Manado – Sulawesi Utara kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Terumbu Karang Se-Dunia 2014 setelah menggelar kegiatan hampir serupa World Ocean Conference (WOC) 2009. “Konferensi terumbu karang sedunia ini adalah tindak lanjut dari pelaksanaan WOC dan Coral Triangle Initiative,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sulawesi Utara, Olvie Atteng, Rabu (12/6).
Menuju pelaksanaan konferensi terumbu karang tersebut, sebagaimana hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemkokesra), selama konfrensi akan digelar berbagai kegiatan. Berbagai kegiatan itu, di antaranya, kata Atteng, “soft launching” Gerakan Menanam Semilyar Karang (GMSK) yang akan dilaksanakan di Kota Manado.
Setelah itu, GMSK akan ditindaklanjuti oleh provinsi dan kabupaten yang memiliki pesisir laut, katanya. “Rencana soft launching di Kota Manado akan dipilih dua tempat yaitu pantai yang berada di belakang Mega Mall dan di Pantai Malalayang. Jadi akan ada tim yang melakukan studi awal,” kata dia.
Memang di awal perencanaan penanaman, kata dia, sempat terkendala dari mana akan mendapatkan stok terumbu karang untuk GMSK. Hanya saja, dengan teknologi yang ada berbagai tim peneliti termasuk peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil menyediakan terumbu karang yang bisa ditanam. Dia menjelaskan, di Kota Manado diperkirakan akan dilakukan penanaman terumbu karang seluas 3000 meter persegi dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah, kepolisian dan lembaga non pemerintah.(niel)
