Kota Manado

Metode MARS Rehabilitasi Terumbu Karang Pulau Bunaken

Metode MARS Rehabilitasi Terumbu Karang Pulau Bunaken
Kepala Taman Nasional Bunaken, Dr. Farianna Prabandari di Kegiatan Transplantasi Terumbu Karang Pulau Bunaken

Manado, BeritaManado.com — Bertempat di perairan Pulau Bunaken, tepatnya Dermaga Alung Banua, Kelurahan Alung Banua, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado, dilaksanakan kegiatan transplantasi karang sebagai upaya pemulihan ekosistem.

Balai Taman Nasional Bunaken mengimplementasikan pemulihan ekosistem karang dengan menggunakan Metode Mars Accelerated Coral Reef Restoration System (Metode MARS).

Metode ini mengembangkan struktur koral melalui rangka laba-laba yang digunakan untuk mencangkok terumbu karang yang dinilai mampu mengembalikan fungsi dan struktur terumbu karang, sekaligus menyediakan dasar untuk pemulihan habitat.

Kegiatan di Dermaga Alung Banua, Pulau Bunaken ini, mengajak mitra seperti Pemerintah Kota Manado yang diwakili oleh Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan, dive center, masyarakat, bahkan anak-anak Sekolah Dasar di Alung Banua untuk antusias ikut dan terlibat menanam karang.

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa komitmennya akan kegiatan ini.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan karang. Kita sama-sama ketahui, karang tidak hanya menyajikan keindahan, tetapi juga sebagai habitat ikan berkembang dan memijah,” tutur Farianna Prabandari.

Walikota Manado dalam sambutan yang disampaikan oleh Camat Bunaken Kepulauan Robert Dauhan menyampaikan, Pemerintah Kota Manado sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Potensi kekayaan alam ini tidak hanya dimiliki oleh Kota Manado atau Sulawesi Utara tetapi juga Indonesia, bahkan dunia. Menjaga dan melestarikan ekosistem Taman Nasional Bunaken bukan hanya kewajiban tetapi menjadi kebutuhan kita semua, karena sejatinya kekayaan alam ini diciptakan untuk kemaslahatan kita semua dan generasi yang akan datang,” kata Robert Dauhan.

Ditambahkannya, kegiatan ini adalah wujud nyata kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem secara berkelanjutan, khususnya menjaga kelestarian Taman Nasional Bunaken, melalui pemulihan ekosistem terumbu karang, sebagai keseimbangan ekosistem laut.

“Kiranya kegiatan ini menjadi stimulan untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian Taman Nasional Bunaken sebagai aset bangsa dan bagian integral dari kehidupan kita,” tutup Robert Dauhan.

(***/TamuraWatung)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara