Yogi mengenangnya sebagai pribadi yang mudah bergaul, penuh inisiatif, dan sangat loyal terhadap pekerjaannya.
“Sebelas tahun di Kompas TV itu bisa dibilang separuh lebih perjalanan Kompas TV yang sudah mau memasuki usia ke-15 tahun. Artinya separuh lebih yang bersangkutan dikenal luas pergaulannya, dikenal baik, inisiatifnya luar biasa, orangnya berkawan dengan siapa pun, dan loyalitas serta dedikasinya untuk pekerjaannya cukup baik,” kenangnya.
Kompas TV menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh proses pengurusan jenazah hingga pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhumah.
Yogi menutup pernyataannya dengan kata-kata yang berat namun penuh rasa syukur atas kebersamaan selama ini.
“Sekali lagi atas nama keluarga besar Kompas Gramedia, Kompas TV, dan redaksi Kompas TV kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, kehilangan yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah dilapangkan kuburnya, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Dan satu apresiasi terima kasih kepada keluarga besar Nur Ainia atas dedikasi, atas sumbangsih 11 tahun untuk Kompas TV,” pungkasnya.
Musibah kereta Bekasi tidak hanya merenggut nyawa, ia juga meninggalkan kekosongan yang tidak mudah terisi di ruang siaran yang setiap hari Nur Ainia jaga dengan sepenuh hati.
