Berita Utama

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Bertindak, Inflasi Sulut Masuk Daftar Perhatian

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Bertindak, Inflasi Sulut Masuk Daftar Perhatian
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Suara.com/Lilis Varwati)

Jakarta, BeritaManado.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meminta para kepala daerah untuk lebih serius mengendalikan harga di wilayahnya.

Walaupun inflasi nasional secara umum terkendali, ia menyoroti ada delapan provinsi yang angkanya masih tinggi.

Menurutnya, jika inflasi dibiarkan melonjak, daya beli masyarakat akan langsung tergerus.

Tito menjelaskan bahwa inflasi nasional saat ini berada di angka 2,3% (yoy), sesuai target pemerintah.

Namun, ia mengingatkan ada beberapa daerah yang inflasinya masih di atas 3,5%.

Berikut delapan provinsi yang inflasinya masih tinggi:

  1. Sulawesi Barat,
  2. Riau,
  3. Aceh,
  4. Papua Pegunungan,
  5. Sulawesi Utara,
  6. Papua Selatan,
  7. Sulawesi Tengah, dan
  8. Sumatera Utara.

“Tolong kepala daerah yang inflasinya masih tinggi untuk duduk bersama dengan BPS, Bulog, dan asosiasi pengusaha. Cari penyebabnya, bisa karena suplai pangan kurang, tarif angkutan naik, atau distribusi terganggu akibat cuaca,” ujar Tito, dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com, Rabu (24/9/2025).

Dalam pandangannya, kenaikan harga di daerah sering kali dipicu oleh masalah distribusi, seperti cuaca ekstrem, mahalnya ongkos transportasi, atau bahkan praktik penimbunan barang.

Peringatan dari Mendagri ini langsung direspons cepat oleh sejumlah daerah.

Di Tanjungpinang, misalnya, Elfiani Sandri, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, menekankan pentingnya peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga melalui pemantauan rutin.

Respon serupa datang dari Kalimantan Barat. Harisson, Sekretaris Daerah, menyatakan siap berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog dan Satgas Pangan.

Ia menyoroti komoditas utama penyumbang inflasi, seperti cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras.

Harisson juga memastikan mereka akan menggunakan Sistem Peringatan Dini untuk mengantisipasi kenaikan harga.

“Kami di Kalbar berkomitmen menjaga stabilitas harga agar inflasi daerah tetap terkendali dan sejalan dengan target nasional,” tutup Harisson.

(jenlywenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara