
Bitung—Perusahaan tambang emas PT Meares Soputan Meaning (MSM) jangan menjadikan neraka wilayah Kota Bitung dalam beroperasi. Hal ini dikatakan salah satu kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Kota Bitung, Jerry Manein dalam diskusi publik dan buka puasa bersama PT MSM dengan wartawan serta seluruh mitra kerja, Selasa (7/8) di resting area.
“PT MSM jangan membuat neraka di Sulut, terutama wilayah kota Bitung. Karna yang namanya tambang pasti merusak alam beserta ekosistemnya,” kata Manein.
Manein sendiri menyatakan, dalam sejarah pertambangan, bencana dan kerusakan alam selalu menjadi akhir setelah proses perekrutan hasil bumi usai. Dan hal inilah yang coba diingatkan kepada PT MSM, kendati setiap perusahaan pertambangan diawal beroperasi selalu mengedepankan masalah Amdal atau upaya pertambangan yang dianggap pro lingkungan.
“Kami tidak mau menjadi pewaris bencana dikemudian hari, hanya karena tambang yang belum tentu dirasakan apalagi mensejahterakan masyarakat Kota Bitung,” tegas Manein.
Selain masalah bencana, Manein juga menanyakan kontribusi PT MSM terhadap pembangunan Kota Bitung khususnya didunia pendidikan serta hasil pengolahan tambang, dalam hal ini berapa persentase yang disetor ke Indonesia dan ke pihak asing.
Menanggapi pernyataan dan pertanyaan Manein tersebut, Manager Gaverman Relatiaon PT MSM/TTN, Victor Malonda mengatakan pihaknya selalu mengedepankan masalah lingkungan dalam beroperasi. Salah satu contoh, sosialisasi tentang limbah dan dam penampungan secara bergilir diseluruh desa serta kelurahan lingkar tambah setiap dua minggu.
“Sesuai ketentuan dalam kontrak karya, ada 7 pajak yang harus kami penuhi setiap tahun yang jumlahnya sekitar Rp2 miliar disetor ke pemerintah pusat dan daerah. 32 persen untuk daerah penghasil dalam hal ini Kota Bitung,” kata Malonda.
Namun jawaban Malonda ini dianggap Manein terlalu berbeli-belit sehingga ia melakukan intrupsi. “Saya minta agar jawaban yang diberikan mudah dicerna da langsung pada apa yang kami tanyakan,” katanya.(enk)

@pembaca…msh ada pekerjan lain selain kerja tambang, mky sekolah n tingkatkan skill…
@Matias
Betul itu!
Lahan pekerjaan yg dibuka itu cuma utk bbrp tahun saja. Setelah bahan tambangnya habis, pengusaha lari ke tempat lain. Yg tersisa utk masyarakat setempat adalah sampah & kerusakan lingkungan.
Lahan bekas tambang biasanya sudah tidak bisa digunakan utk bercocok tanam kembali.
Persis spt buah kelapa: setelah diperas dan santannya diambil, maka yg tersisa hanyalah AMPAS.
@Pembaca
Pertanyaan itu utk Anda sendiri: Setelah bahan tambang habis dan pengusaha angkat kaki, Anda mau kerja apa?
jika tambang tidak ada,kita mau kerja apa?
mmg klo ada tambang membuka lahan pekerjaan mar leh membuka bencana bagi manusia dimasa depan