
Manado, BeritaManado.com — Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulawesi Utara pada November 2025 tercatat turun -0,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan terjadi pada beberapa subsektor yang terdampak melemahnya harga jual komoditas, terutama hortikultura.
Kepala BPS Sulut, Aidil Adha, menyampaikan bahwa penurunan harga tomat menjadi faktor terbesar yang menekan pendapatan petani hortikultura.
“Harga tomat turun cukup dalam, sehingga pendapatan petani hortikultura melemah. Situasi ini berdampak pada turunnya NTP dan NTUP secara keseluruhan,” ujar Aidil berdasarkan data terbaru BPS per 1 Desember 2025.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) juga mengalami penurunan -1,80 persen.
Kenaikan biaya produksi pada beberapa subsektor, ditambah penurunan harga gabah dan sebagian komoditas lain, memperburuk posisi usaha petani.
“Kami berharap stabilisasi harga komoditas pangan bisa terus dijaga agar daya beli dan usaha petani tetap terjaga,” kata Aidil.
(***/srisurya)
