
Satu data mengejutkan: Manado pernah berada di urutan kedua kota ternyaman di Indonesia, mengalahkan Jakarta, Bandung, bahkan Surabaya.
Bukan klaim tanpa dasar. Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Manado di tahun 2024 sudah menyentuh 81,86 dengan status “sangat tinggi” melampaui rata-rata nasional.
Lalu apa sebenarnya yang membuat kota di ujung utara Sulawesi ini dinilai lebih nyaman dari ibu kota negara?
Manado Ungguli Jakarta dalam Indeks Kenyamanan Kota Versi IAP
Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia — organisasi profesi perencana kota tertua di Asia Tenggara — secara rutin merilis Most Livable City Index (MLCI), yaitu indeks kota layak huni berbasis persepsi nyata warga terhadap kota tempat tinggalnya sendiri.
Dalam penelitian IAP pada tahun 2009, Kota Manado berada pada urutan kedua kota ternyaman di Indonesia.
Berdasarkan survei IAP yang melibatkan 15 kota besar, nilai rata-rata indeks kenyamanan kota nasional tercatat 54,26. Kota-kota dengan indeks di atas rata-rata adalah Yogyakarta, Denpasar, Makassar, Manado, Surabaya, dan Semarang.
Adapun Jakarta justru masuk dalam daftar kota dengan indeks di bawah rata-rata nasional — bersama Bandung, Batam, Jayapura, Palembang, Palangkaraya, Pontianak, dan Medan.
Data lengkap MLCI IAP bisa diakses langsung di iapindonesia.org.
Apa yang Dinilai IAP — Bukan Sekadar Gedung dan Jalan
Aspek yang menjadi acuan IAP meliputi kemudahan akses menuju tempat kerja, biaya hidup, kualitas lingkungan, pelayanan publik, dan kualitas interaksi sosial.
MLCI merupakan indeks pionir yang berbasis survei dan persepsi warga kota terhadap kotanya sendiri, yang diharapkan menjadi benchmark kualitas kehidupan di kota-kota Indonesia.
Penilaian inilah yang justru menguntungkan Manado — karena keunggulannya bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan soal bagaimana warganya merasakan hidup di sana.
Mengapa Warga Manado Merasa Lebih Nyaman Dibanding Jakarta?
Jawabannya ada di budaya dan ritme kota.
Slogan “Torang Samua Basudara” bukan sekadar jargon wisata — ini adalah cerminan nyata kehidupan sosial masyarakat Minahasa yang terbuka, hangat, dan lintas batas agama maupun suku.
Buktinya, data terbaru memperkuat hal ini. Manado secara konsisten berada di papan atas sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, berdasarkan laporan SETARA Institute yang diluncurkan pada Mei 2025.
Toleransi tinggi, kemacetan yang masih lebih ringan dibanding kota megapolitan di Jawa, dan biaya hidup yang lebih terjangkau — kombinasi ini yang membuat banyak orang dari luar daerah merasa betah menetap di Manado.
IPM 81,86: Manado Lampaui Rata-Rata Nasional
Data BPS membuktikan kualitas hidup di Manado bukan sekadar persepsi.
IPM Kota Manado pada tahun 2024 tercatat sebesar 81,86, meningkat dari 81,40 pada tahun 2023. Peningkatan terjadi pada tiga dimensi sekaligus: umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan, serta standar hidup layak.
Status pembangunan manusia Kota Manado berada pada level “sangat tinggi”, melampaui angka IPM Provinsi Sulawesi Utara maupun rata-rata nasional.
