“Panjang 2.000.000 Km, Anggaran Rp 2400 Triliun”

MANADO – Ketertarikan negara Rusia untuk berinvestasi di Pulau Sulawesi dengan rencana pembangunan rel kereta api dari Kota Bitung Sulut hingga Makassar Sulawesi Selatan yang diucapkan Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang saat paripurna istimewa HUT Provinsi, 23 September lalu, bukan isapan jempol.
Terbukti, pada rapat koordinasi MP3EI, Rabu (5/10) tadi malam di Jakarta, disepakati adanya pembangunan rel kereta api sepanjang 2 km yang menghubungkan seluruh Sulawesi dengan program besar Pulau Sulawesi sebagai basis pangan.
“Percepatan pembangunan melalui pembangunan sarana transportasi kereta api ini bernilai Rp 2400 triliun,” tutur Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad.
Rapat koordinasi ini dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM, Menko Perekonomian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Gubernur Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Gorontalo. (jry)

TONG kosong Nyaring Bunyinya
Itu adalah ide yg hebat.tapi jangan sampai pada pembebasan lahan tdk akan terjadi kongkalingkong dan merugikan masarakat
tapi kenapa cuma 2 km???? salah ketik stouw wartawan… kalo 2000 km baru no!! cuman kasiang itu sulawesi tenggara nda dapa..wkwkwwk..
Rp. 2400 T??? waowww, mudah2an nda mo jadi sama dgn kasus kesmenpora ini.. lanjutkan…
kalo memang ini jadi kenyataan, bersukacitalah masyarakat Sulawesi.
Cuma jang SHS bangga skali soal ini, lantaran ini program nasional, bukang cuma program SULUT.
Samua ini tergantung dari investor dari Rusia noh, kalo dorang mau pasti jadi, kalo nyandak yah itu tinggallah mimpi semata.