Nasional

Biasa Kabari Adik Sebelum Tiba, Nur Ainia Kompas TV Gugur dalam Musibah Kereta Bekasi

Nur Ainia Eka Rahmadyna staf Kompas TV 11 tahun gugur sebagai korban musibah kereta Bekasi tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek Stasiun Bekasi Timur.
Pemimpin Redaksi Kompas TV Yogi Arief Nugroho menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Nur Ainia Eka Rahmadyna, staf production support Kompas TV selama 11 tahun, yang menjadi korban dalam musibah kereta Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam. (Suara.com/Bagaskara).

Penulis: Jenly Wenur

Nur Ainia Eka Rahmadyna, staf Kompas TV yang telah mengabdi selama 11 tahun, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam musibah kereta Bekasi, tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Kabar duka itu mengguncang seluruh keluarga besar redaksi Kompas TV.

ADVERTISEMENT

Perempuan yang dikenal hangat dan bersahabat itu baru saja menuntaskan tugasnya di kantor.

Ia tercatat meninggalkan gedung Kompas TV pukul 19.31 WIB, hendak pulang ke rumahnya di kawasan Tambun, Bekasi, perjalanan yang biasa ia tempuh setiap hari menggunakan KRL.

Tapi malam itu, ia tak pernah sampai.

Adik Menunggu Kabar, Kompas TV Bentuk Crisis Center Hingga Dini Hari

Kekhawatiran bermula dari sang adik, Ian, yang biasa menjemput Nur Ainia di stasiun setiap malam.

Saat jam kepulangan kakaknya tiba, Ian mendengar kabar kecelakaan commuter line dan firasat buruk langsung menyergapnya.

Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugroho, menceritakan bagaimana situasi malam itu berlangsung menegangkan.

“Tadi ada adiknya, Ian namanya, itu biasa menjemput di stasiun. Sampai jam itu dia dapat informasi bahwa ada kecelakaan commuter line. Dia merasa bahwa itu kebiasaan jam kakaknya pulang. Terus kemudian dia mengecek dan menyampaikan ke rekan-rekan di kantor. Kemudian kita langsung membentuk tim crisis center dan hingga pukul 01.00 dini hari tadi belum ada kabar di semua rumah sakit,” tutur Yogi, melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com.

Pencarian berlangsung intensif dari malam hingga keesokan harinya.

Kepastian mengenai kondisi Nur Ainia baru diperoleh pada Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB melalui proses identifikasi resmi.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Tambun dan dijadwalkan dimakamkan Rabu (29/4/2026).

Nur Ainia dan 11 Tahun Dedikasi di Balik Layar Kompas TV

Nur Ainia bukan nama yang muncul di depan kamera, namun perannya justru menjadi tulang punggung setiap siaran langsung berlangsung.

Ia bertugas di departemen production support dan bergabung dengan Kompas TV sejak November 2015.

Yogi mengungkapkan sosok almarhumah dengan penuh haru di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami keluarga besar Kompas TV dan redaksi Kompas TV mengalami kehilangan yang luar biasa atas kepergian rekan kami, rekan kerja, sahabat, saudara kami yang bernama Nur Ainia Eka Rahmadyna yang menjadi korban dalam musibah kecelakaan Commuter Line tanggal 27 April malam,” ucapnya.

Selama lebih dari satu dekade, rekam jejak Nur Ainia di Kompas TV bersih tanpa catatan buruk.

Yogi mengenangnya sebagai pribadi yang mudah bergaul, penuh inisiatif, dan sangat loyal terhadap pekerjaannya.

“Sebelas tahun di Kompas TV itu bisa dibilang separuh lebih perjalanan Kompas TV yang sudah mau memasuki usia ke-15 tahun. Artinya separuh lebih yang bersangkutan dikenal luas pergaulannya, dikenal baik, inisiatifnya luar biasa, orangnya berkawan dengan siapa pun, dan loyalitas serta dedikasinya untuk pekerjaannya cukup baik,” kenangnya.

Kompas TV menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh proses pengurusan jenazah hingga pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhumah.

Yogi menutup pernyataannya dengan kata-kata yang berat namun penuh rasa syukur atas kebersamaan selama ini.

“Sekali lagi atas nama keluarga besar Kompas Gramedia, Kompas TV, dan redaksi Kompas TV kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, kehilangan yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah dilapangkan kuburnya, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Dan satu apresiasi terima kasih kepada keluarga besar Nur Ainia atas dedikasi, atas sumbangsih 11 tahun untuk Kompas TV,” pungkasnya.

Musibah kereta Bekasi tidak hanya merenggut nyawa, ia juga meninggalkan kekosongan yang tidak mudah terisi di ruang siaran yang setiap hari Nur Ainia jaga dengan sepenuh hati.