Berita Utama

Olly Dondokambey, Andrei Angouw hingga Akademisi Unsrat Apresiasi 2 Gelar Doktor Cumlaude yang Diraih Jusak Kereh

Jemmy memberikan pujian bagi Jusak Kereh yang telah berhasil meraih nilai tertinggi dengan predikat Cum Laude pada ujian disertasinya di Sekolah Tinggi Theologi (STT) Bethel Indonesia, Jakarta, pada Selasa lalu.

Penilaian ini diberikan Jemmy, karena pernah menjadi salah satu penguji disertasi Jusak Kereh pada saat Jusak meraih Doktor dibidang hukum dengan predikat Cum Laude.

Menurut Jemmy, “Memang sudah layak Jusak mendapat 2 (dua) gelar Strata tertinggi dalam dunia akademik dengan Predikat Cumlaude, karena sosok Jusak, adalah tekun, pembelajar. Jusak, telah melakukan pencarian untuk penemuan-penemuan penelitian pada disertasinya, selalu dilakukan jauh-jauhnya didepan, sejak awal kuliah doktoral”.

“Jusak itu masih kuliah sudah menyiapkan disertasinya dan temuan keilmuan. Ini berbeda pada mahasiswa umumnya yang mempersiapkan skripsi, tesis dan disertasi nanti dibelakang saat menjelang akhir kuliah,” tambah Jemmy.

“Jusak selalu bilang ke saya, bahwa dia bukan sekedar hanya kejar gelar doktor, namun dia mau prinsip akademiknya harus ada penemuan dulu dalam hasil penelitian, dan dia berbuat semaksimal mungkin untuk mencapai itu. Dia mahasiswa yang gigih”, jelas Jemmy.

STT Bethel Indonesia adalah STT yang telah dikenal luas saat ini karena telah banyak menghasilkan lulusan yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia, di antaranya Pdt Gilbert Lumoindong, Pdt Rubin Adi Abraham (Ketua Umum GBI saat ini), Pdt Josia Abdi Saputra, dan lain-lain.

Sementara Promotor sekaligus penguji Dr Junifrius Gultom, saat dimintai tanggapannya soal keberhasilan Jusak Kereh sebagai promovendus dalam membawakan dan mempertahankan disertasinya mengatakan, penyampaian promovendus sangat sempurna “perfect”.

“Bahkan disertasi ini akan menjadi triger atau pemicu dalam penelitian teknologi dan sains kedepan khususnya perspektif keberadaan AI,” ucap Gultom, yang gelar Ph.D nya didapat dari Korea Selatan, dan pernah mengenyam pendidikan di Oxford University-Inggris, dan UBC Vancuver Canada.

Jusak Kereh yang juga Pelopor dan Pendiri 2 TV Lokal di Indonesia Timur, dan tokoh media yang diperhitungkan secara nasional karena stasiun TV yang dikelolanya pernah masuk sebagai TV lokal terbaik di Indonesia, telah berhasil meyakinkan Tim Penguji tentang pengaruh Artificial Intellegence (AI) yang akan sangat mempengaruhi cara pandang dan berperilaku umat manusia, khususnya warga kristiani saat ini, di mana jika gereja tidak mengantisipasinya dengan segera, akan menjadi bom waktu buat gereja ke depan.

“Senjata pamungkas gereja yaitu Firman Tuhan dan Etika Gereja harus di pergunakan gereja secara maksimal. Karena fakta dan realita yang ada, di eropa dan negara barat lainnya saat ini, telah banyak generasi muda yang mulai meninggalkan gereja, gereja tutup, karena mereka merasa gereja tidak lagi relevan dengan perkembangan teknologi khususnya AI saat ini,” ujar Jusak.

(***/jenly)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara