Berita Utama

Memori Permesta di Desa Kawatak

Memori Permesta di Desa Kawatak
Areal Persawahan di Desa Kawatak.

Langowan – Sepintas lalu Desa Kawatak di Kecamatan Langowan Selatan terkesan seperti kumpulan pemukiman terpencil di lereng bukit yang oleh warga dikenal dengan nama Gunung Kawatak.

Namun, di balik areal persawahan ini menyimpan kisah dan memori masa lalu pada saat terjadinya pemberontakan yang dikenal dengan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) sekitar tahun 1958. Ironisnya, di tempat ini justru dikenal sebagai lokasi tewasnya seorang prajurit yaitu Mayor Rungkat bersama prajut lainnya pada waktu penyerangan tentara pusat (tentara pemerintah RI, red).

Kepada media ini, Stan Memah warga Desa Kayuran Bawah Kecamatan Langowan Selatan, salah satu saksi sejarah menuturkan, ketika itu terajadi gempuran dari pesawat-pesawat tempur tentara pusat yang bertujuan membasmi para warga dan tentara yang dianggap sebagai pemberontak. “Syukur kepada Tuhan karena saya masih hidup hingga sekarang. Saat terjadi serangan udara dari tentara pusat, saya dan warga lainnya menyingkir untuk mencari perlindungan di lereng Gunung Kawatak. Agak trauma jika mengenang ratusan peluru nyaris mengena tubuh saya dan warga lainnya,” ungkapnya.

Sayangnya, di balik kisah heroik Permesta ini justru tidak mendapat perhatian bahkan nyaris punah karena tidak dilestarikan. Para saksi sejarah satu per satu tutup usia dan sekarang tinggal beberapa orang saja. Generasi muda saat ini cenderung lebih memilih untuk mengikuti tren perkembangan teknologi dan fashion ketimbang mencari dan menyimpan memori sejarah tanah kelahiran mereka. (ang)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara