Agama dan Pendidikan

Masuk Kedokteran Harus Kantongi 70 Juta

Masuk Kedokteran Harus Kantongi 70 Juta
Kantor Pusat Unsrat (foto beritamanado)

Manado – Ujian masuk perguruan tinggi negeri memasuki hari terakhir. Kekuatiaran orang tua makin memuncak menyusul besarnya duit untuk memasukkan anak mereka studi di perguruan tinggi termasuk Universitas Sam Ratulangi. Seperti yang dialami Ny Marini, asal Sangihe yang mengeluhkan anaknya mendaftar melalui jalur tomou tou (T2) dengan mengeluarkan uang sampai Rp 70 juta masuk Fakultas Kedokteran.

“Kasiang torang ini dari kampung dana sebesar itu tak mungkin kami punya. Kalau sekitaran 30 juta kami berusaha cari, itupun terpaksa menjual budel atau warisan,” terangnya. Dia pun tak mengira harus menyiapkan uang sebanyak itu. Menurutnya, sejak awal hanya berpikir cuma cerita orang kalau masuk Fakultas Kedokteran mengeluarkan uang 50 juta sampai 100 juta, ternyata cerita itu benar dan dialami sendiri.

“Kalau seperti ini kemungkinan anak saya batal masuk kedokteran,” sergahnya. Pihak rektorat Unsrat dan Fakultas Kedokteran hingga berita ini ditulis belum berhasil dikonfirmasi.(aha)

22 tanggapan untuk “Masuk Kedokteran Harus Kantongi 70 Juta”

  1. adoh setau li kita ini kedokteran kalo belum menyentuh 200jt masih murah. ngo pi bandingkan dengan mo maso di pulau-pulau jawa. nya ada cuma 70 juta. paling murah leh 125jt. riki Tumou Tou cm bayar 50rb. ngo lia m b daftar tmpa laeng nyanda ada yang bgt. minimal 250rb itu paling murah, itupun jalur berprestasi. memang mo jadi dokter nyanda murah deng gampang. kalo nyanda suka kaluar doi banya jang pi iko noh itu jalur. lewat sbmptn lebe murah. kurang kase kuat tu otak bersaing.

  2. buat opo juga (provokator,..,org stres.,,etc)

    nda usah gontaganti nama opo,,..qta nda biongo sama dgn ngana.,.,qta bukang papangdusta sama dgn ngoni opo dkk.,,..nda ada yg disangkal itu qta ada blg2..,.soalnya ngoni pe kerja kan lapor sana,,,..lapor sini biar badusta samua.,..,jadi so nda heran qta.,..,malah sebenarnya qta yg heran so bilang2 prof. donald itu ‘saudara’.,..,so tatoki stow ngana ini dia.,..torang masih hidup karna bawa suara yg benar.,..,mar samua so tau ngoni itu bawa suara macam apa..,..rektor dari dulu memang punya depe cita2 luhur nda sama dgn ngoni yg perusak.,,.,sampe sekarang nda ada yg menyimpang baik itu karna rektor ato org2 yg ada di sekelilingnya.,..,nda sama dgn ngoni pake acara ancam2 pa setiap dekan..,,.kalo nda lawan pa rektor.,..ngoni mo lapor samua.,…,so ngana pe kalakuan lebe dapa
    kasihannnnn………..

  3. Voor Nikom (rektor pe pesuruh,anak,ponakan,etc)

    Kelihatan sekali bahwa anda mempunyai hubungan yang erat sekali dengan rektor unsrat. Walaupun anda menyangkal tapi bahasa anda tidak bisa berdusta.
    Kasihan melihat orang2 serupa anda masih hidup dilingkungan pendidikan perguruan tinggi baik sebagai kolega ,keluarga, atau apapun keterkaitan anda dengan saudara donald.Mungkin rektor yang semula mempunyai cita2 yang luhur untuk memajukan unsrat telah menyimpang karena di kelilingi orang2 seperti anda. Kasihannnnnnnnnnnn……..

  4. baru ngana pe nama so mengindikasi provokator..,..qta tau ngana mengarah pa sapa pake2 itu nama ‘roni’.,..apalagi ada hadir di DPRD so lebe jelas..,.biongo leh koteen ngana..,,.mana ada aliran maso ke CIMB Niaga..,..kantara asbun sekali ngana provokator.,…,kalo ngana pe asbun jelas bagitu kapa nda lapor jo dang.,…soalnya PPATK lagi nda telusuri sekarang noh.,..,dgn leh kalo PNBP nda besar bagitu.,..,itu pembangunan infrastruktur mo itu sarana dan prasarana mo ambe dimana dgn yg laen2.,..,memang mo ambe pa ngana pe ketiak.,..,ngeces doang loe geblek.,..,hahahaa

  5. Fakultas kedokteran akan menjadi fakultas dgn mempertimbangkan aspek kemanusiaan kalau uu menegaskan alumni nya setelah usia 40th baru boleh mengabdi dikota, dibw usia 40 mereka hanya diberi ijin di pedesaan, pedalaman maupun perbatasan. Kalau masih spt skrg otomatis FK menjadi fakultas bisnis krn outputnya sdh di tunggu industri farmasi dan rmh sakit sbg agen penjualan

  6. hmmm bukan bicara rasis…mar memang itu realita….Ingat yg disetor ke rumah Rike n kantin Unsrat kemudian dibawa ke CIMB Niaga Samrat itu lebe besar dari ke jalur rek rektor Unsrat….PPATK lagi telusuri….Apalagi di DPRD Rektor bilang dana PNBP Unsrat ada 150 M di kas…hmmmm kas yg mana kang…..Semua kontraktor relasi Unsrat tahu….—————–…capedeeeh

  7. @ronipoli: coba kalo kase komentar yang cerdas & membangun..jangan rasis..bagaimanapun juga mereka itu tetap ciptaan Tuhan..

  8. qta bukang rektor pe pesuruh,.,,karna qta kase komentar disini rektor nda pernah suruh dgn rektor leh paling nentau kalo qta kase komentar disini.,…mana dia mo pusing dengan nama2 yg nda jelas bagini.,,,,.

    mar bukang cuma ngana leh so baca link dari detik.,..qta leh so baca waktu itu berita dirilis kemarin
    http://news.detik.com/read/2012/06/15/064431/1941878/10/demi-kemanusiaan-biaya-masuk-fakultas-kedokteran-harus-paling-murah?9922022
    ahhh dgn adanya penetapan bagitu tinggal bandingkan jo dgn unsrat punya bagemana.,..qta coba cek di website unsrat ternyata so jelas samua ktek…,.kalo ada yg aneh langsung lapor saja nda usah pake bumbu2 masako dan ajinomoto..,,.

  9. Pencerahan voor Nikom(rektor pe pesuruh) & orang_benar(orang terkaya di manado)
    Jakarta Ratusan juta rupiah untuk menjadi mahasiswa fakultas kedokteran di perguruan tinggi negeri di Indonesia bukanlah kabar baru. Namun, hal ini menjadi perhatian karena UU Badan Hukum Pendidikan telah dicabut.

    “Saya kira pemerintah harus mengambil lebih banyak tindakan dan perhatian,” kata pengamat pendidikan, Darmaningtyas, pada detikcom, Jumat (15/6/2012).

    Darmaningtyas menjelaskan fakultas kedokteran seharusnya menjadi fakultas termurah di Indonesia. Pertimbangannya adalah demi kemanusiaan dan pelayanan profesi dokter itu sendiri.

    “Seharusnya fakultas kedokteran tidak menjadi fakultas termahal, tapi termurah. Kedokteran untuk kemanusiaan, jadi diharapkan jadi dokter harus untuk pelayanan,” harap Darmaningtyas.

    Darmaningtyas menyangsikan Universitas Jenderal Soedirman yang mengklaim biaya masuk fakultas kedokterannya Rp. 0. Ia menduga biaya yang bisa disebut gratis tersebut hanya untuk satu hingga dua calon mahasiswa.

    “Yang Rp. 0 itu berapa persen? Dari mahasiswa kalau dari satu atau dua orang bisa saja,” ujar Darmaningtyas.

    Pria yang berasal dari Yogyakarta ini juga mengkhawatirkan mahalnya biaya fakultas kedokteran di Indonesia. Biaya yang mahal tidak menentukan kapasitas kemampuan para calon dokter.

    “Bahayanya yang diterima fakultas kedokteran adalah orang-orang yang tidak punya kapasitas. Malah ke depan bisa terjadi malpraktek,” imbuh Darmaningtyas.

    Pada berita sebelumnya, Universitas Jenderal Soedirman mengklaim uang masuk Rp 0 untuk fakultas kedokteran dan fakultas lainnya. Berikut kebijakan kampus lain dalam menarik uang masuk kuliah seperti tercatat oleh detikcom:

    1. Universitas Diponegoro (Undip), Semarang

    Untuk jalur mandiri FK, dana sumbangan pengembangan manajemen pendidikan (SPMP) mencapai Rp 125 juta. Sementara, Sumbangan Pengembangan Intitusi (SPI) Rp 5 juta, Praktikum Responsi dan Kegiatan Perkuliahan (PRKP) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) masing-masing Rp 2 juta.

    2. Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta

    Mahasiswa Ilmu Kedokteran yang orang tuanya memiliki pendapatan kurang dari atau sama dengan Rp 1 juta dibebaskan membayar Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA). Mahasiswa yang penghasilan orang tuanya antara Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta maka diwajibkan membayar Rp 10 juta. Lalu mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta harus membayar SPMA sebesar Rp 15 juta.

    Sedangkan mahasiswa yang orang tuanya memiliki pendapatan antara Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta maka harus membayar SPMA sebesar 20 juta. Bagi yang orang tuanya sangat mampu, ditandai dengan penghasilan lebih dari Rp 7,5 juta maka harus membayar SPMA Rp 100 juta.

    3. Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar

    Unhas menawarkan beragam jalur masuk ke jurusan favorit di FK . Mulai dari jalur SNMPTN, undangan, hingga non-subsidi. Biayanya juga beragam, dari Rp 600 ribu per semester hingga Rp 125 juta.

    4. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    ITB tidak membuka lagi jalur mandiri atau kelas khusus. 100 Persen mahasiswa dan mahasiswi ITB direkrut dari jalur SNMPTN. Setelah lulus tes, mereka akan dimintai kesanggupan membayar Rp 55 juta, tetapi bagi mahasiswa tidak mampu bisa mendapat subsidi 100 persen.

    5. Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat

    UI mematok uang pangkal bagi FK sebesar Rp 25 juta dengan uang semester maksimal Rp 7,5 juta.

    6. Universitas Riau

    Selain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), kampus Universitas Riau membuka jalur mandiri. Khusus FK, setiap calon mahasiswa diwajibkan membayar Rp 125 juta.

  10. Memang pendidikan hal yang sangat penting. So itu ini diskusi menjadi rame. Ini memang penting agar dunia pendidikan menjadi lebih baik dan lebih transparan. Cuma sangat disayangkan kalu torang berargumentasi cuma karena “dengar cirita” rupa komentar “Pembaca”. Ini katu bisa mengarah ke fitnah. Kita juga ingin sarankan ke Ibu/Bpk “Dokter”, kalu memang memang punya bukti yang kuat dan KPK belum menanggapi laporannya, lapor juga di Polda atau Kejaksaan, atau buka tu bukti dipublik supaya anda tidak terindikasi asal ngomong.

  11. Coba bandingkan dgn bbrp universitas negeri seperti: UNDIP, UGM, UNHAS, ITB, UI di sini:
    “Demi Kemanusiaan, Biaya Masuk Fakultas Kedokteran Harus Paling Murah”
    http://news.detik.com/read/2012/06/15/064431/1941878/10/demi-kemanusiaan-biaya-masuk-fakultas-kedokteran-harus-paling-murah?9922032

    Terima kasih BeritaManado sudah mengangkat hal ini shg bisa jadi perhatian warga Sulut.
    Persoalan provokator atau bukan, apa lagi terkait suksesi Rektor Unsrat, nampaknya tdk relevan diperdebatkan di topik ini.

  12. heran juga ini komentar2 mo bilang biongo mar memang nintau stou memang apalagi so pake bumbu2 dari tukang fitnah tambah rusak semua. namanya maso kedokteran memang mahal, kalo suka murah nda usah jauh2 maso jo di unhas. palingan cuma 300-400 juta, lebe ‘murah’ kang? hahahaha……

  13. wahhh…,provokator2 kembali unjuk gigi,..,apalagi ini ‘dokter’ gadungan.,..yg qta tau tukang lapor di KPK cuma org2 dari kelompok provokator.,.,..dan fakta di lapangan tidak demikian ‘dokter’ provokator.,,, samua itu langsung disetor di Bank dengan jumlah yg berbeda2 dari tiap2 JALUR yg ada

    kalo memang orang tua nda mampu ada jalur BIDIK MISI (program dikti) dan jalur program MAPALUS (cuma ada di dalam program Prof. Donald Rumokoy) yang kedua2nya tidak ada bayaran sepeser pun alias GRATIS.,,.jadi ngana ‘dokter’ gadungan nda usah jadi provokator orang tukang putar bale cerita..,..

    apalagi kalo ngana ‘dokter’ gadungan so bawa2 nama pemilihan rektor terus pake acara sogok sana-sini,.,..yg betul ngana itu tukang sogok sana-sini sampe sogok Tim Inspektorat dan rekomendasi ombudsman.,.,,biar ngoni mo bukang apa leh tetap gatot samua ngoni pe usaha,.,, baru nama kwa provokator.,..,memang itu menteri ngana boleh mo ator.,..,dan yang pasti provokator itu pemilihan itu diulang karna masalah administrasi.,..,bukang karna ngoni2..,. nda ada yang disogok karna cuma buang2 doi itu samua..,.

    ngana bilang sandiri ada bukti.,..,lapor saja terus ke penegak hukum.,..,qta dukung mar jangan cuma asal bunyi disini.,..nanti torang buktikan sapa yg butul dan sapa yg putar bale.,,..soalnya selama ini ngoni pe laporan nda ada yang terbukti alias noh BASAR..,..

  14. wah kenapa cuma mahasiswa baru,,…yg ambe spesialis sekarang so amper samua orang luar n mata sipit…miliaran…kong yg tentukan cuma…kepala RSUP, Dekan Faked n tentunya penguasa Rektor…..Polda, Jaksa…dimana taringmu?????siap2 jo banyak keracunan obat n ndak mampu bayar kesehatan…hmmmmmm…RSUP Rumah Sakit Untuk Penguasa

  15. Ada tambahan info dari mahasiswa bahwa uang semester tidak sama satu dgn yang lain. Sedangkan UNHAS hanya meminta 600.000 rph/semester ,bandingkan dgn unsrat yang meminta 3-4 juta/semester. Ini sebenarnya yang harus diperiksa oleh kepolisian.

  16. Dulu kita pernah dengar cerita begini (tapi ini beberapa periode yg lalu): Dekan Fakultas Kedokteran saat itu ingin mempertahankan kualitasnya dengan tidak menerima mahasiswa melebihi daya tampung (daya tampung berhubungan dgn ketersediaan sarana praktek mahasiswa – misalnya ketersediaan cadaver yg terlalu sedikit dibandingkan jumlah mahasiswa yg berjubel, dsb), tapi ini tidak sejalan dengan keinginan pimpinan universitas saat itu yg menginginkan kuota dinaikkan. Karena ini tidak sejalan dengan prinsipnya (tanggung jawab moral dsb) sang dekan akhirnya memutuskan meninggalkan dunia pendidikan. Kalo gak salah info lho, karena ini cerita juga kebetulan kita cuma dengar dari seseorang.

  17. Yth Learner & linda,
    Hal ini sudah pernah dilaporkan bahkan saya sudah pernah mengirimkan data ke KPK tapi belum mendapat tanggapan, saya mendapat info bahwa bukti2 yang dikirimkan sudah banyak yang diterima KPK, cuma mereka mempunyai skala prioritas untuk menyelesaikan perkara.
    Terima kasih.

  18. Biaya yang dikeluarkan para calon dokter di Unsrat sudah jadi rahasia umum, tapi anehnya kenapa para calon dokter ini terkesan “menikmati” pemerasan dan tidak melaporkan ke penegak hukum.
    Saya setuju dengan saudar/i Learner, harusnya melapor jangan hanya diam, jika tidak maka praktek pemerasan ini akan terus berlanjut dan hanya menjadi rahasia umum serta omong kosong belaka….kenapa takut untuk membongkar borok di kedokteran unsarat?? ada apa dengan para calon dokter???

  19. Pak/Ibu dokter yang baik, sebagai warga Sulut kami sangat berterima kasih atas infonya. Namun kalau memang punya bukti dan tidak asal ngomong sebaiknya dilaporkan saja ke pihak yang berwajib. Soalnya kalau cuma mengungkapkan disini, nanti kesannya cuma asal ngomong. Karena kalau cuma asal ngomong, nanti harus dipertanggungjawabkan juga di dunia akhir.
    Salam.

  20. @Dokter
    Anda tidak sendirian. Apa yg Anda tulis itu semua banyak dialami oleh para mahasiswa kedokteran Unsrat.

    Nampaknya Unsrat lupa bhw mereka harusnya “mendidik” calon dokter, bukan hanya “mengajar” calon dokter.
    Mendidik artinya juga membentuk karakter mereka menjadi dokter yang baik.

    Kalau baru masuk saja sudah harus mengeluarkan “investasi” puluhan hingga ratusan juta rupiah, tidak mengherankan bhw nantinya setelah menjadi dokter merekapun harus segera mendapatkan “pengembalian investasi” tsb secepatnya, bukan?

    Hasilnya adalah Unsrat meluluskan para dokter yang komersil, lebih berorientasi pada uang–bukannya pengabdian kepada masyarakat.
    Para dokter tsb. memilih utk memberikan resep obat2 yg mahal kpd pasien. Karena semakin mahal obatnya, maka semakin banyak pula “komisi” yg mereka peroleh dari produsen/penyalur obat tsb. Bukankah para dokter tadi harus mengejar “setoran” demi pengembalian investasi pendidikan secepatnya?
    Dampaknya? Masyarakatlah yg harus menanggung tingginya biaya pengobatan tsb!!!

    Tentu tidak semua dokter lulusan Unsrat seperti itu. Tapi demikianlah kenyataannya.
    Akbiat Manajemen Rektorat Unsrat yg mematok harga tinggi bagi para calon mahasiswa, maka rakyatlah yg menderita….

  21. Yth Para Pembaca,
    70 juta itu kan resmi yang di publish tapi kenyataannya diluar dugaan anda semua,dan itu sudah berlangsung sejak Rektor yang saat ini menjabat.
    Supaya diketahui yang lulus UMPTN (tahun lalu) saja disuruh membayar 50 juta, sedangkan yang T2 di atas 150 juta dan yang tidak lulus dua2 nya bole masuk tanpa tes tapi harus membayar 200-300 juta. Saya mempunyai bukti mengenai semua ini, jadi tidak asal ngomong.
    Berita terakhir pemilihan rektor ditolak oleh Menteri tapi yang bersangkutan sudah beberapa hari di jakarta untuk memperjuangkan supaya segera dilantik, tentu dengan menyogok kiri kanan dengan jumlah yang fantastis .
    Demikian berita terakhir dan pesan saya buat rektor: Duit yang anda ambil tetap anda harus pertanggung jawabkan di dunia akhir, dan seandainya anda berumur panjang, anak dan cucu anda yang akan menanggung semua akibat perbuatan anda. Coba di renungkan…………
    Salam.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara