Kota Manado

Nasib Pejalan Kaki di Kota Manado Kurang Diperhatikan

Trotoar di jalan Sam Ratulangi yang beralih fungsi. (Foto BeritaManado.com)

Trotoar di jalan Sam Ratulangi yang beralih fungsi. (Foto BeritaManado.com)

Manado – Nasib pejalan kaki di Kota Manado kurang diperhatikan, bahkan cenderung diabaikan, pasalnya trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki malah dijadikan tempat parkir berbagai kendaraan. Hal ini terjadi di sepanjang jalan Sam Ratulangi.

Hal tersebut sebenarnya bukan hanya merugikan pejalan kaki, keberadaan kendaraan di trotoar juga merusak estetika kota karena selain dijadikan tempat parkir ditempat lain bahkan telah beralih fungsi menjadi tempat berjualan berbagai gorengan.

Bahkan, sejumlah pejalan kaki harus turun dari trotoar dan berjalan di badan jalan untuk melewati kendaraan yang telah diparkir di badab jalan. Beberapa orang mengaku hampir terserempet mobil yang melaju kencang.

Chris Talinusa (20) mengaku sangat terganggu bila berjalan di sepanjang jalan Sam Ratulangi apalagi di kawasan tempat karouke keluarga, itu karena didepan gedung karouke tersebut banyaknya kendaraan yang telah terparkir menutupi trotoar.

“Ini karena oto-oto yang diparkir di trotoar jalan ini, pasti pejalan kaki terpaksa musti lewat di jalan, padahal ini bahaya,” tutur Chris yang mengaku warga Taas.

Seperti diketahui, para pengemudi terpaksa memarkir kendaraan di trotoar khususnya disepanjang jalan Sam Ratulangi dikarenakan adanya kebijakan pemerintah untuk tidak memarkir kendaraan dibadan jalan untuk mengatasi macet di jalan tersebut. (Rizath Polii)

3 tanggapan untuk “Nasib Pejalan Kaki di Kota Manado Kurang Diperhatikan”

  1. btul….. seharusnya Pemkot buat perda setiap bangunan di pusat Kota harus ada lahan parkir, baik di lantai dasar atau di halaman

  2. Itulah kalau peruntukannya cuma stenga2..
    Membuatnya juga dengan stengah hati.

    Kalau memang trotoar di buat sesungguhnya untuk pejalan kaki,
    harusnya pemkot sudah tau akan kemungkinan2 pelanggaran macam ini.

    Masih banyak cara untuk mengatasi ini semua, tapi kalau yang kontrol cuma stengah hati dan hanya berharap pada kesadaran masyarakat, manjo torang tunggu 100 tahun lagi.

    Bisa saja di pasang pal-pal besih sepanjang jalan sehingga mobil tidak bisa naik ke trotoar kecuali pada tiap entry rumah pemilik mobil. pal di buat demikian rupa sehingga mobil tidak bisa bermanouver untuk parkir.

    Dan tentunya kalau ada pelanggar, pemkot harus berani menindak.
    Coba saat skarang ini kenapa mobil2 takut parkir di badan jalan?
    Itu karna mereka taku mobilnya di tilang atau di kempesin polantas, jadi pada parkir di trotoar. Terang saja polisi nda perduli dengan parkir trotoar karna itu bagianya pemkot.

    Hendaknya pemkot juga berpatroli dan menindak parkir2 trotoar ini.
    jangan di biarkan , bukankah mereka itu merugikan sangat banyak masyarakat kecil pengguna trotoar?

    DiRazia dong para pelanggar aturan ini.
    Dan jangan skali2 di bikin razia berjadwal tapi
    yang terbaik adalah Razia random, anytime..

    Kapan kapoknya ini masyarakat kalau tidak ada tindakan!

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara