“MJP sangat mumpuni untuk mendampingi E2L. MJP dianggap sebagai representasi kaum milenial dan telah memiliki kekuatan politik sendiri, dua periode terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut. Yang penting bagi E2L, MJP pasti mendapatkan dukungan Kaesang dan Pak Jokowi. E2L kemungkinan besar akan menggandeng MJP untuk mendapatkan dukungan PSI,” ujar Sondakh.
Di sisi lain, Michaela Elsiana Paruntu sebagai kader partai Gokar juga memiliki kans yang sangat potensial.
Golkar yang saat ini memiliki 6 kursi di DPRD Provinsi jelas menjadi kendaraan politik yang kuat dan dibutuhkan oleh E2L untuk bertarung di Pilkada.
Tak hanya itu, adik Ketua Golkar Sulut ini dianggap sebagai representasi perempuan dalam pertarungan Pilkada Sulut di 2024 ini.
“MEP sangat potensial juga mendampingi E2L. Catatannya Golkar siap mengalah dari Demokrat. Kekuatan mesin partai Golkar tidak perlu diragukan lagi dalam setiap kontestasi pemilu maupun Pilkada. MEP mendapatkan dukungan publik yang kuat karena dalam kontestasi Pileg kemarin berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Sulut,” ucap jebolan Ilmu politik UNDIP Semarang.
Dalam pandangannya, baik MJP dan MEP tentu memiliki keuntungan masing-masing bagi langkah E2L menuju kursi Gubernur Sulut.
“Harapan besar masyarakat Sulawesi Utara yang tergambar dari survei-survei yang mengunggulkan E2L untuk memimpin Sulut tentu bukan harapan kosong, maka E2L harus melangkah dengan tepat agar bisa segera memperoleh tiket menuju pertarungan Pilkada,” tutupnya.
Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, pilihan antara MJP dan MEP sebagai calon Wakil Gubernur menjadi sangat krusial bagi E2L dalam mengamankan tiket pencalonannya sebagai Gubernur Sulawesi Utara.
(***/jenlywenur)
