Berita Utama

Maurits Mantiri – Hengky Honandar Nyatakan Bitung Berstatus Tanggap Bencana

Maurits Mantiri - Hengky Honandar Nyatakan Bitung Berstatus Tanggap Bencana
Maurits-Hengky saat pimpin rapat dengan Forkopimda terkait status bencana Kota Bitung

Bitung, BeritaManado.com – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri-Hengky Honandar memimpin rapat peningkatan status bencana Kota Bitung dari siaga bencana menjadi tanggap bencana, Selasa (10/5/2022).

Rapat itu digelar di Ruangan VIP Kantor Wali Kota bersama Forkopimda dan dihadiri sejumlah Pemkot Bitung, seperti Plh Sekretaris Daerah Kota Bitung, Forsman Dandel, Inspektur, Yoke Senduk, Kalaks BPBD, Fivi Kadeke, Kaban Keuangan, Franky Sondakh serta Stafsus yang membidangi.

Wali Kota dalam rapat itu, menyampaikan berbagai dasar sehingga status bencana Kota Bitung dari siaga dinaikkan menjadi tanggap darurat.

Menurutnya, berdasarkan laporan para lurah dan camat pada tanggal 28,30 April 2022, kemudian tanggal 1, 3, 5 dan 6 Mei 2022 telah terjadi beberapa kejadian bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di beberapa titik wilayah yang ada di Kota Bitung.

“Bencana yang terjadi di Kota Biung, seperti angin kencang disertai hujan, terjadi dalam kurun waktu melebihi normal mengakibatkan tanah longsor, banjir serta pohon tumbang. Untuk itu, reaksi cepat dalam menangani bencana yang terjadi harus benar-benar ditingkatkan untuk keselamatan kita semua,” kata Maurits.

Dengan dasar itu, lanjut Maurits, dirinya bersama Wakil Wali Kota menerbitkan surat Nomor: 188.45/hkm/sk/113/2022 tanggal 14 April 2022 tentang penetapan status siaga darurat bencana banjir, longsor, serta angin kencang di Kota Bitung.

Surat itu juga berdasarkan perkiraan potensi banjir pada bulan Mei tahun 2022 yang di keluarkan oleh BMKG bekerjasama dengan Kementerian PUPR serta Badan Informasi Geospasial (BIG) Kementerian SDM pada tanggal 26 April 2022.

“Ada juga surat dari BNPB Nomor: b-154/BNPB/dii/bp.03.02/04/2022 tanggal 28 April 2022 tentang peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman banjir dan gerakan tanah (longsor) periode bulan Mei,” katanya.

Peningkatan status itu, lanjut dia, guna mengurangi dampak bencana yang ditimbulkan setelah dilakukan kaji cepat oleh Tim Raksi Cepat BPBD Kota Bitung di lokasi bencana banjir yang disertai material pasir dan lumpur, tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa titik di wilayah Kota Btung.

‘’Jadi kita semua harus tetap siap siaga dalam menghadapi berbagai macam bencana yang kita tidak tahu kapan datangnya, karena sekarang musim hujan, kami meminta kepada masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai untuk selalu waspada terhadap segala macam kemungkinan yang kita tidak inginkan,” katanya.

Wakil Wali Kota menambahkan, semua masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan di masing-masing, terlebih khusus yang daerah rawan tergenang air.

“Bersihkan saluran yang banyak tumpukan sampah dan lebih khusus jangan membuang sampah ke selokan, buanglah sampah pada tempat yang sudah di sediakan. Dan untuk daerah rawan longsor tetap harus waspada,” kata Hengky.

Hengky juga mengajak semua agar berkolaborasi dalam rangka mencegah dan meminimalisir bencana apapun itu.

“Kolaborasi ini meliputi semua pihak, mulai dari masyarakat sendiri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, TNI, Polri serta instansi vertikal. Dengan kerja kolaborasi atau gotong royong ini pasti kita semua bisa mencegahnya atau setidaknya bisa meminimalisirnya,” katanya.

(***/abinenobm)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara