
Manado – Keharuan diselimuti sukacita terpancar dari puluhan mahasiswa Papua ketika menerima pelayanan Firman Tuhan dari Maya Rumantir di asrama Cenderawasih, Kelurahan Tataaran Patar, Tondano, Jumat (24/10/2014) siang.
Didampingi Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor dan anggota DPRD Sulut Wenny Lumentut dan Juddy Moniaga, ketua Yayasan Maya Bakti Pertiwi ini memberikan bekal firman Roma 12: 9-21, Nasihat untuk hidup dalam kasih.

“Tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan karena firman Tuhan berkata pembalasan adalah hakKu. Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Untuk proses hukum serahkan kepada aparat hukum karena negara kita adalah negara hukum”, ujar Maya Rumantir dihadapan puluhan mahasiswa Papua.
Erika Satia, atas nama mahasiswa Papua berterima-kasih atas kunjungan kasih Maya Rumantir dan Tim Indonesia Bersinar.
“Ternyata Tuhan sangat mengasihi kami. Pelayanan ibu Maya memberi kami harapan sekaligus momentum introspeksi bagi kami untuk lebih mengenal Tuhan”, tutur mahasiswa Unima asal Serui ini. (jerrypalohoon)

Miras dan Main Hakim sendiri adalah 2 hal yg sama2 menyebabkan hidup menjadi tidak tenang. Namun apa boleh buat peristiwa telah terjadi meninggalkan luka dan dendam tp harus diingat luka dan dendam tak akan menyelesaikan masalah malah akan melahirkan masalah baru. Sbg anak 2 Tuhan tinggalkan mabuk dan bersyukur kepada Tuhan atas karyanya dlm hidup ini. Ingat torang samua basudara dlm Tuhan. Pesan sy sbg senior sy harap ade2 mahasiswa jaga diri,bergaul dgn masyarakat lokal dan selesaikan kuliah tepat waktu.Bagi masyarakat Minahasa khususnya masyarakat Tataaran ingatlah pesan Tuhan untuk saling mengasihi jgn main hakim sendiri. Ingat juga pesan Dr. Sam Ratulangi Sitou Tumou Tomou Tou artinya didiklah org Papua lalu kembalikan mereka ke Papua agar mereka dpt membangun Daerahnya. Mari kita ini seiman jd kita jaga kebersamaan kita sbg anak2 Tuhan.
Semua memang harus intropeksi diri..khususnya dalam hal mabo dan saling menghormati..salut buat hambaNya Maya Rumantir yang menunjukkan kasih Tuhan bahwa sikap saling menghargai dan tidak memandang rendah org lain berdasarkan suku,warna kulit,status sosial adalah yang Tuhan mau…dan biar kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi org papua dan minahasa bahwa budaya mabo akan merusak moral dan kerohanian kita yang akan berdampak kepada kesejahtraan sosial..God bless org2 papua dan minahasa,semoga semakin mengenal Tuhan dgn benar