Berita Utama

Mitra Habiskan Rp 50 Juta di Pameran Provinsi

Mitra Habiskan Rp 50 Juta di Pameran Provinsi
Pameran Pembangunan Sulut di Kayuwatu Manado (Foto BM)

Mitra – Pemerintah Kabupaten Mitra sedikitnya menghabiskan anggaran sebesar Rp 50 juta dalam menyukseskan kegiatan pameran tingkat Provinsi Sulut. Acara yang dilaksanakan dalam rangka HUT provinsi ini tentu diharapkan dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi peserta dari kabupaten/kota di Sulut.

Ketua panitia pameran Pemkab Mitra, Asisten II Daniel Talantan SH melalui sekretaris Kabag Perekonomian Robby Sumual menjelaskan, bahwa dalam menyukseskan kegiatan pameran provinsi tersebut, Pemkab Mitra mengalokasikan dana sebesar Rp 50 juta lebih. Namun  sehubungan dengan adanya surat perpanjangan kegiatan, tentu ada seikit penambahan untuk anggaran. Dimana saat ini belum bisa dipastikan berapa yang masih dibutuhkan untuk pelaksanaan pameran.

“Memang ini sedikit menyulitkan kita (Pemkab Mitra, red). Dimana tidak menduga adanya perpanjangan waktu pameran sebagaimana surat dari Provinsi, sehingga anggaran yang sudah didata tentu tidak mencukupi. Namun kita upayakan semua dapat dikondisikan,” jelas Sumual.

Ditanya soal manfaat dan invenstasi terkait keikutsertaan dalam pameran, Sumual sendiri mengaku tentu ada hasilnya. Hanya saja, dirinya belum bisa memberikan penjelasan lebih, dikarenakan belum adanya laporan dari pihak kecamatan. Dimana mereka yang dipercayakan untuk mebawa masing-masing potensi dan hasil unggulan. “Kita tunggu saja, jika sudah selesai pasti laporannya sudah masuk. Intinya bagi kabupaten Mitra, pelaksanaan pameran ini pasti bermanfaat,” pungkas Sumual.(dul)

Satu tanggapan untuk “Mitra Habiskan Rp 50 Juta di Pameran Provinsi”

  1. Sebagai orang Mitra, merasa bangga partisipasi Mitra pada pameran provinsi tahun ini. Dipastikan sangat besar manfaatnya pameran ini, karena gelaran kali ini sebagai titik tolak menatap Mitra kedepan dgn move yang lebih maju dan modern. Di sektor pertanian, tanaman kelapa misalnya, warga begitu familiar dgn kopra, dgn harga kopra yg kurang menguntungkan saat ini padahal negara2 di Eropa sangat membutuhkan vco atau minyak goreng, sama halnya negara2 asia seperti Jepang, Korea dan China. Air kelapa, sabut kelapa serta tempurung kelapa yang dihasilkan 8.000.000 sampai 12.000.000 butir setiap hari memberi peluang adanya industri Natadecoco, industri Sabut Kelapa dan industri Karbon Aktif, sementara batang kelapa tua berpotensi industri Olahan Batang Kelapa, lokasi strategis sebaiknya di kecamatan Touluaan. Produksi buah salak Pangu berpeluang dirikan industri camilan buah salak Pangu dalam kemasan, seperti halnya camilan buah mangga kemasan Davao. Mitra bergerak maju tidak statis tapi dinamis.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara