman, yang merupakan koordinator aksi pada pagi ini.(gn)

3 tanggapan untuk “Pagi Ini Masyarakat Pulau Bangka Akan Duduki Kantor Bupati Minut”

  1. tolong pak bupati seriusi masalah ini,,,,,jangan cuma larang2 tebang pohon,,,dengan alasan penyelamatan lingkungan,,,,skarang lingkungan so rusak cuma badiam,,,,,klo bagitu smo tebang abis jo tu pohon2,,,supaya smua rusak,,,,,tolong jangan smpe ini terjadi,,,

  2. Keindahan pulau Bunaken, Bangka sudah terkenal ke seluruh dunia mere
    ka menamakan idyllic paradise islands, the wonder of the world, a beautiful
    piece of paradise, amazing marine life dsb. Banyak artikel artikelnya di ber
    bagai majalah travel, scuba magazine, International tourist operator, dsb.
    Arus dasar laut pacfic ke utara berbalik di permukaan melewati laut Sulawe
    si menuju samudra Indonesia. Yang membawa berbagai mineral dan maka
    nan lainnya untuk ikan hias pembentukan terumbu dll.
    Eco system harus betul betul dijaga. Pengolahan tambang yang menyalahi
    procedure, pengolahan hutan sewenang wenang, sampah plastik yang tidak
    bisa dicerna micro organism. dan limbah kimia lainnya.
    Tentu kita tidak menginginkan terumbu jadi hutan plastik, ikan ikan besar
    kecil meninggalkan laut di Sulut, pohon di kebun enggan hidup karena tandus
    Pengolahan tambang memang layak dusahakan apa lagi kalau sangat produk
    tif. Tetapi eco system harus lebih diperhatikan tentunya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara