Berita Utama

Pastor Revi Tanod: Pemanfaatan AI dalam Pendidikan dan Teknologi Harus Bertanggung Jawab

Pastor Revi Tanod: Pemanfaatan AI dalam Pendidikan dan Teknologi Harus Bertanggung Jawab

Pastor Revi Tanod saat hadir dalam International Conference on Education and Technology

Penulis: Frangki Wullur | Florida

Pemanfaatan Artificial Intelegence (AI) dalam dunia Pendidikan dan Teknologi Harus Bertanggung Jawab.

Hal itu dikatakan Pastor Revi Tanod Pr di sela kegiatan mengikuti International Conference on Education and Technology yang berlangsung di Orlando, Florida, Amerika Serikat, pada 28 Juni hingga 1 Juli 2026.

Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Designing the Future of Learning” dan mempertemukan para pendidik, akademisi, serta praktisi pendidikan dari berbagai negara.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh ASCD (Association for Supervision and Curriculum Development) bersama ISTE (International Society for Technology in Education), dua organisasi pendidikan internasional yang berfokus pada pengembangan inovasi pembelajaran dan teknologi di dunia pendidikan.

Pastor Revi Tanod, yang merupakan anggota kedua organisasi tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengikuti konferensi serupa pada tahun 2011 di San Francisco.

Pastor Revi Tanod: Pemanfaatan AI dalam Pendidikan dan Teknologi Harus Bertanggung Jawab

“Tahun ini saya kembali diundang untuk berpartisipasi dalam forum internasional tersebut,” ucapnya.

Menurut Pastor Revi, konferensi kali ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan Ensiklik Magnifica Humanitas yang diterbitkan oleh Paus Leo XIV, khususnya mengenai penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kehidupan manusia dan dunia pendidikan.

“Pesan Paus Leo XIV menegaskan bahwa sekolah dan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membimbing peserta didik agar mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, beretika, dan demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Selama konferensi berlangsung, peserta mengikuti ratusan sesi yang membahas desain pembelajaran berbasis AI, berbagai praktik terbaik (best practice) dari sekolah-sekolah unggulan di berbagai negara, hingga program professional development bagi para pendidik.

Selain membahas penerapan teknologi, konferensi juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

Hal tersebut bertujuan agar peserta didik tidak hanya mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas belajar, tetapi juga bertumbuh sebagai pribadi yang bermartabat serta memiliki kepedulian sosial.

Pastor Revi menilai berbagai materi yang diperoleh selama konferensi sangat bermanfaat dan relevan untuk mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah yang terus berupaya mengintegrasikan teknologi digital secara bijaksana dalam proses pembelajaran.

Usai mengikuti konferensi di Orlando, Pastor Revi melanjutkan perjalanan ke New Jersey dan New York sebelum kembali ke Indonesia melalui Tokyo. Ia dijadwalkan tiba di Manado pada pekan depan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara