Kesadaran ini semakin memperkokoh tekad dan semangat kami.
Menjadi lebih giat memperjuangkan harapan rakyat.
Banyak sekali persoalan rakyat yang saat ini perlu dicari solusinya.
Inflasi meningkat, harga-harga naik, sementara daya beli menurun, karena pendapatan juga menurun.
Angka pengangguran meningkat, kemiskinan semakin naik. Hutang negara semakin meroket.
Sejatinya, pada persoalan-persoalan rakyat itulah, Demokrat dan Koalisi Perubahan memfokuskan dirinya.
Jika ditengah fokus kerja kami itu, ada oknum penguasa, yaitu Kepala Staf Presiden Moeldoko, yang berupaya mengambil alih partai kami, maka dengan terpaksa kami lawan.
Kami yakin, Gusti Allah mboten sare. Tuhan tidak pernah tidur.
Kebenaran yang hakiki, tidak akan pernah bisa dimanipulasi.
Jika terhadap perilaku oknum penguasa ini pun, pimpinan negeri diam, dan bahkan cenderung membiarkan, kami juga tidak akan pernah mengeluh.
Ingat, pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini bukanlah individu.
Bukanlah sekelompok elite atau golongan, melainkan, rakyat Indonesia.
Maka, kepada rakyat kami meminta dukungan dan bantuan.
Bersama rakyat, kami berjuang.
Akhirnya, dengan memohon ridha Tuhan Yang Maha Kuasa, kami percayakan kepada Tim Hukum, mewakili Partai Demokrat, untuk menyerahkan kontra memori PK kepada Mahkamah Agung; melalui PTUN Jakarta.
Kepada para pemangku hajat hukum di republik ini, dengan segenap kerendahan hati, kami mengetuk hati nurani dan akal sehat Yang Mulia.
Semoga Yang Mulia istiqomah dan menolak segala bentuk intervensi politik; agar kelak menghadirkan keputusan hukum; yang berpegang teguh, pada asas kebenaran dan keadilan.
Demikian pernyataan pers saya. Terima kasih.
