
Manado – Terkait dengan rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) atas masalah Julius Pontoh dan Rektor Unsrat Prof DR Donald Rumokoy SH. MH yang hingga kini belum ada kejelasan, bahkan Rektor Unsrat mengabaikan apa yang telah ditetapkan oleh PTUN Makasar. Sampai dengan pengabaian Mendikbud atas Rekomendasi ORI terkait masalah tersebut maka ORI akan memanggil paksa Muhammad Nuh selaku Mendikbud RI.
Hal ini dilakukan ORI karena dalam kasus yang sudah direkomendasikan kepada Mendikbud dan telah dua kali ORI memanggil Mendikbud, namun Mendikbud tak kunjung hadir. “Mendikbud tidak hadir untuk panggilan Ombudsman RI yang kedua. Tindak lanjutnya sesuai kewenangan yang diatur dengan Undang-Undang Nomor 37 tahun 2008 dan Memorandum of Understanding atau MOU antara Ombudsman RI dengan Kapolri, maka Ombudsman akan panggil paksa Mendikbud, jika tetap mangkir dari panggilan ketiga,” tandas ketua ORI Danang Girindrawardana kepada sejumlah wartawan beberapa hari lalu.
Dijelaskan oleh Danang, sapaan akrab ketua ORI ini bahwa panggilan paksa itu untuk menegakkan budaya hukum karena Mendikbud dinilai oleh Ombudsman telah mengabaikan rekomendasi ORI dan berkali-kali menelantarkan putusan PTUN.
Seperti diketahui bahwa Ketua Ombudsmen RI, Danang Gerindrawardana melalui surat rekomendasi ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang bernomor 003/REK/0899.2009/BS.03/III/2012 tertanggal 30 Maret 2012. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI agar menjatuhkan sanksi kepada Prof DR Donald A Rumokoy SH MH berupa pemberhentian dari jabatan Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado. Demikian isi rekomendasi Ombudsmen RI kepada Mendikbud RI sesuai kutipan dalam rekomendasi, tak kunjung ditindak lanjuti oleh pihak Kemendikbud.
Sementara itu, terkait denganh Surat PTUN Manado yang dikirimkan ke Mendikbud tertanggal 6 Juli lalu, yang meminta Menteri agar tak perpanjang jabatan Rektor karena proses pemilihan Unsrat masih bermasalah. Tapi anehnya, malah menteri menerbitkan SK perpanjangan jabatan Rektor Unsrat Prof DR Donald A Rumokoy SH MH. Menurut Alu,nus Universitas Gadja Mada, ini sebuah fenomena contoh buruk bagi penegakkan hukum di Indonesia, dimana seorang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah dengan terang terangan melawan putusan Hukum positif di Indonesia. “Presiden harus bertindak dan menegur pembantunya (mendikbud, red). Pokoknya Ombudsman akan mengingatkan Presiden,” tegas Danang.
Danang kemudian menegaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsmen Republik Indonesia pasal 38 seharusnya rekomendasi tersebut wajib dijalankan (legally binding). (jkf)

Damai berdamailah …
@AU … kalau anda bukan orang dekat DAR tidak mungkin membela sampai dengan memalukan diri anda sendiri. For apa le kwa mo pitanya2 di Dikti kalo nda ada hubungan apa2.
Kalau DAR memang bagus saya percaya nda mo sampe kacau bagini, mar skrg so musti lebeh hati2, dari enter cuma mo baku kenal dengan tim 9 mo dapa sikat dari DAR, so banyak bukti kasiang … banyak dosen yang mendapat perlakuan yang tidak baik setelah kelihatan berteman dengan tim 9…. ada yang dosen pembimbing diganti sepihak dan macam2 intimidasi yang didapat. Belum lagi keluhan2 masyarakat tentang sulitnya masuk Unsrat karena bayaran2 yang besar apalagi untuk Fakultas2 favorit seperti Kedok, Fekon dan lain2 ….
Mudah2an Unsrat dimasa depan akan menjadi lebih baik
“Rasa bahagia dan tak bahagia bukan berasal dari apa yang Anda miliki, bukan pula berasal dari siapa diri Anda, atau apa yang Anda kerjakan. Bahagia dan tak bahagia berasal dari pikiran Anda” (Dale Carnegie (1888–1955), Pakar Motivasi-Penulis AS)
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. kita akan menjadi lebih damai bila yang kita pikirkan adalah jalan keluar masalah. (Mario Teguh)
“We judge ourselves by what we feel capable of doing, while others judge us by what we have already done.” (Henry Wadsworth Longfellow)
Mohon pamit. Terma kasih atas kebersamaan yang saling mendewasakan. Mohon maaf atas belum samanya persepsi terhadap ikhwal yang kita komentari. Namun, kami yakin semua komentator menginginkan agar Unsrat tetap maju dan berjaya, siapa pun pemimpinnya!
Selamat menjalani ibadah puasa dan menyongsong Idul Fitri bagi umat Muslim.
Selamat menyongsong HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
ohh iyo,,..,nda usah ganti2 nama kwa kalo kase komentar,,..,cuma kelas preman yg sering beking bagitu…,so tau kwa sapa ngana,.,.,hahhahhaa
Kalau Unsrat samua beres beres bagus bagus, kiapa musti ada rekomendasi ORI, kiapa da putusan PT, kiapa banyak anggota dewan ribut berikan rekomendasi malah, kiapa sampai utusan daerah pun ikut berbicara. Baru kali ini mereka ribut. Karena kalu kita perhatikan, AU cuma melihat satu mata itu tanggapan orang lain. Nikom ini Lebe soe, asal tatada, rupa ular langsung bereaksi, pembaca sampe kase komentar begitu.
noh apa dang katu AU ini.,.,kong apa beda dengan ngana.,..,qta kwa nda pernah bacirita dengan preman mar karna ngana so pernah becerita dengan preman,.,,.so ngana lebe tau dorang pe bahasa alias satu level dengan preman.,.,,.hahahahaaa
torang nda bamarah ini cuma rasa tangisi tee di belakang layar,,…sama dengan itu DR ada bilang.,..,rasa tatawa qta so bilang2 level, kasta, sampe di preman.,,.,so itu nda heran sto banyak itu doktor kelas preman karna abis pulang cuma banyak bergaul dengan preman2..,..hahahahaaa
biar ngana nda bilang apa leh.,..,nda pengaruh itu loyalitas karna cuma ngana yg melawang kata hati.,..,oi toh preman….,
Biasa jo kwa Nikom, ndak usah marah kalu so dapa tau tu level. Yg jelas, dr komentar2nya dapa lia tu AU katu level klas atas. Artinya dang dia itu orang yg biasa menggunakan kata2 diplomasi kelas tinggi. Walaupun so marah maar dia masih bisa menahan emosi memilih kata2 yg tepat. Kalu Nikom komang kurang beda sadiki dgn preman.
DR: sarapa bilang dia qta p fren.,,kapa musti kase kabur??? ngana sandiri yg bilang jangan maen sambunyi,..,,nda gentle kata..,.cuma asbun dang yg ada bilang di atas.,,.memang mo dapa tau darimana soal qta..,.kalo dp meaning bisae di mata pa ngana itu terserah you.,,.yang penting qta nda putar bale kalo kase komentar..,,.beda dengan yg diatas sbelum2nya,.,.,.babayar mar for kebaikan kata,,,..hahahhaha
@pembaca: biasanya kalo org bilang dapa lia itu level,,..biasanya itu org2 makang puji.,,.torang kwa nda membedakan mo dia itu doktor gadungan ato nynda mar nda pernah bilang kalo dia itu level kelas atas..,,ato kelas bawa samua sama jo.,…,sama dengan AU ada tulis,.,.,. torang cuma meluruskan karna kalo so lurus so pasti nda malawang kata hati itu..,..haahhaaha
@DR: silahkan Anda masuk dalam soal ‘tatawa’dan ‘muka asang’ atau “so mulai tacabu taji baru pemanasan teen torang ….” Itu adalah kesimpulan dan pendapat Anda. Kami tidak pernah berniat untuk merasa ‘menang’ atau ‘kalah’ dalam argumentasi. Yang penting kami telah berupaya meluruskan apa yang bisa diluruskan tentang DAR dan UNSRAT, terserah pembaca untuk setuju atau tidak.
Salam kasih.
Ternyata diskusi tentang Unsrat dan kepemimpinan Rektor DAR masih rame. IMHO, kalu kwa torang ingin UNSRAT lebeh maju, sebaiknya torang dukung jo kepemimpinan Unsrat yang sah. Salah satu bentuk dukungan adalah dengan memberikan kritik2/masukan yang membangun. Kalu torang pe kritik/masukan nyanda didengar, pemilihan berikut torang cari pemimpin laeng no. Deng kwa jabatan rektor kan paling lama 2 periode (8 tahun).
Viva UNSRAT.
Kita mulai bisa menebak2 siapa si AU ini. Kalu kita pe tebakan benar, maka the only thing I can say is: DAR dan Unsrat are so lucky to have him. Kita tau dia org yg punya integritas tinggi yg mengedepan segala hal atas nama loyalitas. Moga2 reward yg dia peroleh sesuai dgn apa yg dia perjuangkan untuk Unsrat selama ini. Dan moga2 org2 yg sementara dia bela (termasuk RK) sadar banget akan hal itu…..
Mudah2an AU akan terus memegang prinsipnya biarpun satu saat dia juga harus kehilangan jabatannya. Kayaknya dia orang yang berprinsip, tapi mmg kadang2 atas nama loyalitas seseorang bisa menyatakan sesuatu yg bertentangan dgn kata hati…..
Kalo kwa Nikom so dapa lia tu level….. hehehe……
@ Je, Nikom dan AU,
Taruma kasi laker for Je, ini kwa yg diharapkan Atik So bisa bayangkan Je ada tatawa lebar di belakang layar, pasti juga AU muka Asang, Nikom kwa maaf ya so dapa tau juga siapa anda, kiapa bilang si ini itu pe yey pe fren, beking kabur Sadiki kwa. AU agak kebablasan, dalam arti torang samua manusia biasa, sehingga, with all the respect, AU sikap pandang remeh orang seolah olah you know all what is going on in UNSRAT, berdalih tendensius tidak objektif, soalnya kalu yg lombo ngana So nda mw tanggapi. Itu yg kita bilang saluran formal di Unsrat macet, but you did not get it. Sama Deng Je bilang. Kong itu mw bilang tambah satu dari Mayora? So itu membuat bukan kita yg ditertawakan org……tapi sebaliknya toh. bukan jawaban formal seperti itu yg dibutuhkan dan efektif, kalu kwa qt yg berperan seperti AU ceritanya mungkin lain. Pembelaan AU terakhir hehehe, So mulai tacabu taji baru pemanasannya teen torang…..
@DR & Je: Kami tidak merepresentasi pendapat seseorang dan berupaya sedapat mungkin menyebut nama seseorang. Pembelaan kami terhadap DAR adalah kaitannya dengan jabatan beliau sebagai seorang rektor dan institusi Unsrat yang dipimpinnya. Intinya silahkan mengemukakan kritik yang penting obyektif. Kami tidak pernah mengatakan bahwa seolah-olah rektor DAR mahkluk yang sempurna.
@nikom: setuju. Setelah DAR, RK, kemudian siapa lagi yang akan menjadi sasaran pengalihan argumentasi? Kalau betul tidak apa2, tapi kalau salah …….. maka terulanglah pola komen yang tidak obyektif dan tendensius. Yang penting masalah DAR dan Unsrat kami telah berupaya memberikan argumentasi yang faktual. Semoga bermanfaan bagi pembaca yang ingin berdiskusi secara akademis.
Salam kasih.
Dennie, kentara sekali kang tu AU pe komentar pada point terakhir for RT? Aid kata mo cek di Dikti…… hahahahhahaa….. Tadinya kita ndak berpikir ini diskusi mo sampe bagini, maar sama deng kita bilang semakin AU berkicau maka praduga2 baru akan semakin muncul. So butul kwa kita bilang brenti jo, nah sekarang so mulai dapa kupas plang2…..
Denny Rompas, kalu ada tampa ba klik ‘like’, kita so klik disitu for ngana pe komentar. AU pe gaya mengomentari kita pe komentar dengan menjabarkan tugas2 seorang akademisi rupa sementara ba khotbah…. hahahhahaha….. Org ba khotbah biasanya gak pernah berharap ada tu mo interupsi…..
Namun juga buat Akademisi Unsrat, patut digarisbawahi, too good to be true mendeskripsikan Unsrat like the King can do no wrong. Kadang kadang ada info kecil yg dapat menjadi acuan mengambil keputusan yg bijak dimasa datang. diskusi awal qt adalah rekomendasi ombudsman yg kalau saya pribadi, Tuhan sudah memilih pemimpin Unsrat. Dan beliau saat ini yg terpilih adalah DAR. Soal sekarang kapan dilantik? Dan setelah dilantik harapan warga Unsrat khan cuma peningkatan kesejahteraan alias take Home pay meningkat, cuma itu toh.
Sdr sekalian,
Ah Unsrat tidak rusak, itu komentar sekadar ketidakpuasan saja kok, apapun nama yg dipakai. Dari komentar akademisi Unsrat saja So dapa tahu beliau ini sapa, kalau kelas dosen biasa nyanda bisa jawab bagini. Salut kita buat Akademisi Unsrat. Kegigihan dan kemampuan menjawab yang dari awal sudah bisa ditebak beliau ini sapa. Kalau kita bergaul erat di Unsrat. Hehehe, dibalik dari itu bapak Akademisi Unsrat yang terhormat, cuma di sini org bisa kemukakan pendapat, karena banyak kali tidak bisa disalurkan lewat jalur formal. Kalau saya juga sedikit miring pa Ralph Kairupan, mungkin dia kelihatan loyal pada pimpinan akademisi Unsrat atau pada diri sendiri. Tapi apakah dia berbuat demikian juga kepada yang dibawahnya termasuk pada mahasiswa, cross Chuck apa yg dia lakukan, apa yang dia kemukakan di antara para mahasiswa, banyak intimidasi dan penghinaan yg dia buat. Soal dia juga yg berperan dalam proses usulan profesor Khan itu benar, bahkan sesumbar tidak akan meluluskan seorang calon profesor itu dia lakukan, jadi akademisi Unsrat yg terhormat, mungkin bapak terlalu tinggi posisi sehingga yg didengar dan dilihat selalu manis, padahal tidak demikian. Tapi diatas dari itu saya salut akan pendapat dan posisi anda. Semoga Anda bukanlah Ralph Kairupan.
@kiamat,..,.so ngana pe dosa yg so mendarah daging,..,.riki so tuai toh ngana pe hasil yg ngana ada beking sandiri skarang,.,,nanti qta leh mo tunggu ngana pe hasil tuaian berikut,,.,, ‘berkarya’ jo terus lapor sana lapor sini,,..,kng bayar sana bayar sini,..,,.
@AU,.,.,dorang kira itu Menteri dengan Dirjen boleh mo asal ator for mo urus itu guru besar,.,,.so dapa lia sekali samua pe asbun disini,,.,kase komentar nda bapikir dulu,,,..so amper sama dengan ini pendoti ‘kiamat’ .,,.hahaaahahha
so talalu banyak provokator disini.,.,,pake2 nama org lain yg bukan depe orang,..,bukan reinny tumbol ini satu,..,.,qta tau sapa itu reinny tumbol,.,,rusak leh kalo banyak penyusup dengan provokator model bagini,,.,so itu yg beking rusak Unsrat
@ Dennie Rompas: komentar kami sama dengan yang kami tujukan kepada @Je dan @Reinny Tombol. Nah untuk Anda ada komentar tambahan: SATU LAGI DARI ‘MAYORA”.
Salam kasih.
@Kiamat: bila benar yang Anda katakan, yaitu tender=doi=komisi maka biarkan institusi yang berwenang yang akan menentukan kebenarannya. Soal KKN ‘mungkin’ pernyataan Anda ada benarnya bila dihubungkan dengan pertalian kekeluarga, pendukung loyal dsb. Namun, apakah mereka memenuhi syarat atau tidak, itu yang mungkin perlu dilihat. Prinsipnya, setiap dosen, keluarga atau bukan, memiliki kesempatan untuk dipromosikan asalkan sesuai ketentuan yang berlaku. Mengenai pendukung loyal, tergantung prinsip yang dianut oleh seorang pemimpin. Sebagian besar pemimpin akan cenderung memilih orang-orang yang loyal (asalkan memenuhi persyaratan) untuk bergabung dalam ‘gerbong’kepemimpinannya. Bukankah unsur loyalitas juga merupakan salah satu unsur yang ada pada DP3? Maaf bila kami keliru.
@Je: Kami tidak membela mati2an seorang Rektor. kami bukan pula bumpernya. Bila kami merasa terpanggil untuk meluruskan pernyataan2 yang miringn maka itu adalah pilihan sadar kami. Tugas utama (bukan tugas satu-satu) dosen adalah melaksanakan tridharma PT. Kalau dosen seharusnya hanya MENGAJAR dan MENELITI maka seharusnya peraturan tugas tambahan dosen untuk menjadi Rektor, PR, Dekjan, Pd, Ketua Jurusan/Bagian harus dicabut. Mengenai konsekuensi dari sebuah JABATAN Anda benar. Namun, yang kami luruskan adalah tren asal omong yang semakin menular dikalangan akademisi, apalagi ketika yang mengemukakan pernyataan2 menenteng gelar akademik magister/doktor, bahkan jabatan akademik profesor. Prinsipnya sederhana, kalau tahu bicara, kalau kurang tahu ya cari tahu dulu baru bicara.
Sebagai contohnya @Je, gejala tersebut menular lagi ke seorang @Reinny Tombol. Simak pernyataannya yang asal omong, tendensius dan menggunakan kata-kata yang kurang cocok, seperti: bermain, berbuat segala macam kejahatan, membahayakan, membabi buta, terbiasa mempermainkan pasien, dsb. Benarkah demikian.
@ Reinny Tombol: Apa benar pengurusan gelar profesor di Jakarta bisa dimainkan? Kami akan mengklarifikasi pernyataan Anda ini ketika kami ke dikti. Btw, apakah anda tidak salah tulis nama Anda? Karena Reinny Tumbol (bukan Tombol) kan deputi PR3?
Salam kasih.
Oh sorry pake iPad ja tasalah tulis. Ini Reinny pe maksud apa? Kiapa so pindah pa TU RALPH KAIRUPAN itu pokok pembicaraan. Curiga kita, namun sepak terjang RAlph KAIRUPAN ini sepertinya terlewatkan oleh pembicaraan umum, namun perannya sangat besar dalam mengatur kebijakan Unsrat, dia itu So kurang tunggu waktu me jatuh. Sehingga akhir akhir ini RALPH KAIRUPAN PROFESOR JIWA, So kehilangan akal sehat. Caranya mengintimidasi para mahasiswa secara sistemik sepertinya berhasil. Pemimpin paranoid bagini harus cepat dieliminer di Unsrat, namun kepiawaiannya mengatur administrasi lewat jalan belakang di dikti patut dibongkar sampai ke akar akarnya. Banyak profesor yg batal jadi karena ulah dokter ini, dipihak lain beberapa yg tidak layak dia yg ator. Jadi PR 3 ini kerjanya So di luar jalur atau di luar Tupoksi kata itu betul. Ralph punya Agenda terselubung dalam bekerja memuluskan proses administrasi kepangkatan yg bukan dia pe bidang, bagaimana akademisi Unsrat, ?.?
Persoalan ini memang dimulai karena kebijakan Prof. Ralph Kairupan., yang bermain dijakarta mengurus segala macam gelar profesor. Mestinya kwa depe Tupoksi cuma urus mhs. Mar dokter ini So sesumbar ingin jadi dekan kedokteran jadi berbuat segala macam kejahatan yg memuluskan satu org dosen jadi profesor biar belum mar dia pi ator jadi. Kong banyak hal tabongkar sampe jadi bagini.
Mungkin. Rektor musti ator ulang Tupoksi para PR nya. Walaupun kekuatan masih dipegang sebagai incumbent, tapi pilihan menempatkan org seperti PR 3 ini sangat membahayakan Unsrat. Dokter dokter product seperti ini berambisi membabi buta. Dorang Tabiasa mempermainkan pasien tetap juga terbawa dalam pekerjaan.
Gosh…. Terpanggil untuk meluruskan pernyataan2 miring? Bukankah semua itu konsekuensi dari sebuah JABATAN? Kalo nggak mau di-isyu-kan dengan segala macam hal, jangan dong terima jabatan itu…..
Akademisi Unsrat, anda salah besar. Sebagai warga kampus seharusnya anda tidak harus membela mati2an seorang rektor. Rektor tidak harus dibela, karena apapun yang dia bikin pasti berdasarkan tanggungjawabnya sebagai seorang PEJABAT (kalau mmg itu concern-nya). Dan pekerjaan anda yang seharusnya adalah MENGAJAR dan MENELITI, bukan menjadi bumper. Itulah sebenarnya (or mungkin) yang membedakan antara seorang AKADEMISI dengan PEGAWAI NEGERI SIPIL biasa.
Kalau apa yg terjadi di Unsrat sudah benar di mata hukum maka Unsrat tidak harus dibela mati2an dengan pernyataan2 yang justru membawa ke praduga2 baru. Kalau apa yg terjadi di Unsrat tidak seperti yang dilihat oleh orang luar, tunjukkanlah itu dengan KARYA. Bukan dengan PERNYATAAN.
lebe biongo qta,,.,.,kalo qta mo bela pa ngana ‘pembaca’ sih doktor gadungan..,,.,hahahhahaaa cuma jago gonta-ganti nama barasa so jago sekali,.,,.
dari dulu ngoni bakoar2 sampe suruh qta minum cap tikus karna ngoni rasa ngoni yg mo ‘untung’.,,.,mar sekarang kenyataannya,,.,.,ngoni yg gigit jari sampe nda bisa menerima kenyataan,,.,,minum cap tikus jo sana,.,..,so dapa lia provokator pe warna asli.,.,,hahaahhaa
Kasihan buat Unsrat.
Banyak pembangunan, tender=doi=komisi.
Semua yang menjabat dan diangkat oleh DAR adalah KKN, suami, istri (relasi), hubungan kekeluargaan, kolusi dan pendukung loyal.
Biar so pensiun asal kuat bagosok masih boleh pegang jabatan.
DAR yang ciptakan hukum mentang2 dia ahli hukum.
capek berdebat dengan org yang mengaku2 akademisi, nikom, dr; butul2 so mendarah daging tu dosa. Dorang memang pande bersilat lidah, ingat, ada hukum tabur tuai.
Salam kasih jo
So ngana ‘pembaca’ yg lebe biongo kalo karna dorang yg beking citra Unsrat semakin turun. Semua ini karna para provokator (dan mungkin salah satunya ngana), yang adalah dalang dari semua kekacauan yg depe penyebab cuma karna kekuasaan dan jabatan. Sebagai alumni kita yakin dorang dua mewakili civitas yg betul2 dari akademisi ketimbang ngana dgn org2 lain yg rakus karna kekuasaan dan jabatan.
hmmm..sistematis n terstruktur…caiiiiiiirrr
@pengamat lain
@mimi
@dennie rompis
Saya bukan mengada-ada, dan tidak membandingkan dgn permesta, permesta lei nyanda untung, Banyak ruginnya Malahan. Tapi kalau kita cuma Melihat kenyataan yg ada . System Memang menguntungkan Bapak DAR, kalau Kalian org diluar UNSRAT bisa dimengerti bahwa you don’t have the whole pictures. But if you are part of UNSRAT so boleh dapa tau where do you stand. Sedangkan kalu sampe case ini ada yg bicara permesta, so boleh eliminer sapa yg suka bicara permesta yg tidak menarik itu. Itu kwa glory masa lalu. Cuma jangan di butakan dengan kebencian pa DAR. Kita lulus an UNSRAT samua tau qt thing gal di Japan kembang, mar ngoni?basambunyi toh, so nyanda gentle itu. Termasuk Akademisi unsrat, yg getol membela mar tetap sambunyi. So bottom line, lia Jo kenyataan DAR tetap diatas. Kalu cuma suka Dan suka, trang tidak Akan bisa memplease everybody. Alkitab bilang that pa primping itu Jo. Rektor cuma satu, Dan skarang it still belong to DAR,
@ Je: Kami hadir bukan mewakili UNSRAT atau kepentingan DAR tetapi kami tepanggil untuk meluruskan pemberitaan-pemberitaan yang miring, menyudutkan, dan tendensius terhadap pribadi tertentu. Dalam dunia akademis, kebenaran tidak serta merta harus didukung oleh mayoritas suara seperti di politik. kalau benar ya benar, sekalipun hanya dikemukakan oleh satu orang.
@ Pembaca: siapa bilang dengan komentar kami. akademisi unsrat, UNSRAT jadi dapa lia biongo di mata masyarakat. Masyarakat mana? Mungkin di mata Anda tetapi bukan masyarakat dalam arti yang sesungguhnya! Kami tidak ada hubungan dengan nikom. kalau ada kesamaan pendapat tentang DAR dan UNSRAT itu hanya kebetulan saja.
Kami tidak pernah mengatakan bahwa kami berjumlah satu atau beberapa atau banyak. yang pasti kalau Anda berdua, @pembaca dan @Je, meragukan komentar kami, silahkan buktikan bila kami mengada-ada atau mengarang-ngarang cerita.
Siapa pun Anda, warga kampus, seharusnya menunjukkan sikap kritis yang beralasan dan berdasarkan fakta. kami mencintai UNSRAT, kami tidak ingin citra UNSRAT redup di masyarakat hanya karena komen2 sebagian kecil orang yang yang asal omong saja dan mungkin menghancurkan UNSRAT. kalau memang ingin memberikan kritik membangun maka seharusnya yang dikemukakan adalah data2 dan informasi yang faktual.
Salam kasih.
Sebaiknya Akademisi Unsrat mengklarifikasi apakah dia mewakili seluruh staf akademis di Unsrat atau cuma pribadi? Kalau membaca kalimatnya: “Inilah yang menjadi alasan utama mengapa kami, akademisi unsrat, hadir untuk mengemukakan kebenaran dan bukan pembenaran”, seolah2 pernyataan Akademisi Unsrat mewakili seluruh staf.
Apakah pernyataan/klarifikasi si Akademisi Unsrat itu mewakili opini dari Unsrat secara institusi? Maksud saya, apakah pernyataan2nya adalah pernyataan resmi dari Unsrat?
Oh damn…..
Ini Akademisi Unsrat dan nikom semakin beking Unsrat jadi dapa lia biongo di mata masyarakat…….
@ pengamat lain: siapa bilang citra UNSRAT sudah turun sekarang. Justru sebaliknya. Adanya pemberitaan yang menyudutkan DAR dan UNSRAT beberapa waktu belakangaan ini, yang bahkan melibatkan institusi negara tertentu dan kemudian setelah diklarifikasi ternyata tidak beralasan maka citra DAR dan UNSRAT semakin harum di jajaran kemdikbud dan publik. Harus diakui bahwa ada pro dan kontra. Tetapi dari sejumlah kecil yang kontra, ternyata kebanyakan dari jumlah yang kecil ini tidak tahu alasan sebenarnya dan hanya terpengaruh oleh pepesan kosong berita2 di media massa. (Inilah yang menjadi alasan utama mengapa kami, akademisi unsrat, hadir untuk mengemukakan kebenaran dan bukan pembenaran), Sebagian kecil dari jumlah yang kecil tersebut (yg kontra) ternyata bukan tidak tahu kebenarannya tetapi, mereka sadar atau tidak, pernyataan2 dan tindakan2 mereka didorong oleh rasa salit hati dan frustrasi serta ketakutan yang tidak rasional yang berkaitan dengan jabatan2 tertentu. Silahkan Anda telusuri siapa dan apa riwayat ‘kekalahan’ mereka dalam pemilihan atau harapan untuk dipromosi dalam jabatan2 tertentu.
Sebagai info: ketika kami berkunjung ke kemdikbud, dan khususnya dikti kemudian bertanya tentang DAR dan UNSRAT kepada beberapa pejabat, mereka sangat salut dengan sikap DAR dan kemajuan yang telah dilakukan oleh DAR untuk UNSRAT. Tidak percaya, silahkan mengecek sendiri. Sebagai bukti kongkrit, sekalipun diiwarnai dengan surat dan pernyataan protes (yang tidak beralasan) tentang DAR, mendikbud tetap mengeluarkan keputusannya untuk memperpanjang jabatan Rektor Unsrat periode 2008-2012, an. Prof. Dr. Donald A. Rumokoy, SH,MH sampai dilantiknya rektor baru.
Sekali lagi kenyataan ini harus diterima dengan lapang dada dan besar hati. Apalagi untuk kita semua dkalangan akademisi.
Sudah waktunya mereka meninggalkan ‘kebencian’ yang merusak sendi2 persatuan dan merusak jiwa perorangan dari kelompok yang kontra tersebut dan kembali ‘sadar’ berdasarkan pembaruan akal budi untuk kemajuan kita bersama.
Salam kasih.
@ pengamat lain: sebagai tambahan, termasuk Asdir, tidak dipilih. Intinya aturan baru hanya dekan yang dipilih. Selain itu, untuk semua jabatan, termasuk dekan, ada persyaratan penilaian rektor tentang portofolio kinerja (pengalaman dan prestasi kerja) dan kemampuan bekerja sama dengan atasan yang harus dipenuhi untuk bisa dipertimbangkan oleh rektor sebelum rektor mengangkat dan melantik seseorang dalam jabatan ttt.
Salam kasih
@Pengamat lain: Tks atas respons Anda. Kami tidak lupa, bahkan sangat segar karena isu tersebut sempat bergulir hangat beberapa bulan yang lalu sehingga mudah mencari tahu kebenarannya. Jadi kami tidak lupa. Selanjutnya,seperti yang kami tanyakan kepada Anda pada komen sebelumnya tentang siapa? dan jangan lupa lihat aturan yang berlaku (saat itu), maka berikut inti penjelasan kami. Pertama, Dekan FMIPA dan Kajur/Kapro di Fapet dilantik karena pada waktu itu proses pemilihan di fakultas bukan memilih dekan tapi calon dekan (demikian juga pemilihan Kajur/Kapro). Hak prerogatif ada pada Rektor (LWS pada waktu itu) untuk menentukan 1 dari 2 calon yang memperoleh suara terbanyak. Jadi tidak harus calon yang ranking pertama. Selain itu, apakah Anda tahu bahwa calon dekan dengan suara terbanyak sudah diberikan kesempatan selama 3 bulan untuk memenuhi syarat tertentu tapi beliau tidak bisa. Inilah yang tidak diketaui oleh PTUN pada waktu itu dan juga tidak langsung ditindaklanjuti oleh UNSRAT sehingga terlanjur keluar penetapan PTUN. Kedua Dekan FE, ybs dilantik oleh karena calon dekan yang memiliki suara terbanyak tidak dapat dilantik karena alasan kesehatan (sesuai rekomendasi Majelis Pemeriksa Kesehatan RSUP Kandou pada waktu itu),
Sebagai informasi. kalau peraturan sekarang, untuk pemilihan dekan, maka siapa yang terpilih dengan suara terbanyak dialah yang harus dilantik. Dengan catatan: suara rektor 35% dan suara senat 65% (= formula pemilihan rektor, mendikbud 35% dan senat universitas 65%). Jabatan tugas tambahan lain, seperti PR, ketua /sekretaris lembaga, direktur PPS, PD, Ketua/sekr Jur/Bag, Ketua/Sekr Prodi, dll diangkat dan dilantik oleh rektor tanpa melalui pemilihan.
Bila Anda butuh aturan lengkap ttg hal2 di atas, silahkan beritahu.
Harap menjadi maklum adanya!!!
Salam kasih untuk pengamat lain.
so lebe kantara,.,.,ujung2 memang jabatan..,.makin lama makin dapa lia,,.,ngana sto yg so turun karna so nda maso di sistem,..,salute for akademisi unsrat yg setia layani pa provok yg nentau apa2…,cuma asal bunyi nda ada isi,.,,anda memang akademisi sejati….,sekalian for Donald yg palsu,..,.kita nda pernah dapa bayar kapa smo kase stop sekarang.,,.hahahhaha Wassalam
@ada dua dekan dan juga kajur/kapro … apa saudara AU lupa?
@pengamat lain: siapa yang ‘terpilih’ dengan suara terbanyak tetapi tidak dilantik? Jangan lupa lihat aturan yang berlaku!!!
@AU: Citra Unsrat memang sudah turun …
SIapa yang mencari Jabatan?? Bukankah ada beberapa orang yang terpilih dengan suara terbanyak tetapi tidak dilantik?
Saya rasa beberapa orang mencari jabatan tetapi dengan cara yang seharsunya, yang paling memalukan ialah yang tidak terpilih tetapi memaksa untuk terpilih.
@Kiamat: Saya sarankan untuk jangan ketemu, nanti anda diskors
@Kiamat: Tuhan memberkati Anda yang sebenarnya” dan memberikan kepada “Anda yang sebenarnya” damai sejahtera” sehingga “Anda yang sebenarnya” terlepas dari berbagai sikap yang menuding orang lain tanpa dasar yang obyektif.
Ada hal yang menarik bagi kami ketika menghubungkan komen-komen Anda dengan nama samaran Anda, @Kiamat.
“Apalah arti sebuah nama?”
Orang sering mengutip penggalan kalimat William Shakespeare ini secara tidak lengkap sehingga terdapat kesan bahwa arti dari sebuah nama itu tak penting.
Kalimat yang lengkap dari dialog Romeo dan Juliet saat membahas kisah cinta mereka adalah: What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet. Terjemahannya kira-kira seperti ini: Apalah arti sebuah nama? Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.
Nah, ketika seseorang memilih suatu nama tertentu, termasuk ketika “Anda yang sebenarnya” memilih nama samaran Kiamat. Disadari atau tidak, pasti ada yang mendorong sehingga “Anda yang sebenarnya” memilih nama tersebut. Mudah-mudahan pemilihan nama kiamat bukan didasarkan oleh pandangan hidup yang cenderung berorientasi pada sikap menghakimi orang lain karena menganggap diri benar dan sikap pesimistis menghadapi masa depan.
Dalam konteks ini kami mungkin tidak sependapat dengan kutipan dialog di atas. Kami menganjurkan agar Anda mengganti nama Anda dengan nama yang lebih mengasihi atau lebih optimistis, seperti @masa depan cerah. Anda akan merasakan perbedaannya. Maaf, hanya mengusulkan, pilihan tetap di tangan anda.
Catatan tambahan, pernahkah Anda bertemu dengan DAR. Semoga suatu ketika Tuhan mempertemukan Anda dengan beliau dan anda bisa menanyakan kepada beliau tentang hal-hal apa dalam dirinya dan UNSRAT yang oleh sekelompok amat sangat kecil orang dilontarkan ke publik dalam rangka pembunuhan karakter beliau dan menginginkan citra UNSRAT turun di republik ini. Semoga …..
Salam kasih untuk Anda.
NIKOM dan AKADEMI UNSRAT:
sangat disayangkan sikap anda berdua. Mengaku akademi tetapi tidak berlaku adil dan benar.
Mudah2an Tuhan mengampuni perbuatan jahat kalian.
Salam Kasih
@Donald (PALSU KARENA SEOLAH-OLAH DIRINYA ADALAH DONALD RUMOKOY): Inilah contoh pribadi yang tidak akademis dan karena tidak bisa berrgumentasi berbasis data dan kenyataan maka mulailah Anda menunjukkan gejala DEPERSONALISASI!!!. No problem, karena seharusnya kami mengasihani Anda yang perlu konsultasi di RSJ!
Salam kasih
Mohon maaf para komentator,saya sudah menginstruksikan kepada AU dan Sdr. Nikom supaya tidak usah membela saya karena saya sadar bahwa saya yang bersalah selama ini. Dengan pernyataan ini saya harap AU dan sdr. Nikom tidak usah memberi komentar lagi karena mulai saat ini saya akan stop pembayaran duit yang saya janjikan sebelumnya. Sekali lagi saya mohon maaf se-besar
huahahahahaaaa..,..,.,… sorry org2 yg so lebe stres.,..,,,qta itu nda pernah dapa bayaran,.,,tulus for kebenaran.,.,,.karna torang tau sapa yg betul deng sapa yg provokator alias pang bafitnah,,.,.haahhahaaa..,.,,baru ini leh ada org mangaku bayar for kebaikan.,.,.,ngoni bayar itu hasil PTUN,,..,,,bayar itu rekomendasi ombudsman.,.,.,,,KomnasHAM.,,,deng itu laen2 terus mangaku itu karna for kebaikan.,.,..,hahaahaaa.,.,.,,,so lebe kantara doe itu geblek,,..,,NANTI TORANG LIA SAPA YG AKAN MENUAI MALAPETAKA.,.,,soalnya sampai sekarang HASILNYA SANGAT JELAS.,,,.ngoni pe hasil tuaian sangat jelas.,.,,.KOSONG SEMUA
apalagi lagi mo dengar ini ini ‘kiamat’ pe komentar,,,.stel2 jadi Pendeta.,.,nentau pendoti koteen.,.,,bela2 yg salah itu kalo torang bela pa ngoni samua tukang2 bafitnah for Donald Rumokoy.,,,.ngoni kira torang nentau so ngoni pe ‘motivasi’ samua,.,.,ba stel2 nentau cuma mo ser jabatan/dekan/doi.,.,,,so paling rusak so ngoni itu semua.,,,.so sama dengan ini dennie rompis pe asbun.,.,,dari sumber mana kng satu dekade Donald so ada segalanya,,..,,so sama jo koteen ngana dengan itu provokator2 laen asal2 fitnah,.,,.
torang lia kalo dorang pe anak2/cucu mo tanggung.,.,,,bae2 taputar jadi ngoni pe anak2/cucu yg tanggung ngoni pe hasil sumpah sandiri
@Kiamat: Secara akademis, kehidupan kekal tergantung pada dasar teologia eskatologi apa yang Anda pegang. Ada eskatologi Kristen, Eskatologi Islam, dll agama. Anjuran Anda agar kami bertobat sungguh suatu ajakan yang kami anggap datang dari seorang yang memiliki dasar pengetahuan teologis dan iman yang kuat. Kami yakin ketika kami telah menerima kasih karunia dari Tuhan dan telah ‘lahir baru” maka kehidupan kekal telah menjadi bagian dalam kehidupan kami (Ini masalah iman kan!). Selanjutnya, kami tidak membela yang salah tapi sebaliknya menempatkan masalah DAR dan UNSRAT pada proporsi yang obyektif, bukan subyektif, apalagi tendensius. Sampai saat ini, kami mencermati bahwa ada cukup banyak orang yang tidak apa sebenarnya yang menjadi latar belakang permasalahan DAR dan UNSRAT. Sedemikian hebatnya serangan yang ditunjukkan ke DAR (sebagai Rektor) dan UNSRAT, baik yang datangnya dari perorangan, kelompok, maupun dari ínstitusi-instusi’ pemerintahan seperti ORI, KOMNAS HAM, DPD RI, DPR RI, PTUN, dll, membuat kami justru bertanya: “Ada apa dan Apa ada skenario di balik polemik Rektor Unsrat?” Ini kan pertanyaan akademis. Berikutnya, “Mengapa Mendikbud dan jajarannya, termasuk Irjen, Dirjen Dikti, (dan Sesjen)’ tetap kompak untuk mempertahankan DAR sebagai Rektor Unsrat (yang masa jabatannya diperpanjang)? Satu hal lagi, “Mengapa 67/68 anggota senat UNSRAT yang terdiri dari sekitar 40-an guru besar dan wakil dosen, serta ex-officio, secara mutlak dan bulat — 100% memilih DAR? Lanjut, “Apakah Anda sudah melakukan penelitian/survei yang bebas konflik tentang tanggapan mahasiswa dan tenaga kependidikan terhadap DAR dan UNSRAT? Kalau Anda memastikan bahwa apa yang kami kemukakan di atas salah maka hanya ada 2 kemungkinan tentang dasar komen Anda, main-main saja atau subyektif! Salam
@Dennie Rompis: Saya setuju bahwa kinerja Rekot DAR perlu diawasi agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan. menurut informasi yang kami peroleh bahwa, Institusi2 seperti Inspektorat Kemdikbud, BPK-Perwakilan Sulut dan Pusat, dll selalu mengasasi kinerja kepemimpinan DAR dan seluruh jajarannya di institusi UNSRAT, baik dengan melakukan audit langsung maupun dengan cara mencermati laporan2 yang masuk ke Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Agung. Syukurlah, sampai saat ini informasi yang kami terima bahwa tidak ditemukan penyalahgunaan kekuasan dan tindakan korupsi di Unsrat.
Berikutnya pak Dennie Rompis, kami juga mencoba menelusuri latar belakang kehidupan DAR, baik di Bandung maupun sebelum pergi ke dan sesudah kembali dari sana. Ternyata apa yang Anda katakan tidak beralasan (“baru satu dekade sudah mempunyai segalanya – jadi nilai jo dari mana samua itu”). Kami usul agar Anda membuktikan tuduhan Anda sehingga tidak menyebar fitnah!
Ada satu isu lagi yang Anda lontarkan tentang kemampuan bahasa Inggris DAR, khususnya yang berkaitan dengan pernyataan Anda, “….. Mana ada rektor di Indonesia nintau bahasa Internasional….” Apa Anda mempunyai data yang benar tentang kemampuan bahasa asing rektor2 di Indonesia yang jumlahnya ratusan? Tidak ada yang sempurna, namun saat ini yang perlu difokuskan adalah bagaimana membangun UNSRAT secara akuntabel. UNSRAT membutuhkan pembenahan total dari dalam keluar, dan inilah yang sedang dilaksanakan oleh Rektor DAR (maaf, paling tidak harus Anda bandingkan dengan kinerja rektor2 sebelumnya). Yang lebih penting lagi, “Apakah betul DAR tidak bisa bahasa asing — yang Anda nilai hanya karena kesalahan menyebut WOC? Kami pernah di LN dan kami pun masih bisa menyebut singkatan bahasa Inggris dengan salah!
@Pengamat Lain: komen kami terhadap komen Anda = untuk @Kiamat dan @Dennie Rompis.
Integritas seseorang ditentukan oleh: keharmonisan antara apa yang ada dalam motivasinya, buah pikirnya, ucapannya, dan tingkah lakunya.
Salam “Kritis dalam Berpikir –
@Nikom: deng ngana le satu bertobat jang cuma AU … lebeh bae bayar for kebaikan daripada tu ente da dukung2 menerima bayaran untuk hal2 yang tidak baik, mar biar jo, apa yang dia tabur itu yang akan dituai bahkan bukan cuma dia mar depe anak cucu le mo menuai plus depe pendukung2 le mo menuai
setuju kita dengan Kiamat so lebeh banyak orang jaha apa lagi ja bawa
nama2 Tuhan dan Gereja.
@Rompas: Terbaik??? kalo terbaik minimal dia kuasai satu bahasa asing, itu baru yang terbaik di akademisi, walau bukan lulusan luar negeri mar kalo dia tahu bahasa asing, itu baru mantap!!!
Gak apa2 donald jadi rektor lagi asal jangan menyalah gunakan kekuasaan., kita tau koq dia seperti apa waktu di bandung, baru satu dekade sudah mempunyai segalanya. Jadi nilai jo sandiri dari mana samua itu, maar nyanda apa2 koq paling yang tanggung dia pe anak2 deng cucu2..so lia toch banya’ skali contoh di manado. >>>>ngoni mo bilang cuma dia yang terbaik…bakaca!!!!!! mana ada rektor di indonesia nintau bahasa international, masih inga dia pe pidato di muka sidang terbuka:>>>>> WOC dia bilang Wi..Oh..Ci, kalo bagitu nimbole nae oto Vi..Wi… dong..wkwwkwkw..kacian de loh.
@ Akademi Unsrat: Trima kenyataan bahwa diakhir jaman ini dunia semakin jahat!
Bertobatlah AU, sebab kerajaan Surga telah dekat.
Stop jo bela2 yang salah
Cari kehidupan yang kekal.
qta suka sekali baca itu kalimat terakhir dar Akademisi Unsrat,,.,.BELAJAR MENERIMA KENYATAAN.,.,.,ahahahaaha dorang kira dorang boleh mo ator samua dengan bayar sana bayar sini..,.,,hahhahahaaha
Denny Rompas…rupa2 jo ngna, so lawang2 mendikbud eh…hahaha
@Para komentator ykks, Kami usul agar, baik yang menggunakan nama asli maupun nama samaran atau agak disamarkan, dapat memberikan komentar dalam bentuk kritik, pembelaan, pujian dan apa pun namanya, haruslah dengan dasar yang obyektif. Sebagai komentator yang dewasa, apalagi kalangan akademisi, seyogyanya komen2 UNTUK TOPIK INI perlu didasarkan atas motivasi yang BENAR. Selain itu, salah satu ciri lain dari seorang yang telah dewasa adalah: BELAJAR MENERIMA KENYATAAN,!!!
Salam
@Dennie Rompas: Asbun ngana eh … ngana pe kira ini Pusat vs Permesta, wkwkwkwk
Pe banyak doe tu komen2….beking tatawa samua, SUPAYA NGONI SAMUA TAHU, BIAR MW BEKING APA DONALD RUMOKOY tetap mw jadi REKTOR ULANG. Karena apa. Pusat so nembole beking apa2 cuma dia calon terbaik. Ngoni kira gampang cari pemimpin di Unsrat. Mw kase pa Bernad Tewal????? hahahahaha nda mungkin…samua calon dibawah pa DAR Pemerintah Pusat so nyanda ada pilihan kawan, so nemau repot, DAR nyanda ada kesalahan PRINSIP, jadi stop jo komen macam2….
Mo baku ambe, nti lia ka blakang sapa tu butul…
Ndak sembarang doe memecat dosen….. sedangkan mo minta brenti sandiri lama depe proses….. hahhaahhahah…..
Nyanda mo lapor bagemana suami istri samua pegang jabatan yang ada suara for pemilihan rektor, yang so pensiun2 tetap pegang jabatan, ada yang rangkap dua sampe 3 jabatan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
mar jang batindas and jang mematikan tu orang laing pe karir.
donald bukan pmpinan yang bijaksana
@cuma orang biasa: ok dang sampe sini jo ne .. mo bk ambe le nda mo klar2
Viva Unsrat
Memang dimana ada keributan besar? Di dunia lain sto kang yg ada ribut. Yang qtaa amati so ngoni2 yg suka beking keributan besar dan suka buat onar supaya dapa liat kacau. Main lapor sana, lapor sini rupa nda ada kerjaan. Rektor nda berhak pecat, mar kase rekomendasi jo pecat ngoni2 samua, soalnya yg qta analisa ngoni p tridarma cuma banyak di main lapor bukang mengajar, apalagi beking hal2 yg berguna for orang lain.
@cuma orang biasa: Rektor nda berhak memecat Dosen … Dosen2 yang berlawanan tidak berhak dipecat karena tri dharma perguruan tinggi dilaksanakan dengan baik.
apa kata dunia jika Rektor memecat hanya karena beda pendapat dan tidak sejalan …!!!
@mimi: ini bukan masalah jabatan … karena sebagian yang menentang tidak gila jabatan … cuma masalah prinsip saja dan juga ketidak senangan dengan cara2 rektor yang semena2 saja.
Kalau masalah jabatan kiapa kurang Kepemimpinan Rektor skarang terjadi keributan besar … kiapa waktu2 dulu nda ada dang..kalo bicara jabatan so dari dulu to orang2 suka jabatan, mar kiapa nda kacau dang
Bangsa ini memuliakan AKU dengan mulutnya saja
Sayang cuma KTP
Tiap minggu pi ibdhhhhhhh
mar ………
bukan pelaku firman
menyedihkan
Kalau di Muslim ada istilah sholat ber jemaah.
Maka di Unsrat Manado ada istilah —
Liat jo mo taisi samua sama sama kalau nda insyaf!!!
ini kwa samua karna doi, di indonesia (sulut), jabatan itu identik dengan ‘doi lebe’…kalo mau transparan, lia itu gaji dari jabatan dg gaya hidup, rata2 gaya hidup pejabat itu so diluar dari dorang pe gaji resmi…pas so nda menjabat, dapa lia skli tu gaya hidop lsg turun…jadi, kesimpulannya kenapa org memperebutkan jabatan di indonesia, apalagi kl bukan ‘doi lebe’…
Rektor yg panako nemau pecat provokator model sama dengan pengamat lain (dari dunia lain sto dia), tole, ora, dll.. Kalo qta ta so kase rekomendasi pa mendikbut PECAT samua dorang, karena pasti pimpinan di unsrat so tau sapa2 dorang itu semua.
@Dewi: memang blum bisa lantik karena baru pemilihan bakal Calon, jadi pemilihan Rektor belum terlaksana, cuma kwa pemilihan itu cuma prong, dari anggota senat dorang so ator dorang pe orang2
@Dewi: Kalau belum layak memberikan komentar, jangan nulis disini. Bagaimana mungkin Rektor Unsrat dilantik bersamaan dengan Politeknik? Proses pemilihan rektor belum juga dilakukan sebab baru masuk pada proses penjaringan sudah diSABOTASE oleh KELOMPOK yang tidak ingin ada kedamaian di Unsrat. Kalau memberikan pernyataan harus HATI-HATI, apa kamu punya bukti kalau Rektor minta fee 10% dari kontraktor dan juga ada nego di rumah rike? Kalau kamu berani TUNJUKKAN NAMA ASLIMU, biar kamu bisa dituntut di pengadilan karena mencemarkan nama baik orang.
Berpikirlah yang realistis. Mana ada Rektor sebelum ini yang begitu TRANSPARAN, sehingga biaya masuk Unsrat (meskipun untuk masuk Kedokteran sangat mahal) SANGAT TRANSPARAN dan TERANG BENDERANG karena dipublikasi di SURAT KABAR dan di http://www.unsrat.ac.id/files/pdf_file/smbngn2012.pdf
@Plato: saya sudah menilai secara subjektif dan saya bukan provokator dan juga saya ingin Unsrat maju.
Pemimpin yang dihormati itu adalah yang dihormati kawan maupun lawan, kalau saat ini pak Rektor cuman di hormati kawan … silahkan koreksi diri kalian masing..!!!
Tuhan memberikan kepada kita kekayaan dan kehormatan dan kalau itu tidak seimbang berarti ada sesuatu yang tidak beres. Saya akui pak rektor itu diberi kekayaan tetapi untuk kehormatan saya ragu..
Kita lia didalam kampus tenang2,maar kiapa kang disini rupa ribut skali. Sebaiknya kwa mari jo torang baku bantu bangun Unsrat. Kong lantaran DAR so dapa sk perpanjangan, torang bantu jo beliau supaya Unsrat bisa lebe maju. Upaya ORI (bukang KW to :-)) adalah haknya dan biarlah itu berproses. Tapi proses ini janganlah menghalangi pengembangan Unsrat. Viva Unsrat.
Kebenaran itu sangat sering merupakan hal yg relatif (sangat tidak absolut), dan biarlah kebenaran itu membela diri sendiri (waktu yg akan menentukan). Lebih baik diam daripada memberikan pernyataan2 yg semakin membuat orang lain jadi bertanya2. Dan ketika ada yang berkesimpulan seperti si ‘pengamat lain’, maka semua itu adalah hal wajar. Bisa dimengerti.
@ pengamat lain: yang sdr tuding sbg pembela Rektor Unsrat adalah pembela kebenaran. Tapi kalau anda ngotot dgn pandangan sempit anda yg tdk tahu menahu kondisi sebenarnya, berarti anda masuk dlm kelompok provokator alias anti kemajuan Unsrat. Kalau anda independen, anda pasti akan menilai secara objektif perkembangan2 yg ada di kampus, meskipun tetap harus mengakui hal2 yg masih harus dibenahi ke depan.
@ pengamat lain: saya sangat setuju skali dengan pendapat anda, soalnya bisa dilihat cara mereka membela rektor, kayaknya sistematis skali. Sangat berbeda dengan komentar2 dari pengamat yang pure untuk kemajuan unsrat. Kasihan kalo melihat situasi ini, kapan torang pe unsrat mo maju kalu semua mental dosen dan pegawai unsrat so jadi bagini (nyanda samua). Mahasiswa dijadikan sapi perahan untuk kemakmuran oknum2 tertentu. Semuanya pasti ada akhirnya, semua yang didapat dr korupsi dan dibawa pulang kerumah akan menjadi malapetaka bagi se isi rumah. Hal ini sudah menjadi hukum alam dan sudah terbukti.
Kayaknya sudah ada tim khusus (dari kalanang dosen dan pegawai) yang diangkat khusus oleh Rektor untuk mengkounter berita2 di beritamanado.com
orang2 tersebut bertugas untuk memberikan komen2 yang membela sepak terjang Rektor.
Orang luar pun sudah tahu kelakuannya, memang ini periode terburuk Unsrat, memang kelihatan dari luar bagus gedung2nya tetapi didalamnya ada banyak kebusukan, ya kira2 seperti serigala berbulu dombalah
Pembaca yth, khususnya sivitas akademika UNSRAT. Menurut informasi dalam waktu dekat UNSRAT akan melakukan Tracer Study terhadap Alumni dan terhadap kepuasan Mahasiswa dengan metodologi yang tepat (dan instrumen penelitian yang valid).
Selamat berpartisipasi aktif untuk kemajuan UNSRAT yang kita cintai.
Salam
@Sam: tks atas inisiatif Anda melakukan ‘survei’ secara ‘acak’ tentang kinerja Rektor sekarang kepada mahasiswa dan alumni yang hasilnya: ” …… sebagian besar menyatakan ketidaksukaannya kepada Rektor dengan segala kebijaksanaannya ………”
Bagi kami, di dunia kampus satu pendapatpun harus didengar dan dihormati, apalagi bila ‘sebagian besar’ responden.
Namun demikian, ketidaksukaan atau ketidakpuasan tidak harus berarti bahwa kebijaksanaan Rektor saat ini salah. Faktor kedewasaan responden perlu menjadi pertimbangan sebelum menyimpulkan suatu pendapat.
Ada yang mengatakan bahwa PRESTASI KERJA REKTOR = KINERJA REKTOR + KEPUASAN “STAKEHOLDERS” (termasuk mahasiswa dan alumni). Nah, bagaimana bila KEPUASAN STAKEHOLDERS tersebut berorientasi pada kepentingan pribadi atau kelompok yang subyektif?
Sekali lagi, sebagai warga kampus kita harus kritis dalam segala hal.
Good on Sam!
Salam
Hmmm … ORI di tuduh Arogansi.
Melihat latar belakang pembentukan ORI sebenarnya tindakan yang sekarang masih kurang tegas bagi ORI agar misi utamanya sebagai lembaga independen yang mengawasi tata laksana pelayanan publik bisa terselenggara dengan baik. ORI bersama – sama KPK dan badan lainnya dibentuk karena dianggap masih kurang baik, kurang mandiri dan kurang tegasnya lembaga pengawas struktural seperti DPR sampai BPK bahkan sampai Irjen di instansi terkait dalam mengawasi penyelenggara negara dalam pelayanannya kepada publik/masyarakat.
Tentunya hal Rekomendasi ORI bukanlah rekomendasi biasa sebagaimana tertera dalam misinya. Dan benar, negara ini adalah negara Hukum yang setiap kali sistim hukum dan perangkatnya terus di perbarui dan diuji.
Kembali ke masalah UNSRAT, Secara acak saya menanyakan setiap mahasiswa baik yang aktif dalam kegiatan ormawa maupun tidak dan alumni yg ditemui tentang kinerja Rektor sekarang, dan sebagian besar menyatakan ketidaksukaannya kepada Rektor dengan segala kebijaksanaannya mulai dari penerapan pembayaran iuran, kegiatan kemahasiswaan, dll sebagian lagi memilih utk tidak mengomentari karena sudah pasrah dengan situasi unsrat saat ini.
Semoga UNSRAT lebih baik lagi,
Salam
Sam
APAKAH ORI MASIH KONSISTEN DENGAN FALSAFAH DAN PEDOMANNYA???
FALSAFAH OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
Dalam menjalankan tugasnya Ombudsman Republik Indonesia selalu mendasarkan dirinya pada prinsip-prinsip yang dianutnya sehingga menjadi jati diri yang melekat bagi setiap anggotanya
Tujuh falsafah tersebut yaitu :
1. Saling Menghargai: Melayani setiap pribadi dengan prinsip – prinsip kesopanan dan saling menghargai sebagai manusia sederajat.
2. Keteladanan: Menjadi teladan dan pelopor dalam prinsip keterbukaan, kesederajatan, tidak memihak, serta pelopor dalam pembaharuan dan selalu konsisten dalam keputusan.
3. Kesetaraan: Mempelopori adanya kesetaraan dan selalu membuka akses bagi setiap orang tanpa memandang status ekonomi, keluarga, bahasa, agama, kesukuan dan ras, termasuk juga tidak memandang dari segi kondisi fisik, jenis kelamin, umur ataupun status perkawinan.
4. Pemberdayaan Masyarakat: Mendorong dan membantu masyarakat yang menggunakan sarana publik dalam mencari pemecahan bagi setiap masalahnya.
5. Pembelajaran yang Berkesinambungan: Menjadi pelopor dan pendorong dalam hal pembelajaran yang berkesinambungan bagi setiap staf, pemerintah dan masyarakat.
6. Kerjasama: Selalu menggunakan prinsip-prinsip kerjasama, empati dan niat baik dalam setiap tugas.
7. Kerjasama Tim: Mengkombinasikan perbedaan latar belakang dan pengalaman dalam mencapai satu tujuan dan komitmen untuk sukses.
PEDOMAN DASAR DAN ETIKA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
INTEGRITAS: Bersifat mandiri, tidak memihak, adil, tulus dan penuh komitmen, menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan budi pekerti serta melaksanakan kewajiban, agama dengan baik.
PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT: Memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan efektif agar mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai institusi publik yang benar-benar membantu peningkatan penyelenggaraan kepentingan masyarakat sehari-hari.
SALING MENGHARGAI: Kesejajaran penghargaan dalam perlakuan, baik kepada masyarakat maupun antara sesama anggota/staf Ombudsman Nasional.
KEPEMIMPINAN: Menjadi teladan dan panutan dalam keadilan, persamaan hak, transparansi, inovasi dan konsistensi. PERSAMAAN HAK Memberikan perlakuan yang sama dalam pelayanan kepada masyarakat dengan tidak membedakan umur, jenis kelamin, status perkawinan, kondisi fisik ataupun mental, suku, etnik, agama, bahasa maupun status sosial keluarga.
SOSIALISASI TUGAS OMBUDSMAN NASIONAL: Menganjurkan dan membantu masyarakat memanfaatkan pelayanan publik secara optimal untuk penyelesaian persoalan.
PENDIDIKAN YANG BERKESINAMBUNGAN: Melaksanakan pelatihan serta pendidikan terus menerus untuk meningkatkan ketrampilan.
KERJA SAMA: Melaksanakan kerja sama yang baik dengan semua pihak, memilik ketegasan dan saling menghargai dalam bertindak untuk mendapatkan hasil yang efektif dalam menangani keluhan masyarakat.
BEKERJA SECARA BERKELOMPOK: Penggabungan kemampuan serta pengalaman yang berbeda-beda dari anggota dan Tim yang mempunyai tujuan yang sama serta komitmen demi keberhasilan Ombudsman Nasional secara keseluruhan.
PENINGKATAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT: Menyebarluaskan informasi hukum yang diterima dan diolah oleh Ombudsman kepada lembaga negara, lembaga non pemerintah, masyarakat ataupun perseorangan.
PROFESIONAL: Memiliki tingkat kemapanan intelektual yang baik dalam melaksanakan tugas kewajibannya sehingga kinerjanya dapat dipertanggung jawabkan baik secara hukum maupun secara ilmiah.
DISIPLIN: Memiliki loyalitas dan komitmen tinggi terhadap tugas kewajiban yang menjadi tanggungjawabnya.
Sumber: http://www.ombudsman.go.id/
Salam
Pertanyaan kritis:
1. Apa persoalan sesungguhnya (bukan rekayasa) dibalik gerakan anti-DAR?
2. Mengapa timbul gerakan anti-DAR? Motif apa yang melatarbelakangi gerakan anti-DAR?
3. Siapa oknum (-oknum) yang memiliki agenda (“besar”) dibalik gerakan anti-DAR?
4. Bagaimana sampai gerakan anti-DAR terus berlanjut?
Salam
Sungguh sangat disayangkan bila lembaga negara terhormat seperti ORI bertindak arogansi. Sangat setuju dengan pendapat Ronaldi bahwa dalam KBBI, rekomendasi hanya sebuah saran yang bisa saja dilaksanakan bisa tidak oleh yang diberikan rekomendasi. Sangat kentara ada sarat kepentintingan dibalik arogansi dikeluarkannya rekomendasi tsb.
Sangat memalukan kalau nanti orang2 yg pro kebenaran akan bilang kasian deh lu ORI. Kok mau dimainkan oleh oknum tertentu. Sadarlah dan kembalilah ke jalan yang benar! Semoga…….
Memang butul itu, ada apa sampe mereka harus masuk menyimpang jauh. Kelihatan mereka membela kebenaran, tapi kita kira membela pesan sponsor. Pasti itu. Kami warga Unsrat tetap percaya pada Rektor kami bapak Donald Rumokoy
@Ronaldi: Komen Anda sungguh dapat diandalkan. Namun, kita tunggu sejenak untuk mengetahui apakah pernyataan yang diberitakan oleh beritamanado@com benar2 besumber dari dan/atau sesuai dengan ucapan Ketua ORI.
Kalau pun benar, lantas apa yang perlu kita kuatirkan, NEGARA INI ADALAH NEGARA HUKUM, marilah kita lihat siapa sebenarnya yang benar di mata hukum!
Salam.
Mendikbud yg arogan…
@ronaldi: qta heran kiapa dang ngana ngotot skali bela pa donald, samua orang manado tau koq donald pe sepak terjang, cuma memang sampe skarang blum terjamah hukum, maar tunggu jo sasadiki le.
Pasal 2
Ombudsman merupakan lembaga negara yang bersifat mandiri dan tidak memiliki hubungan organik dengan lembaga negara dan instansi pemerintahan lainnya, serta dalam menjalankan tugas dan wewenangnya bebas dari campur tangan kekuasaan lainnya.
Pasal 9
Dalam melaksanakan kewenangannya, Ombudsman dilarang mencampuri kebebasan hakim dalam memberikan putusan.
Pasal 31
Dalam hal Terlapor dan saksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) huruf a telah dipanggil 3 (tiga) kali berturut-turut tidak memenuhi panggilan dengan alasan yang sah, Ombudsman dapat meminta bantuan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menghadirkan yang bersangkutan secara paksa.
(note: kayaknya gak ada istilah ‘panggil paksa’, cuma minta bantuan kepolisian)
oya, ada lagi:
Pasal 30
(1) Ombudsman dalam melakukan pemeriksaan wajib menjaga kerahasiaan, kecuali demi kepentingan umum.
(2) Kewajiban menjaga kerahasiaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak gugur setelah Ombudsman berhenti atau diberhentikan dari jabatannya.
(note: kenapa bapak ini ngomong terus ke wartawan yah… kalo atas nama kepentingan umum dia justru seperti memprovokasi, gimana dong?)
Untunglah ORI hanya diberi wewenang untuk memberikan rekomendasi. Kalau diberi wewenang lebih bisa GAWAT. Belum apa-apa sudah menunjukkan sikap AROGANSI. Memanggil Mendikbud apa sudah dikonfirmasikan dahulu kalau beliau punya waktu? Jika beliau sangat sibuk dan harus memilih agenda lain yang dianggap lebih penting (misalnya bertemu Presiden), mengapa ORI harus NGOTOT???
Kedengarannya SANGAT RANCU. ORI mengeluarkan REKOMENDASI kepada Mendikbud. Silahkan baca kamus apa artinya REKOMENDASI? Rekomendasi itu tidak harus dijalankan jika yang menerima rekomendasi merasa belum perlu dijalankan karena ada alasan lain. Jika ORI MEMAKSAKAN!!! agar Mendikbud HARUS menjalankan rekomendasinya, maka perlu DIPERTANYAKAN motif dibalik terbitnya rekomendasi ini.
Kelihatannya Rekomendasi Pencopotan Rektor Unsrat dari jabatannya SARAT KEPENTINGAN!!!! Sepertinya ORI tidak memperlihatkan performancenya sebagai Lembaga Hukum tapi lebih kepada LEMBAGA POLITIK. Hal sama juga dilakukan oleh PTUN Manado. Mengapa harus menyurat ke Mendikbud untuk tidak memperpanjang jabatan rektor? Seharusnya PTUN menyurat ke Mendikbud hanya menjelaskan posisi hukum Prof Donald Rumokoy sehubungan dengan perkara hukumnya di PTUN Manado, selanjutnya soal diperpanjang atau tidak diperpanjangnya jabatan rekor terserah Mendikbud. JANGAN DIINTERVENSI. Lagi pula, bukankah kasus ini lagi menunggu putusan dari Mahkamah Agung?