Manado – Menanggapi mundurnya beberapa bakal calon legislatif karena biaya kampanye yang besar ditanggapi kritis oleh akademisi Unsrat, Mahyudin Damis.
Menurutnya jika bacaleg yang bermodal kecil memilih mundur maka ini menandakan demokrasi Indonesia sedang sakit.
Jika bacaleg pas-pasan ini punya kapasitas dan integritas memilih mundur karena ongkos politik mahal maka ini pertanda demokrasi Indonesia sakit – Mahyudin Damis.
Ketika diminta penjelasan terkait sakitnya demokrasi di Indonesia maka dirinya menjelaskan karena kursi-kursi di dewan yang seharusnya diisi oleh orang-orang yang berintegritas dan punya kemampuan malah diisi oleh mereka yang punya uang dan kekuasaan.
“Kenapa sakit? Karena kursi-kursi yang sejatinya diisi oleh orang-orang yang pantas menyuarakan aspirasi rakyat hanya akan diisi oleh pengusaha dan kerabat pejabat yg notabene minus perjuangkan kepentingan publik,” terangnya kepada BeritaManado. (jfm)

Pak mahyudin…beritanya sudah bagus koq difollow up dengan statemen yang menunjukkan bahwa pak Mahyudin ‘membeo’ dari Tjipta…
hehehehe…
Einstein juga masuk kategori ‘gakin’ jadi gak bisa jadi nyaleg…
hiihihihi….
HARUS ADA KONTROVERSI HATI ala Vicky Prasetyo
Kontroversi Bunda Putri
Ada ‘Sesuatu’ di Balik Sewotnya SBY saat Komentari Bunda Putri
Rabu, 16 Oktober 2013 17:02 WIB
“Ini sudah terang benderang, tapi orang masih takut membuka siapa sebetulnya Bunda Putri. Ini menunjukkan demokrasi di Indonesia sakit,” ungkap Tjipta kepada wartawan usai diskusi soal Pemilu 2014 di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2013).