BeritaManado.com – Berita Terkini dari Manado

ODSK-nomics dan North Sulawesi Incorporated: 3 Tahun OD-SK Pimpin Sulut, Ekonomi Kerakyatan Berbasis Sinerjitas Sukses Terbangun

February 12
13:31 2019
Olly Dondokambey Luncurkan Buku
Olly Dondokambey saat peluncurkan buku Sang Pembuka Gerbang

Oleh Dino Gobel*

KOTAKINIBALU, SABAH Malaysia, 23 November 2018. Ini adalah tanggal monumentalis yang secara pribadi sulit saya lupakan. Sebab pada tanggal itu, saya ikut menyaksikan langsung salah satu peristiwa penting dalam kemajuan perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) bahkan peran Sulut sendiri dalam kancah perdagangan internasional di kawasan Asia Pasifik.

Yah, pada saat itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey membawa sebuah tim kecil bersua langsung dengan sejumlah petinggi di pemerintahan Negara Bagian Sabah Malaysia. Dan pertemuan itu menjadi sangat berarti karena jelas terlihat peran langsung Sulut melalui kepiawaian Pak Olly atau Pak OD –sapaan akrab Gubernur sekaligus Bendahara umum PDIP ini, “memainkan” suasana pertemuan bilateral tersebut dengan hasil yang sangat menguntungkan Sulut ke depan.

Walhasil, usai pertemuan tersebut, Dubes Indonesia untuk Malaysia Bapak Rusdi Kirana berujar kepada saya tentang kesannya dari pertemuan itu.

“Beruntung Sulut punya Gubernur kayak Pak Olly,” katanya. Memang, Pak RK, sapaan akrab Rusdi Kirana yang juga owner Lion Air ini, ikut dalam pertemuan tersebut. Bahkan bertindak langsung sebagai moderator pada acara dengan Menteri pelancongan Sabah dan sejumlah pejabat penting lainnya.

“Di era Pak Olly, Provinsi Sulut telah menjelma sebagai poin penting perekonomian Indonesia di bagian Utara di kawasan Asian Pasifik ini. Yah saya salut. Pak Olly punya strategi ekonomi yang bagus dan itu mampu direalisasikan dalam program nyata yang membuktikan Sulut bisa maju seperti saat ini,” katanya bersemangat.

2 kata yang disampaikan Pak RK tentang “Strategi Ekonomi” Pak Olly menarik perhatian saya. Sebab, ungkapan serupa pernah juga disampaikan sejumlah menteri di jajaran kabinet Jokowi JK, seperti Menteri Pariwisata Arief Yahya hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Ada sebuah strategi ekonomi yang dilakukan Pak Gubernur Olly di Sulut, sehingga itu bergerak secara serentak ke semua sektor dengan diawali sektor pariwisata sebagai trigger nya,” kata kedua menteri ini.

Harus diakui, feeling sebagai pebisnis yang mengedepankan strategi pembangunan berbasis ekonomi dan bisnis memang sangat terasa diperlihatkan Pak Olly bersama wakilnya, Pak Steven sebagai Wagub.

Saya yang kebetulan selama hampir 3 tahun ikut dipercayakan mendampingi keduanya dalam tugas saya sebagai Staf Khusus Bidang Pariwisata, menemukan sebuah paradigma kerja keduanya dalam sebuah strategi pembangunan yang saya sebut sebagai “ODSK-nomics“!


Apa itu ODSK-nomics ?

Yang saya maksudkan dengan istilah tersebut adalah sebuah paradigma kerja duet ODSK berbasis ekonomi, dimana paradigma tersebut menjelaskan proses kerja keduanya mulai dari sebuah visi misi yang diterjemahkan dalam RPMJD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2016-2021, untuk kemudian diejahwantahkan dalam program nyata di berbagai sektor. Dan ODSK-nomics kemudian tampil sebagai sebuah strategi ekonomi pembangunan Sulut yang tak sebatas teori di atas dokumen kerja yang menumpuk dalam buku buku tebal di ruang Bappeda provinsi dan menyebar di meja meja wakil rakyat dan kepala dinas SKPD OPD di daerah ini. Tidak !

Sebaliknya, ODSK-nomics tampil sebagai paradigma kerja dengan strategi ekonomi berbasis kerakyatan dengan memberdayakan aneka potensi yang dimiliki daerah ini. Sebagai contoh, sektor pariwisata yang dalam beberapa dekade di Sulut terkesan didiamkan, justru dibangkitkan Dan itu berhasil.

Berbagai indikator keberhasilan kemajuan pariwisata di Sulut lebih mendapat legitimasi dari sejumlah institusi yang kapabel dalam menilai itu seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas. Terbukti kedua lembaga tersebut menyebutkan indikasi kemajuan Sulut antara lain menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan dalam tiga tahun terakhir di Sulut seiring dengan membanjirnya wisatawan asing dan domestik.ke daerah ini yang memicu pada bertumbuhnya pula aneka peluang bisnis, tenaga kerja dan pendapatan.

Bahkan pada 2018, Bappenas memberikan penghargaan Provinsi Sulut sebagai provinsi tertinggi penurunan angka kemiskinan di Indonesia.

“Penurunan angka kemiskinan hingga mencapai 1 digit!” Kata Gubernur Olly terhadap klaim keberhasilan itu.

ODSK-nomics yang menekankan kesejahteraan rakyat sebagai output sasaran pembangunan Sulut, juga mengarahkan strategi insentif kemudahan kepada para investor untuk bisa berinvestasi di Sulut. Kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata di Likupang ikut disodorkan mewujudkan komitmen ini. Aneka investasi internasional pun berbondong-bondong menyerbu Sulut dalam tiga tahun terakhir. Catatan Dinas Investasi dan Perijinan Satu Pintu Provinsi Sulut mencatat realisasi investasi ke Sulut di 2018 mencapai hampir 20 triliun. Ini angka fantastis yang belum pernah dicapai Sulut selama ini!

Dino Gobel bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey
Dino Gobel bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

ODSK-nomics juga mengungkapkan bagaimana strategi komunikasi berupa lobi intens diperlihatkan Gubernur Olly dan Wagub Steven di level nasional. Dalam konteks ini banyak orang tentu mahfum dengan kedekatan Pak Olly dengan banyak pemimpin nasional: mulai dari Presiden Jokowi, Ibu Mega dan banyak pemimpin nasional lainnya hingga pengusaha kakap di Jakarta.

Tapi pertanyaan sekarang, kedekatan itu memang dimiliki, namun apakah memaintain kedekatan itu dimiliki banyak orang seperti Pak Olly? Tidak!

Di sinilah keistimewaan Pak Olly. Kemampuan tersebut dilakukannya dengan mengajak Wagub Steven untuk kemajuan daerah tercintanya. Hasil nyata dari rangkaian lobi tersebut jelas terlihat dalam aneka kucuran dana APBN di berbagai sektor hingga kucuran mega proyek pemerintah pusat ke daerah ini.

Dan ODSK-nomics juga memperlihatkan fenomena tak kalah menarik dari paradigma kerja keduanya. Yakni membangunkan sinerjitas pemerintahan antara Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kota di Sulut. Aneka tantangan harus dihadapi dalam konteks ini karena sejumlah kepentingan politik yang berbeda “warna” kerap terjadi di kepemimpinan kabupaten kota.

Namun sinerjitas itu tetap terbangun. Terakhir, persoalan Isue penarikan dana sejumlah kabupaten kota di Bank Daerah Bank SulutGo (BSG), menyeruak dan menjadi suguhan publik. Tapi, terlihat persoalan itu tetap dihadapi sebagai dinamika pembangunan yang harus diselesaikan secara arif tanpa menyusahkan rakyat. Sudah pasti supremasi hukum ditampilkan dalam penyelesaian itu.

Dan di sisi lain, ODSK-nomics memperlihatkan sebuah pola kerja internal di lingkup Pemprov. Yakni bagaimana strategi pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan ini bisa dilaksanakan kalau tak memiliki “Team Tank” yang mumpuni?

Di sinilah, ODSK menampilkan sebuah tim pemerintahan para Kepala SKPD dan OPD yang dipimpin Sekprov Edwin Silangen. Tim ini diubah, dimotivasi dan diupgrade cara berpikir mereka –terukur cara kerja, sebagai tim ulung di lapangan dalam menterjemahkan strategi pembangunan berbasis kerakyatan yang harus diterjemahkan dalam tupoksi masing-masing mereka.

Sosok Sekprov Edwin Silangen mampu memperlihatkan kinerja dalam memback up laju ODSK ini. Meski harus diakui masih terdapat sejumlah oknum pejabat yang “kelelahan” tak bisa mengikuti laju ODSK dan Sekprov Edwin.

Apalagi oknum ini terlalu asyik dengan mind set definisi lama selama ini, bahwa “pejabat itu adalah mereka yang memimpin dinas dan duduk asyik di belakang meja dengan tombol perintah di ruang ber AC”, karenanya alergi terlalu lama berada dengan rakyat di lapangan sebagaimana itu diperlihatkan ODSK

Melalui ODSK-nomics pula, Sulut tampil sebagai provinsi yang sukses dalam kemajuan ekonomi dan mengukuhkan diri sebagai ujung tombak Indonesia di bagian Utara dekat Pasifik atau sebagai Provinsi di Gerbang Pasifik. Dan di balik keberhasilan itu, tercipta sebuah sinerjitas kerja yang terintegrasi dan penuh kolaborasi antar pihak.

Sulut menjadi sebuah North Sulawesi Incorporated. Ini layak jadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia!
Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Menteri Pariwisata Indonesia.

Oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, keberhasilan ODSK membangun Sulut dengan pola sinerji kolaboratif sebagai sebuah “Incorporated”. Pak Arief Yahya mengatakan begini saat bersua dengan Pak Olly pada pertengahan 2018 lalu.

“Anda telah mewujudkan keberhasilan pembangunan di Sulut. Sulut menjadi sebuah North Sulawesi Incorporated. Ini layak jadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia !” Kata Arief Yahya.

Akhirnya… selamat mencapai 3 tahun kepemimpinan ODSK di Sulut. Mari kita dukung keberhasilan yang ada dengan ikut memanfaatkan aneka peluang ekonomi yang tercipta dari kinerja ODSK.

Kalau toh masih ada kekurangan yang ada, jadikan itu sebagai tantangan bersama untuk diperbaiki sehingga Sulut kian Hebat dan semakin maju daerahnya, sejahtera rakyatnya.


Manado, 12 Februari 2019
*Penulis adalah Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata dan Penulis Buku Sang Pembuka Gerbang, Gramedia September 2018.

 

 

Ads




0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

fifteen − six =