
Bitung, BeritaManado.com – Warga Kelurahan Manembo-nembo dan Kelurahan Girian Weru berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.
Gempa dengan kekuatan 5.7 SR mengguncang dua kelurahan itu, Sabtu (05/06/2021) pagi disaat warga baru memulai beraktivitas.
Kepanikan warga reda setelah sejumlah pemuda mengenakan seragam bertuliskan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan slayer berwarna kuning dengan logo KSB bereaksi cepat menenangkan warga serta membantu melakukan evakuasi.
Tidak hanya itu, dengan sigap anggota KSB langsung melakukan pendataan warga yang menjadi korban, mendirikan posko dan dapur umum hingga tenda evakuasi bagi warga yang butuh penanganan medis akibat gempa.
Korban jiwa dapat diminimalisir dan warga di dua kelurahan itu tahu apa yang akan diperbuat serta akan kemana mencari lokasi aman dengan mengikuti arahan dari para anggota KSB.
Itulah gambaran simulasi penanganan bencana yang diperagakan ratusan anggota KSB yang baru usai mendapat pelatihan Pencanangan KSB Berbasis Kawasan di Kota Bitung.
Simulasi itu digelar di Stadion Duasudara yang dirangkaikan dengan Puncak Pencanangan KSB Berbasis Kawasan di Kota Bitung disaksikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri-Hengky Honandar serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut, Rini Tamuntuan.
Menurut Rini, program KSB merupakan program dari Kementerian Sosial RI melalui pihaknya dan tahun ini dua kelurahan di Kota Bitung menjadi lokasi pembentukan KSB Berbasis Kawasan.
“Dengan terbetuknya KSB di Kelurahan Manembo-nembo dengan Kelurahan Girian Weru, maka Kota Bitung sudah ada tiga KSB yakni satu KSB Kelurahan Girian Bawah yag sudah terbentuk dari tahun 2015,” kata Rini.
Sementara itu, Wali Kota mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Provinsi Sulut yang telah menjadikan dua kelurahan di Kota Bitung sebagai KSB Berbasis Kewilayahan.
Menurutnya, kegiatan simulasi serta pengukuhan tim siaga bencana yang dilaksanakan adalah bagian dari upaya untuk membentuk jejaring kesiagaan bencana berbasis masyarakat.
“Selain hal itu sejalan dengan alasan penting penanggulangan bencana berbasis masyarakat yaitu pelaksanaan kampung sehingga prinsip siaga mengutamakan kemandirian bencana masyarakat,” kata Maurits.
Kedepannya kata dia, kelurahan lain harus juga dibentuk KSB terutama wilayah yang rentan terjadi bencana agar masyarakat bisa terlatih mengantisipasi saat bencana.
“Masyarakat Kecamatan Girian dan Kecamatan Matuari, kami mita memanfaatkan sebaik-baiknya program ini, raihlah informasi dan keterampilan sebanyak banyaknya untuk mewaspadai potensi maupun ancaman sehingga menjadi bekal baik dalam mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya resiko akibat bencana,” katanya.
Hadir juga dalam acara itu Kepala Seksi Mitigasi Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI, Tota Osena, Kepala Dinas Sosial Pemkot Bitung, Give Mose, Kepala BPBD Pemkot Bitung, Rudy Wongkar, Camat Matuari, Sefferson Sumampouw dan Camat Girian, Musli Antameng serta sejumlah pejabat lainnya.
(abinenobm)
