Agama dan Pendidikan

Metode Pembelajaran Piano Pada Anak Autis

Sehingga dalam pelaksanaannya, metode pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari situasi dan desain pembelajaran.

Sebuah metode pembelajaran yang sama dapat menciptakan hasil pembelajaran yang berbeda, sesuai dengan situasi dan kondisi di sekitarnya.

Hal ini menegaskan betapa pentingnya adaptasi metode pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik peserta didik, terutama pada anak autis yang memiliki kebutuhan belajar unik.

Autis adalah gangguan perkembangan neurobiologis berat yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berelasi berhubungan) dengan orang lain (Fajarini, 2014); kemudian menurut Ulfah & Budiyanto, (2015), menyatakan autis juga merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial[3].

Oleh sebab itu, anak autis, sebagai bagian dari peserta didik berkebutuhan khusus, sering kali menghadapi tantangan dalam menerima metode pembelajaran konvensional.

Mereka cenderung kesulitan memproses stimulus verbal yang panjang atau interaksi dalam proses pembelajaran, karena pola pemikiran mereka lebih berorientasi pada visual, rutinitas tetap, dan stimulasi sensorik yang terkendali.

Seperti yang dikemukakan dalam penelitian yang dilakukan oleh Nisak & Harsiwi, (2024), bahwa peserta didik berkebutuhan khusus jenis autisme memiliki karakteristik diantaranya anak yang terlihat normal, namun kesulitan dalam komunikasi, interaksi sosial, perilaku atau sikap, emosi yang kurang stabil, tingkat sensitif sangat tinggi, kesulitan dalam menulis, membaca dan memahami materi pelajaran, kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang, keinginan[4].

Akibatnya, metode ceramah atau diskusi kelompok justru dapat menimbulkan kebingungan, kecemasan, atau perilaku repetitif yang menghambat pengembangan potensi seperti kecerdasan emosional dan keterampilan motorik.

Dalam konteks pendidikan musik, khususnya pembelajaran piano, adaptasi metode pembelajaran, menjadi salah satu acuan dasar, dalam proses pembelajaran anak autis.

Pembelajaran piano menawarkan struktur visual dan sentuhan yang selaras dengan kemampuan anak autis, seperti pengenalan nada, melalui tuts berurutan yang dapat divisualisasikan dengan warna atau simbol.

Namun, tanpa modifikasi seperti pengurangan instruksi verbal, penggunaan penguatan visual, atau integrasi elemen permainan.

Seperti dalam penelitian Fitri, Ismawan & Amalia tentang pembelajaran piano untuk anak autis, mengemukakan bahwa  belajar piano mampu meningkatkan perkembangan komunikasi dan respon anak autis terhadap hal sekitar menjadi lebih baik[5]

Oleh sebab itu, metode pembelajaran piano (memory singing, hearing, reading dan finger drill) bagi anak autis diperlukan dalam beradaptasi terhadap situasi anak autis itu sendiri.

Dengan menganalisis bagaimana prosedur metode pembelajaran yang sistematis, sehingga dapat dioptimalkan sesuai situasi belajar.

  1. Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif fenomenologi.

Pendekatan fenomenologis memusatkan perhatian pada pengalaman subyektif. Pendekatan ini berhubungan dengan pandangan pribadi mengenai dunia dan penafsiran mengenai berbagai kejadian yang dihadapinya[6].

Fenomenologi fokus pada esensi fenomena metode pembelajaran piano bagi anak autis, sehingga dapat menghasilkan deskripsi tentang: Bagaimana metode pembelajaran piano sebagai strategi adaptif, tantangan yang dijumpai dalam proses metode pembelajaran piano (memory singing, hearing, reading dan finger drill), dan respons anak autis terhadap pembelajaran dan juga bertujuan untuk menganalisis secara deskritif fenomologi metode pembelajaran piano (memory singing, hearing, reading dan finger drill) pada anak autis guna.

  1. Hasil dan Pembahasan

Memperkuat landasan latar belakang, bahwa metode pembelajaran piano, merujuk pada adaptasi visual sensorik pada anak autis, kemudian ini sejalan dengan karakteristik neurobiologis autis, di mana proses informasi lebih kuat melalui indera penglihatan dan sentuhan daripada proses verbal.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara