Manado – Dipertanyakan Fraksi Partai Golkar pada rapat paripurna DPRD Rabu, terkait harga kelapa yang merosot tajam, Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang menegaskan merosotnya harga kelapa tidak lepas dari hukum ekonomi.
“Saya juga menangis ongkos lebih besar dari buah kelapa itu. Tapi ini hukum ekonomi, mungkin sebagian masyarakat mengatakan ini jawaban klasik, tetap saya telah berusaha semampu-mampunya ke menteri perdagangan, beliau mengatakan ini hukum ekonomi,” ujar Sarundajang.
Penyebabnya menurut Sarundajang, ekonomi Amerika dan Eropa belum sepenuhnya pulih sehingga mengurangi pembelian minyak kelapa. “Tapi ada harapan ada secerca sinar di ujung terowongan yang gelap itu. Biasanya harga minyak kelapa naik di bulan Oktober, November dan Desember. Amerika dan Eropa membutuhkan minyak kelapa ini, juga dengan bungkilnya untuk makanan ternak,” jelas Sarundajang. (Jerry)
