Manado – Penggunaan anggaran dalam pembuatan statuta Unsrat yang awalnya diindikasikan oleh Community Education Smart Care (CESC) melalui koordinatornya DR. Flora Kalalo, SH MH yang mengatakan menghabiskan anggaran Rp 1 milyar dari dana IMHERE, dibantah habis-habisan oleh pihak Universitas Sam Ratulangi Manado.
Kali ini langsung dibantah oleh koordinator pengelolah anggaran IMHERE, DR. Meis Nangoy, Phd MSc. Kepada beritamanado, Meis sapaan akrabnya mengatakan bahwa benar kalau anggaran statuta tersebut mengunakan dana IMHERE, namun tidak benar bahwa anggaran pembuatan statuta Rp 1 milyar.
“Benar adanya kalau anggaran yang dipakai dalam pembuatan statuta tersebut dari dana bantuan bank dunia atau IMHERE. Namun saya perlu menegaskan bahwa tidak benar bahwa pembuatan anggaran menghabiskan Rp 1 milyar,” papar Meis, pagi tadi.
Ditambahkan Meis, bahwa pihaknya siap mempertanggungjawabkan dana yang digunakan untuk pembiayaan pembuatan statuta tersenut. “Yang benar dana yang digunakan dalam pembuatan statuta adalah Rp45 Juta. Dan pihak kami siap mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tersebut apabilah dibutuhkan oleh publik,” tambah Meis yang didampingi kabag humas Unsrat Daniel Pangemanan. (gn)

kepada wartawan berita manado, gelar apa model bagini:
DR. Meis Nangoy, Phd MSc….???
boleh rubah akang sto kang… masa Phd dulu baru Msc…
terus…Dr itu so sama dgn PhD jadi nda perlu kase tulis dua2…
Saya dan rakyat negara donator IMHERE dengan patuh membayar pajak dengan rela dan mengharapkan membaiknya global education demi untuk
membaiknya kwalitas pendidikan/research perguruan tinggi, pengiriman te
naga pengajar keluar negri, dsb. Mudah2an issue ini tidak benar dan tidak
mengecewakan kami.
Slm.
fairly, kita cuma punya satu keprihatinan pa unsrat… ganti jo kwa tu humas…
lebe bagus dari kalangan akademisi jo….
Ha ha ha, habis isu ini apalagi? Apakah sudah tidak ada akal sehat dan sportivitas lagi dari sementara dsen Unsrat untuk berkompetisi memenangkan Pilrek Unsrat 2012 yad. Pak Daniel dan Dr. Meis, ndak usah repot2 menjelaskan kepada pembaca2 yang apriori tsb. Kalau pembaca yang kritis pasti tidak mudah dipengaruhi oleh pernyataan2 yang tidak berdasar tsb.