Berita Utama

Masih Ada Duka di Balik Riak Tenang Kolam Selarrya Minut

Masih Ada Duka di Balik Riak Tenang Kolam Selarrya Minut
Karikatur kesedihan keluarga korban tenggelam. Foto: Ist

Minut, BeritaManado.com — Senyum seorang anak kecil kini hanya tinggal kenangan.

Peristiwa tenggelamnya seorang bocah di Kolam Selarrya, Desa Maumbi, Minahasa Utara, pada Juli 2025 lalu, masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga.

Risky, ayah korban, hingga kini masih berjuang menguatkan diri.

Setiap kali mengingat tawa anaknya, yang kini tak lagi terdengar, air matanya tak tertahankan.

Kepada wartawan, Kamis (2/10/2025), ia kembali menceritakan dukacita kehilangan itu.

“Saya sebenarnya tidak mau menuntut apa-apa. Tapi sikap pemilik kolam yang cuek membuat saya harus bicara. Anak saya sudah tiada, tapi kepedulian mereka pun tidak ada,” ujar Risky lirih.

Menurut Risky, sejak kejadian itu, pihak pengelola hanya menanggung biaya penanganan darurat di rumah sakit.

Setelahnya, tidak ada lagi perhatian—bahkan sekadar datang ke rumah duka pun tak pernah dilakukan.

“Katanya anggota dewan, mana kepeduliannya?,” ucap Risky, suaranya bergetar menahan marah sekaligus pilu.

Lebih dari sekadar biaya, Risky menyesalkan minimnya fasilitas keselamatan di dalam kolam.

Tak ada CCTV, tak ada penjaga khusus penyelamat, dan tak ada pengawasan memadai.

“Padahal kami masuk bayar, seharusnya ada fasilitas keselamatan,” tambahnya.

Kini, satu-satunya harapan keluarga adalah kepastian hukum.

Risky bersyukur Polres Minahasa Utara mulai serius menangani kasus ini.

Ia hanya ingin keadilan bagi anaknya yang tak sempat tumbuh besar.

Di sisi lain, pemilik Kolam Selarrya, Novie Paulus, membantah tudingan itu.

Ia mengklaim fasilitas keamanan tersedia, bahkan menyebut bahwa peristiwa naas tersebut terjadi karena kelalaian orang tua.

“Petugas kami bilang, anaknya sangat gesit dan aktif. CCTV dan penjagaan ada, hanya memang kejadian itu di luar kendali,” kata Novie.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara