
Manado – Salah satu profesor yang juga mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Dr Ir Lucky Sondakh MEC saat ini mulai menuai dukungan untuk terjun ke pentasa politik nasional, yakni sebagai anggota legislatif mewakili Sulawesi Utara.
“Prof Lucky dari sisi kualitas serta keterpopuleran tidak diragukan lagi dikalangan masyarakat Sulawesi Utara,” kata Denis tokoh muda Bolaang Mongondow kepada beritamanado.
Berbeda dengan Denis, pengamat politik Sulawesi Utara, Taufik Tumbelaka ketika dimintai keterangan mengutarakan bahwa ada baiknya jika Prof Lucky Sondakh fokus pada tugas utamanya saat ini.
“Tak dapat dipungkiri jika memang tingkat keterkenalannya tinggi. Tapi itu kan dulu tidak saat ini? Alangkah baiknya jika Prof Lucky tetap konsen sebagai akademisi sebab peluang untuk ke Senayan nampaknya sangat kecil,” papar Tumbelaka.(jkf)

Banyak yg tidak suka tapi banyak yang suka. Maju saja prof, adu taji
Sa yaku prof. mikir pe. soalnya yaku mamuali PNS an masa prof. Rektor kelian roit kumesot a wee se mama era. Ne sa yaku ca milih si prof. Taan masama-sama karu ya prof. tiyo o ma pake pikiran nesa. deng ma we’e reken ase tou keli.Apa lagi pa anakan prof mamuali domba kedar, wooowwwww mikir dulu.
se7.
Setiap orang yang memenuhi persyaratan formal untuk jadi calon tentunya, kalau mau, mempunyai hak untuk mencalonkan diri. Tantu bagitu juga dengan Prof Lucky. Setiap orang tantu punya kelemahan, tidak terkecuali Prof Lucky. Maar, torang juga musti akui Prof Lucky juga banyak kelebihan. Paling tidak, kalau nyanda salah, beliau pernah dipercayai menjadi kepala Bappeda, Rektor Unsrat dll. Jadi mari jo torang timbang2 sandiri mana tu calon yang paling cocok mo jadi torang pe perwakilan di DPD, tanpa harus saling menjelekkan satu dengan yang lainnya. GBU.
Setiap orang punya hak yang sama untuk mencalonkan diri. Termasuk mantan rektor saya ini sewaktu saya jadi mahasiswa. Tapi hak memilih juga adalah hak pemilih… Saya sebagai seorang yg pnya hak memilih akan tidak memilih prof luky (mohon maaf). Kalau bisa kasih saran, skrg waktunya keluarga prof “tiarap” dulu… Saya rasa pencalonan ino hanya akan menjadi bumerang bagi prof… Kebutuhan aktualisasi diri, sebaiknya prof cari jalan lain dulu, jangam dulu di bidang politik… Sekedar saran sih… Tapi hati adalah raja kang prof. Selamat bersaing merebut salah satu dr 6 kursi tsbt. Ke 6 org sebelumnya sepertinya masih mau plus di tambah para calon lain seperti jerry sambuaga, victor mailangkay, jackson kumaat, rasky mokodompit, dan tokoh2 lain yg sepertinya sudah lebih siap prof. Kalaupun maju prof, siapkan hati jika nanti tidak terpilih. Lebih baik investasi (bisa jadi sia2) ratusan juta itu disalurkan ke hal lain. Membangun training bagi para peternak mungkin (yg prof adalah ahlinya) atau hal lain… :) makasih sudah di ijinkan comment… God bless all
MAJU JO, MAR PROF PE BIBIR KWA KITA ADA TARU KIRA, BIBIR2 LUCU. PROF WAKTU KECILI PALING IMUT2 KANG, ITU DONG SUKA PA PROF.
Roni membangkitkan cerita lama eh….. kita so lupa, ngana so se inga ulang…. heheh…..
Prof….. rest jo…..n doi yg disimpan di tampa cuci baju lalu..berbage jo……
Terima kasih berita manado, setelah baca berita ini qta pe BAB so jadi lancar. Qta sarankan prof beserta “pendukungnya” pigi ber obat jo di klinik tong fang spy tu pede tinggi bole mo sembuh… For warga SULUT…SYUKUR ternyata sebagian besar ngoni masih WARAS…
1 anak saja ngak bisa di urus stel mo urus jutaan anak indonesia….
Prof ambe *sampel* comentar di atas dan bertekat maju (biar katu lebih byk komen diatas *menolak/mendukung semu*) mar qta yakin prof akan maju krn MIND SET org yg so umur 60 thn TIDAK AKAN BISA DIROBAH.jd kalau dia bilang MAJU,biarle so BOM di muka dia tetap maju…mdh2an jo MINDSETnya prof masih ada yg bagus.
mdh2an JO prof tdk menghalalkan segala cara untuk jadi dewan apa lg sampe ba *JUAL*
Tio’ pa lawik-lawik tou kwkn e karo’ong…
Kalu sy liat di sini para komentator hebat2 semuanya, sy warga sulut yg so lama di rantau turut senang apabila kampung halaman sy di kenal di lancah nasional apalagi do lancah international, cumn sy prihatin ada komentar yg justru cenderung saling mencaci, tp itu hak saudaraku serkalian. Kalau bisa sy usul marilah kita slg menghormati satu dgn lainjangan sampai timbul kebencian antara kita. Kemarin kebetulan sy hadir di acara penluncuran buku pk E.E Mangindaan di Balai Kartini dan sy bertemu dgn pk Lucky juga, saat itu sy melihat indahnya kerukunan antara para perantau dari sulut, saling menunjukkan kasih dan empati. Sy berhrp walau ini hanya forum di dunia maya, namun marilah kita menyikapi setiap beda pendapat dengan hati lapang, utk pk Lucky semoga berhasil sampai tujuan. Tuhan memberkati kita sekalian, baik kristen, budha, islam, atau apapun keyakinan kita. Karena Tuhan itu baik pada semua orang. Salam kasih dan damai dari South Yaraa, Victoria, Meulborne
Lucky Sondakh jangan takabur.,ngaca dulu aja deh.,
bae2 jangan kena stroke and gila.,
GBu
Bagi yg mendukung Prof Lucky, cuma ada kemungkinan:
1. Tukang “ba-JILAT”, ato..
2. Sudah TURUT MENIKMATI “apel Malang”-nya si AS, ato tu “dana2 siluman” di UNSRAT sejak Prof Lucky ba-calon rektor hingga pasca menjabat rektor Unsrat.
Klo soal semboyan “torang samua basudara”, tou Minahasa mestinya WASPADA & JANGAN TELAN MANTA2!!
Istilah itu sering disalahgunakan oleh pihak2 trtentu yg ‘MENYUSUP’ di tengah2 warga Sulut utk MERUSAK KEHARMONISAN & Kerukunan antar umat beragama di SULUT.
Pak Mangindaan p maksud sgt baik dgn mncetuskan istilah itu, ttapi ada pihak2 yg “MEMPERGUNAKAN” istilah itu utk tujuan yg sangat MEMBAHAYAKAN warga Sulawesi Utara, khususnya Tou Minahasa! So banyak skali ‘keke2 minahasa’, termasuk AS, yang jadi ‘KORBAN’ krn penyalahgunaan istilah itu.
Jangan2 tu yg mngaku ‘keke minahasa’ dlm diskusi di sini juga so trmasuk ‘salah satu korban’ dari semboyan ‘torang samua basudara’?!!?
@keke minahasa:
NGANA NYANDA PANTAS PAKE/PINJAM NAMA ITU!! Banyak dari pembaca di sini yg trlahir dari seorang ‘keke Minahasa’, tapi bukan keke Minahasa yg SOMBONG, AROGAN, SUKA PAMER, SOK PANDE & PENJILAT rupa ngana!!!
Klo ngana so rasa diri kaya & paling pande, kase tunjung kwa ngana p prestasi di tingkat Nasional, jang cuma BANYA OMONG KOSONG di sini!!!
Di dunia maya bagini, sapa mo percaya pa ngana??? Samua orang boleh mngaku paling kaya & paling pande di sini. Itulah sebabnya BANYAK PEMBACA yg cuma ja tatawa akg pa ngana, krn dari ngana p komen2, orang so bisa nilai sejauh mana ngana p kekayaan & kepandaian. Jadi… BA-KACA dan PIKIR2 dulu sebelum kase komen di sini!!!
Reky: qt suka bos pe kalimat terakhir: “Jangan Jawa-Jawa Terus!”
I Yayat U Santi!
My mate long time no see, how are you kawan?
my opinion of unfortunate people, ”they are people who never believe you for anything good..”
if anything bad is said ‘bout you, ”yes”
but,if anything good is said, ”no”and,if you do something great they think it was by luck..!
mercy on their lives..!
those people dont die they live to see you b’come grater and they shrink.
Oke kawan nanti bakudapa selasa, kita so catat ngana pe nomr. Iyayat usanti. Malam bae kawan
Winston Churcill, “Dalam kehidupan, Anda dibunuh sekali, mati. Tapi dalam politik, dibunuh beberapa kali Anda bisa bangkit kembali.” Jadi sahabatku Lucky maju saja, kalau toh pun kalah itu bagian dari kesuksesan yang tertunda, dan itu belum berarti mati. namun kalau sahabatku Lucky menang tolong titip Sulut agar lebih di perhatikan jangan Jawa-Jawa terus. God bless
wahhh Prof…jangan bicara money politik……..beking dapa inga kejadian Santika…..coba jo pange n bujuk ulang pa Roni Sondakh…dia kasiang sampe maso penjara n maloo basaar mar Prof so lupa pa dia…hmmmmmm bacalon Pelsus ulang jo Prof…syamas jo di kolom di Kanonang…konng jgn mimpi ba calon di sinode
@Prof. Lucky: Cuma mo tanya apa Dr. Abdi Buchari ato Dr. Alma Buchari?
Btw, bagi yang bawa2 agama jangan kwa permalukan torang pe agama … torang samua basudara itu dilandaskan cinta kasih.
Kalo Angie so pindah agama, biar jo itu dp urusan pribadi, mar jang katu bkg tersinggung trg pe tamang2 musilm.
peace …
Subnanalah….Bukan bermaksud sara, cuma qta so tako ja dgr itu coment yg ja mendiskreditkan agama, alhamdulilah sbg muslimah sejati qta diajarkan utk menjauhi sifat sirik dengki serta menzolimi org lain. Qta kira org manado memiliki macam-macam agama, jadi mari saling menghargai. Apabila bapak prof mau mencalonkan diri itu hak beliau, tp sebisanya jangan mencampur adukkan dgn agama. Krn qta yakin mau agama apapun itu pilihan hati. Dansebagai muslimah qta hya bisa bantu doa semoga enji diberi ketabahan oleh Allah saw. Untuk bapak prof torang muslim manado mendukung bapak. Wasallam
Tks. Meeting di Big Fish, Selasa, Jam 12.00, itu terbatas 15 Orang dulu.. 5 Wartawan dan 10 orang relawan inti yang diharapkan boleh memberi masukan, nasehat, dan berkenan bersedia turun lapangan kumpul paling kurang “PENDUKUNG” dengan bukti tandatangan dengan melampirkan fotocopy KTP. Jumlah 2000 ini perlu datang dari paling kurang 8 Kabupaten Kota se Sulut.
Kita tentu sangat hargai keinginan banyak supoorter untuk datang, tapi batasi dulu ne…..Nantoi jo ..kalau somo mendaftar resmi…baru bawa banyak2 supporter.
Sekali lagi, terima kasih atas komentar yang mendukung dan maklumi saja yang berkomentar berbeda. Torang samua menghormati perbedaan..dan bagi para pendukung mari bantu doakan bersama aar supaya koemntar mereka yang berbeda dan mungkin tidak senang supaya diberikan nurani dari yang MahaKasih untuk tetap bersikap santun, jauh dari unsur menghakimi , karena penghakiman bukan hak kita (tapi hakbaga peradilan melalui proses peradilan).
Para pendukung, ndak usah terjebak dalam “debat kusir” para komentator yang sepeertinya ada yang agak “vulgar” dan menyalahi prinsip “pra duga tak bersalah”, dan bahkan mau mendegradasi hak politik sesama Mari torang bapikur positif, penih kasih, penuh rasa hormat dan menghargai sesama yang berbeda (beda pendapat, beda pendapatan, [beda kejakin, suku agama dan ras), “maju terus” berjuang membantu Rakyat dan Pemprov dan Pemkab dan Pemkot se Sulut untuk hari depan Sulawesi Utara supaya mendapat perlakuan adil dalam kebijakan pembangunan Nasional, berjuang supaya Sulut menjadi Pusat Perrtumbuhan, Perekonomian, Pusat Agroindustri, Pusat Perdagangan, PusatSAebagai Pintu Gerbang dari dan ke Pasifik, Pusat Pendidikan bermutu, Pusat Pelayanan Kesehatan, dan bahkan menjadi contoh dalam tingkat “peradaban” berdasarkan filosofi Kasih, Baku Baku Bae, Baku Baku Sayang, Baku Beking Pande, Si Tou Tumou Tumou Tou. Mari “Ora Et Labora”, berdoa dan bekerja untuk menjadikan impian kita diatas menjadi kenyataan katrena Tuhan Mengasihi SDulut dan kita semua saling mengasihi.Salam sejahtra.
Keke minahasa jgn talalu banyak kasi2 komentar yg nyanda berbobot ngana. Org2 cuma ja tatawa akang baca ngana p komen
YUDAS ISKARIOT sapa yg mo pilih kasiang ?
Wasalam walaikum.Stuju deng lukman sebagai sesamà warga sulut kita prihatin deng rasa empati serta kasih yang so trada tercermin. Kalu kita pikir prof sondakh trada perlu dengar kasana itu komen memfitnah itu so tramat keji ungke maju saja prof
Jang bicara tanpa bukti, jang cuma tambah dosa. Mar jujur walau kita muslim namun kita ckp mengerti apa itu kasih, yang Isa Almasih ajarkan semoga jo kita pe taman-taman yg ba komen yg nasrani boleh implempentasikan itu dlm hidup berbangsa dan bernegara, krn torang samua basodara (E.Mangindaan pe motto)
@Keke minahasa: ngn kira qta diminahasa? So salah besar ngn. Ngn kira rupa ngn bawa2 nama minahasa cuma bking malo jo ngn p daerah. Bakomen sok educated ngn nilai jo dari tu komen2 sini apa banya yg pro pa ngn? Hahahahahaha kasian deh lu. Qta nda tanya ngn p harta jang sok pamer2 n bicara tinggi. Dapa lia manusia gila hormat le ngn, so dapalia ngn p arogan
Hahay ody yth, you don’t know all about me, rite..qt cmn month blg ini qt pe comment terakhir for angko…klo emg ngana jago deng ngana org minahasa asli, apa yg ngana so kase for minahasa? Jg talalu mulut besar kong ngana sandiri sama sekali ga py kontribusi for minahasa (apalagi ini negara, so talalu jauh tre ngana) and second, qt ga akn prn merasa malo jd keke minahasa krn memposisikan diri di pihak yg pro pa profesor lucky, krn itu qt pe human right so do u do, ok? And the last jangan cuman jago kandang kong brani ba cuap2 tp nonsense and nothing, aplg klo cmn jago mabok, dr ngana pe comment so sangat jelas ngana itu bknlah org yg educated, behavior and brain…so… Utk aplg qt month ladeni pa ngana? Tp klo katu ngana butuh bantuan semisal pekerjaan qt siap tampung pa ngana, krn kebetulan Qt lg cari pekerja yg khusu utk meluruskan otak2 miring rupa ngana…selamat malam jo ody jang talalu byk bagate jang ente dapa stroke…;p
Peace!
@Keke minahasa: kasiang jo ngn keke so model2 org rupa ngn tu bking ni negara ini nda maju2,nda perna mo berubah, bking malo jo ngn pake nama keke minahasa, org dari luar baca org kira so bagini kote dang tu keke2 minahasa, RUSAK!
Prof di big fish utk undangan for umum? Kalu blh qta mow bawa supporter dari bitung neh. Thax
Pak Lucky torang dari wilayah MiNUT siap dukung Pak Lucky! Vini, Vidi, Vici!
setuju, sekarang ini beliau lagi cari ‘positioning’ kalu bacalon berapa banyak dukungannya. Jadi nyanda perlu pake lembaga survey, torang so bantu survey akang for beliau. ini namanya politisi ulung. Pengeluaran/ biaya minim tapi hasil bisa maksimal. Tambah banya torang komentar tambah sanang supaya bisa diukur.. Bagaimana? hehehehe
mudah2an kenekadan Lucky Sondakh ini, akan membuka tabir siapa dia sebenarnya. Tolong jelaskan, itu doi doi mahasiswa yang ja isi dikarong masih ada? Doi darimana ja pake ba judi di lapangan golf? Profesi ‘cuma’Rektor, pegawai negeri, kong boleh punya doi bertumpuk. Kabal eh…! Tuhan pe pembalasan melalui Angie, dia anggap hangi….ck..ck..ck…
Beliau kwa (prof Lucky) baru mw bacalon sebagai balon, semua ribut dengan segala argumen terutama yg menolak. Adalah hak org toh itu. The party is not start yet, tetap rakyat yang memilih. Torang cuma sebagian kecil. Mari jo torang lia…. tetap kebenaran akan terungkap. Jalan yg prof lucky pilih, that his choice. Heran banyak yang berdosa dgn ‘kondisi orang lain’ kalu rumor ttg prof lucky banyak. Itulah prof Lucky. Torang ada depe bagian sandiri. Semoga beliau mampu melewati semua ini. Kalau tidak waktupun akan menjawab.
Terimakasih banyak. Komentar2 diatas saya kira sudah cukup sebagai “sampel” untuk dijadaikan acuan pengambilan keputusan, Pertama: Bagi saya untuk mengambil keputusan tetap maju; Kedua) bagi konsituent untuk menilai apakah akan mendukung atau tidak mendukung saya maju sebagai Anggota DPD. Bagi yang tidak mendukung saya tetap hormati, hargai dan malahan terus mengharapkan menyampaikan pandangan kritis yang etis dan tetap dalam konteks yang tetap menghormati “presumption of innocense”. DSaya belajar dari para pakar hukum, ialah seseorang nanti ditetapkan “guilty” atau bersalah setelah melampau proses peradilan dengan keputusan “inkracht”.
Bagi yang mendukung dan berminat menjadi “volunteer”, menjadi “relawan”, saya mengundang untuk sharing awal sambil makan siang bersama di Restoran “Big Fish”, hari selasa 26 February jam 12.00 (jam 12.00 sd jam 13.30). Untuk awal ini, saya harapkan kehadiran: keke minahasa,walanda paat,gerard,billy, jane sam, dll.
Terhadap komentar lain, saya sarankan bagi yang mau jadi volunteer, “relawan” adopsi saja pandangan Benyamin Franklin: No Need To comment on any statements without facts. Tak perlu kita debat kusir terhadap pernyataan pernyataan (cemohan, s tuduhan, maupun fitnahan) yang tidak terdukung fakta. Just be kind to them and respect their views. Hormati saja dan “the show must go on”.
Bagi “keke Minahasa”…wow….Puji Tuhan atas “puisi” yang anda sampaikan….”luatr biasa”…I will keep that poem in my heart and in the history of my family…saya dan Angy rencana akan menulis buku bersama….to show to the world the supreme power of the power of love…menunjukkan kepada dunia keperkasaan yang luar biasa dari The Power of (Agape) Love….
Ok ne..datang ne Selasa jam 12.30 di Resoran Big Fish..kontek pa kita pe telpon konfirmasi kehadirannya ne…08124303550. GBU all.
Ni lucky sondakh btul ka bla?
Klo memang betul.,cuma mo bilang.,waktu anda jadi Rektor apa yang anda buat untuk UNSRAT?
Kong selama ini apa ente pa kontribusi pa Sulut?
Lebe bae pulang ba kobong jo opa.,
Mo jadi anggota dewan kage sama2 deng anak ini maso BUI.,
Jang bekeng malo pa SULUT kwa opa.,
Byk bdoa jo.,so mo dekat.,
GBU
@ Poles yg baik, torang katu msti pake itu asas praduga tak bersalah kang,namun kalo yg ngana blg katu emg butul ini kan skrg so ada KPK ya lapor no klo emg ngana ada bukti…nnti KPK proses bgm poles?
@Ody ore karu si Ody yg awean pait ca rupa qt (yg dia so judge ga da pait) kare reen ci angko, so menghakimi pa qt ereen eee, susah ree ico sa ico ca ma waba toko ityu neeh, ore karu eeee…ato yo wana re wona ngaas co nehh?? Just be wise and watch ur atittute ok Mr/Mrs Ody…
@Keke minahasa: so ngn le satu itu nda ada pait! Bking malo org minahasa jo ngn pake nama bagitu, so bagini kote tu keke2 minahasa p pola pikir
Keke Minahasa,
Heheheee….ko bisa ada yg sirik ke orang yg jelas2 cuma mempertontonkan kemunafikan dan kepalsuan, seperti yg sedang dilakoni oleh Lucky Sondakh?
Kenekadan Lucky Sondakh mengira dirinya dibutuhkan rakyat, sungguh sungguh melampaui batas batas kewarasan!
Aacchhh…seandainya ada yg berani memaparkan bagaimana sepak terjang si Rektor Sondakh dlm mengelola UNSRAT. Dalam masalah anaknya, banyak yg berkomentar,’buah tidak jatuh dari pohonnya’. Sayangnya, dulu belum ada KPK
@ warga sulut yang Tuhan Yesus kasihi, menuduh tanpa bukti sama jo deng ngana ba fitnah kong ngana tre sto lebeh tau kasian toh kalu ba fitnah itu lebeh kejam dari pembunuhan…kembali dan so berulang2 kali qt tegaskan bhswana qt itu bkn AS dan qt ga kanal le pa dia secara lgsng, cmn kan qt so blg bhw dlm hdp akn selalu ada pro dan kontra, jd klo emg seperti itu ya mari katu torang sikapi dgn bijak…@warga manado nti jo klo Tuhan Yesus berkenan torang bkdp lgsng no, spy qt tau sp ngana dan ngana tau sp qt tnp hrs ada baku pukul eee hehe kiddink…Pakatuan wo pakalowiren kitab imBaya…
Hati-hati prof…..
Menjelang pemilu 1997, banyak orang yang menyuruh soeharto untuk tetap maju sebagai presiden. Tapi belum cukup setahun setelah terpilih, para suporter dan pembisik itu ramai-ramai meninggalkan Soeharto.
Saya melihat tersirat dari setiap komentar dukungan diatas sangat semu. Kadang kala orang tua sudah kelewat bijak sampai tidak sadar bahwa keputusannya bukan lagi bijak tapi terpengaruh oleh ‘Yes Men’ disekitarnya. Kondisi hari ini sudah berbeda dibanding jaman Prof masih Rektor atau masih muda. ini so tahun 2013. Sama saat tahun 1997, Soeharto berpikir itu masih tahun 1977 atau 1982.
Dari argumentasi Prof yang panjang lebar diatas, tanpa tendensi subjektif saya menyampaikan saran saya dalam satu kalimat pendek: “Jangan salah melangkah”
Ibu dang prof. Dapa inga ibu da pajak pa torang di unsrat banyak skali. Tapi prof boleh ganti itu. Torang dukung. Maju trus prof
Qta curiga ini yang mengaku “keke minahasa”, so dia tu AS (Prof Lucky p anak yang skrng sdh divonis 4,5 tahun penjara).
Well, kalo mmg butul so dia tu AS… qta nyanda heran! So pasti katu musti dukung trus!
Cuma qta mo titip satu hal jo for AS:
biar ngana p hidop jaya atau pun so ancor bagimana rupa, jangan skali2 kasiang ngana lupa pa TUHAN YESUS! Ngana so lia sandiri toh, bagimana YESUS P HATI dia so kase pa ngana p PAPA. Kalo ngana p papa bersikap bagitu pa ngana selama ini, itu so bukang ngana p papa, maar so dia itu tu ‘YESUS’ di dalam ngana p papa!
Torang bisa paham ngana p situasi, ngana mungkin so terjebak (orang Manado bilang so TA-COLO)… maar sebelum ngana “TUTUP MATA”, ngana musti bale ulang pa TUHAN YESUS! Kalo di dunia ini ngana orang so beking “ancor”, jang sampe nanti di “akhirat” ngana lei ancor!
Qta yakin ngana pasti inga ini kalimat yang Yesus pernah bilang:
“AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP. TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DATANG KEPADA BAPA, KALAU TIDAK MELALUI AKU” Yohanes 14:6
Kong buat Prof Lucky:
kalo Prof merasa itu memang suatu “panggilan” untuk menjadi anggota legislatif di Senayan, silahkan saja, tidak ada yang melarang krn aturannya jelas dalam konstitusi RI.
Hanya saja torang p pesan pa Prof (sebagai Warga Sulut), kalo nanti Prof jadi tembus di Senayan, JANGAN KASIANG BEKING RUPA TU PROF P ANAK DA BEKING!!!!!!
Prof p anak da beking memang SANGAT MENYAKITKAN WARGA SULUT (Tou Minahasa pada khususnya)! Dia tare’en da angka tinggi2 harkat dan martabat serta nama baik SULUT (tou minahasa), maarr d p laste dia ‘BANTING’ KARAS2 kong INJANG-INJANG torang p martabat & harga diri. Yang lebe menyakitkan kwa tu dia da “ludahi” dan “lempar pece” pa TUHAN YESUS!!!!
Prof so mangarti toh torang p maksud…?!
Semoga sukses jo neh, Prof!
Maju jo tak gentar, Pak Lucky doa kami dari Kanonang moga Pak Lucky suksessampai di Senayan, amin
Pak Lucky,
Jangan karena anda merasa seorang profesor dan eks rektor maka anda merasa pantas menjadi wakil masyarakat sulut ke pusat.
Anda sampai sekarang tidak merasa malu dan melihat bahwa sebenarnya bapak sebagai kepala keluarga tidak berhasil mendidik anak anda dengan benar alias gagal.
Mengurus keluarga saja gagal bagaimana kamu mengurus kepentingan masyarakat SULUT yg bukan hanya satu orang tapi jutaan.
Jangan jangan bapak malah merekomendasikan ke seluruh masyarakat SULUT untuk korupsi.
prof blg:mo cari apa lei kang…
CARI DOI NO…!
maaf maaf kata ni prof,prof mgkn lebe TAAT ibadah dari torang2 mar TOLONG kwak jangan jadikan Ayat2 Alkitab sebagai SENJATA untuk KEPENTINGAN PRIBADI dan sebagai TAMENG untuk MENUTUPI kesalahan…TAKO qta ja baca,apalagi prof so maso ke POLITIK…
Dear Mr. / Mrs. Ody,,, emang masalah buat loe? Hehe….sirik aja nehh,,,,baku iko kwa klo emng you pya kemampuan, kapasitas, dan memenuhi syarat utk ke Senayan,,, drpd sibuk membangun kebencian dan menambah dosa dgn menjudge org lain,,,mending you prepare-in diri aja biar bisa jadi anggota dewan juga ;) Peace…!
Memang so nda ada pait!
Prof this is a poem for u ( a honor coz u are so amazing dad,u are” POWER OF LOVE & POWER OF FORGIVENES, so insprired and so touched people)
DAD is the Hero
My life is full of joy and love when I’m with my daddy,
He treats me like a princess and he believes in me.
He’s always there for me when I need him most,
He’s thoughtful and kind;
Not like a ghost.
He doesn’t scream, or shout, or yell,
He does nothing, that I cannot tell.
Although sometimes I do things wrong,
He’s always there with arms so long.
He lives his life like superman,
Helping others however he can.
He’s still my friend, my daddy, and most of all my HERO
PS.
Keep climb..!
Keep fire..!
Go, go, go till Senayan!!!
apa so nyanda ada calon laeng?.. cari jo calon yang muda2 deng idealis..
Yaa klo emang Prof tuh msh mampu memberikan pikiran dan tenaga utk Bangsa ini why not? Bagi yg kontra anggap aja sbg kerikil dlm menapak Next Level, sbg Tou Minahasa jujur sy sngt prihatin dgn komentar” yg cendrerung menghakimi seolah” dorang itu so butul samua, coba jd org jgn terlalu arogan, Maju trs katu Prof….kalo Tuhan berkenan pasti semua akn indah sesuai kehendaknya…Iri dan dengki tanda tak mampu hehehe…Go, go go!!!! GBU
Tks atas komentar komentar itu. Jujur saja, kalau hanya untuk kepentingan pribadi saya mdmilih stop jo berkiprah diluar urusan pribadi dan politik. Sopuluhan tahun mengabdi dan membantiu mengurus negara ini. Masak mo terus terus?.
Mo cari apa lei kang dari segi materi, nama, kekuasaan, “image”, “citra” dsb..
Tapi, saya merenungi hidup ini: Mengapa walaupun saya memikul salib yang berat, melampaui badai topan gelombang yang luar biasa dalam yang tersandera secara sosial (politik) dsalam Kasus Angy, tapi ternyata sampai sekarang ini masih sehat, tetap tegar, masih mampu memikul beban berat, masih ‘ acceptable’/diterima dalam pergaulan sosial, politik dan juga birokrasi: Siapakah si Lucky Sondakh yang tidak punya kekuasaan, tidak punya jaringan ke [para penguasa (elit elit politik birokrasi di Jakarta), tidak punya “uang” yang bisa digunakan dalam “politik machiavelli”?.
Jawaban pastinya ialah “Ebenhaezar” dan “only By The Grace of God” (Filipi 4:13)..
Kesehatan, ketegaran dan mungkin popularitas (karena sering muncul di TV yang ditonton sekitar Rp 120 juta orang di TVOne, Metro, Global, Trans dsb) yang diberikan Tuhan jangan hanya digunakan untuk pribadi dan keluarga sendiri. Itu juga tidak sesuai dengan semboyan Kawanua: Si Tou Tumou Tumou Tou.”.Kalau kita hidup, hidup itu harus berbuah.
Makanya saya merespons dorongan banyak teman, kolega, politisi, rekan rekan seiman dan yang berbeda imannya (tapi saling mengasihi dan menghormati perbedaan) untuk maju mencalonkan diri sebagai anggota DPD for Sulut.. Respons itu saya kembalikan kepada masyarakat Sulut dan tentu kepada Tuhan, yah kira kira seperti sesponsNya Nabi Yermia yang mendapat perintah Ilahi melalui Raja Persia untuk kembali ke Jerusalem membangun Kota Jerusalem lebih baik. Inilah Aku, Utuslah Aku….Saya merrespons poistif karena, saya yakin saya mempunyai “modal” untuk “memperjuangkan” kepentingan rakyat dan daerah Sulut ditataran Pusat, melalui DPD.
Modal yang saya milikii, bukan uang terutama , Karena jujur, saya tidak punya uang untuk “money politics”, tapi saya harus mampu mempersiapkan kebutuhan yang diharuskan dalam sebuah proses politik yang “fair”.
Saya tidak perlu berkampanye siapakaha si Lucky Sondakh ini. Majoritas orang Sulut sotau pa kita. . Yang mungkin orang orang Sulut belum termlampau paham tentang saya ,,ialah tentang pandangan filososfis dan politik praktis saya bahwa “uang” bukan segala galanya. There is a lot of thing that money cannot buy”. Banyak sekali hal ha;l yang tidak dapat dibeli dengan uang: kehormatan, integritas, cinta, kasih yang tulus dari Ortu kepada anak, dari sahabat sahabat dan kolega, dsb; itu semua tidak bisa dinilai dengan uang.
kekayaan dan jumlah uang yang dimiliki seorang calon DPD atau menjadi Anggota DPD, tidaklah faktor yang terutama menentukan keberhasil seseorang menjadi “pejuang” yang sukses untuk kepentingan rakyat Sulut. Modal yg perlu jadi andalan ialah: ” kewibawaan intelektual, interitas, kecerdasan, kesantunan , integritas, kerendahan hati, serta punya “emphaty” yang sangat tinggi terhadap ‘tangisan’ karena diperlakukan kurang adil, terhadap penderitaan dan ketertingalan rakyat Sulawesi Utara karena “ketimpangan regional”, dsb.
. Semoga, modal yang saya miliki dalam bentuk pengetahuan,u, pengalaman dan nerworking keilmuan dan sosial saya dalam profesi “pengembangan, pembangunan dan pemerataan pembangunan wilayah” untuk berkontribusi menuju Sulut yang lebih diperhatilkan Pusat, membantu memperjuangkan visi misi Pemprov dan aspirasi masyarakat Sulut, kiranya mendapat tempat di hati Rakat Sulawesi Utara yang terkasih (The Power of Love) untuk mendukung saya menjadi Pejuang Sulut di Pust melalui DPD. Amin.
Saya bersyukur kalau saya didukung masyarakt Sulut, tapi juga saya menghormati mereka yang tidak mendukung karena yang utama ialah apapun yang terjadi, semuanya iytu kita jakini ada maksud Tuhan didalamnya dan kami percaya RancangaNya, apakah dengan menjadikan saya didukung atau tidak didukung oleh Rakyat Sulawesi Utar, itu semua harus kita terima dengan iman dan senang hati apapaun RancanganNYa (apakah menyenangkan atau malahan memuat kita menderita, seperti yang saya alami tentang ANGY), pastilah itu adalah Rancangan Damai Sejahtra dalam sejarah dunia ini, termasuk sejarah masa depan Sulawesi Utar.,
Betul kata prof. sahetapy di indonesia tidak memiliki “budaya malu” (shame culture) dan “budaya rasa bersalah”. bahkan untuk seorang yang mengaku percaya Tuhan (katanya) dan berpendidikan Tinggi (skali)
Tapi budaya malu dan rasa bersalah tersebut justru yang di perlihatkan oleh para atheis (65% orang jepang mengaku atheis)………..coba lihat orang jepang klo memiliki rasa malu dan rasa bersalah bisa “harakiri” (tradisi bunuh diri)…………
klo di indonesia ha..ha..ha..ngana kira daong lemong…..LOL
Yth. Prof Lucky Sondakh,
Sbg warga Sulut, kalo boleh saya usulkan, lebe bae Prof Lucky istirahat jo setelah pensiun. Nikmati jo tu hari tua dengan anak/cucu.
Mo cari apa so di dunia ini, Prof?
Mo cari nama, Prof so nda diragukan lagi.
Mo cari harta, apalagi…. so nintau mo taruh di mana Prof p harta.
Daripada Prof pusing kapala, kong ujung2 dapa tangka KPK, maso penjara, nikmati hari tua di Penjara…. lebe bae toh nikmati hidop damai dan sejahtera dengan keluarga!
Prof jalan jow trs,,, apapun itu dlm hdp emang akan selalu adaa pro dan kontra, itu sangat manusiawi dan wajar…pokoknya klo emng katu prof month maju, silahkan krn emg prof pya kapasitas serta kapabilitas dan qt rasa prof adl seseorg yg mampu bersikap profesional…Never give up, prof! The Power of Love and Te Power of Forgivenes!!! Many blessing’s for prof dan keluarga !
Yang mendukung Lucky Sondakh untuk menjdi pejabat publik, sangat jelas merupakan orang2 yang ANTI pemberantasan korupsi.Aahhh….seandainya para ‘masyarakat’ UNSRAT punya keberanian membuka ke publik, siapa sebenarnya si prof.Lucky Sondakh, mantan Rektor Unsrat dan Ayahanda terpidana korupsi Angelina Sondakh.Masih ingat, bagaimana orang2 yg divonis sebagai Pelaku G30S, baik oleh pengadilan maupun oleh masyarakat, keluarga dan orang dekat merekapun dianggap ‘terlibat’.Aaaahhh…..Seandainya perilaku tersebut terjadi juga pada Terpidana Korupsi? ?!!!!Ayo kita mulai!! Belajar dari Cina!
setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya.
belum cukup dang tu “Salib” yg Prof pikul(itukan kalimat yg sering prof posting) KONG mo tambah akang BEBAN BERAT dr masyarakat sULUT?
Kuat ini ato Rak*s..??
Tapi saya siap jadi TS di kawangkoan raya
gak sirik, prihatin doang…. hehehe….
Mencalonkan diri untuk Legislatif adalah hak setiap warga negara, baik nanti sebagai DPD-RI dan DPR-RI.
Cuma, kalo boleh usul Prof … karena sejak kasus Angie Prof begitu setia menemani dan manjaganya dan justru saat2 sekarang sampai nanti menjalani putusan adalah situasi kritis bagi Angie sekeluarga ketika nanti dia terpisah dari anak2nya.
Sebagai orang tua yang baik kita rasa Prof tulus ja jaga pa Angie bukan cuma numpang tenar di media dan kita rasa menjadi DPD dan DPR bukanlah prioritas walaupun banyak komentar diatas yang mendukung.
dan kalau melihat tulisan2/komentar2 Prof sebelumnya serta pernyataan di media .. kita yakin prof akan lebih memilih Angie sebagai orang tua yg selalu mengasihi seperti motto Prof ‘Love ends when you stop caring. Life ends (spiritualy) when you stop dreaming’.
Selain itu mungkin Prof lebe bae berpikir matang2 untuk jadi DPD-RI atau DPR-RI supaya nda mengikuti jejak sang anak yang terjerat korupsi. kasian nanti so nyanda ada lagi yg punya “The Power of Forgiveness and Endless Love.” seperti Prof kalo nantinya Prof jadi anggota Dewan yang terhormat kong akhirnya Korupsi.
Maaf Prof cuma sentilan sedikit karena potensi korupsi Anggota DPR 90% – 95%, jadi kemungkinan besar Prof juga akan masuk dalam Spider Web of Corruption. kita rasa Prof mangarti kita pe maksud.
Salam,
Sam
Setuju Billy, saatnya skrg kita tingalkan budaya bakucungkel dan kita buka lembaran baru dengan budaya Mapalus yg sudah lama kita tinggalkan, jangan kita melihat kelemahan orang lain tetapi mari dengan keberagaman dan kekurangan kita masing-masing kita jadikan moment kebangkitan dan keunggulan untuk memajukan Minahasa dan Sulut umumnya,, I jajat u santi. Maju terus Prof LWS.
prof…, nda usah peduli dgn orang2 yg sirik dgn prof. trg dukung prof karena trg yakin dgn kemampuan dan pengalaman prof lucky selama ini. go go go, trg siap dukung.
Janganlah torang menghakimi orang lain, persoalan internal keluarga itu urusan pribadi. Kitapun ada bagiannya “masing masing sudah ada BEBANNYA”. Siapakah kita manusia yang dapat menentukan masa depannya. Satu detik saja ke depan dia tidak tahu. Persoalan Prof Lucky dan keluarga (Angie) itu soal lain kita orang Minahasa (beda dengan “warga sulut”). Tidak akan menjudge orang semena2…belum tahu nasib kita nanti. Menghina orang lain kong beso2 dapa strock so balalar nyanda ada yang seka, ewe so malele, org so nda lia….karena mulut cepat skali menghakimi orang lain seolah diri sandiri tak berdosa. Mari kita belajar mengasihi orang lain seperti diri kita sendiri sehingga kita akan lebih memahami dan memaknai hidup ini.
Maju saja Prof Lucky, ‘tou minahasa dukung’, kalau memang itu memang so menjadi pilihan, semoga Tuhan merestui langkah Prof. Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Maso Nasdem jo, cepat badaftar !!!!!
Prof Lucky, sudah jo tambah beking malo diaras nasional..Lebe bae jaga jo tu Angie pe anak anak..Apalagi Angie bakal kase tinggal rumah lebih lama dri putusan yang disoraki kalian 4’5 tahun..
Go Prof. Saatnya sekarang, dan buat Pak Tumbelaka maju dan bersaing secara fair aja, nanti masy yg menilai siapa yg lebih pantas ke Senayan. Sekali lagi maju trus Prof Lefrand Winston Sondakh ( Lucky Win Senayan ) The Power of Love
Paka testa …..
Go,Prof…go..go..go…never stop till Senayan!!!! We are support u, may God bless u all the time
Go,Prof…go..go..go…never stop till Senayan!!!! We are support u, may God bless u all the time
Terimakasih. Saya bisa juga di hubung melalui [email protected], dan “facebook” lucky sondakh. tks gerard and billy ya. Next week kita somo ke Manado…for persiapan. I will reach you all. slamat sore. Lucky sondakh di Jakarta., masih musti kaseh kuliah katuk toch. Tuhan memberkati.
Maju prof. Bersihkan nama baik sondakh
maju terus pak lucky, qita siap bantu koord penggalangan dukungan di kab. minahasa.
kalau berkenan hub no telp 082143232502
Saya mendukung Prof. Lucky untuk maju. Perlu orang yang rupa prof Lucky pe “gaya” untuk ke Senayan. So pantas prof maju. So banyak pengalaman dan cobaan dan tantangan yang dilalui. Kalau saya tidak sependapat dengan Tafufik. Karena pendapatnya tidak melihat Lucky sebagi orang Minahasa. Taufik pe penilaian ibarat koin yang sebelahnya kosong. Maaf bung Taufik walaupun anda Tumbelaka mar besarnya tidak di Manado. Pendapatnya rada rada kacau. Bingo bingo yaki torang bilang. tafik pandai mar belajar dulu tu budaya spuluh taon baru mangarti sapa tu Lucky. atau Tafik pi blajar pa Reiner ointu sana nanti dorang kase pencerahan.
Yth Redaksi BeritaManado.com. Kalau redaksi menilai tulisan saya diatas dapat direlis ke media cetak, silahkan dan saya sampaikan teriima kasih. syalom.
Saya bangga dengan pandangan kritis Sdr Tumbelaka. Komentar itu menunjukkan tinginya kecintaan dan kepedulian beliau terhadap Unsrat. Saya kebetulan tahun 2014 sudah akan pensiun sebagai PNS di Unsrat. Tetapi karena masih sehat, dan kalau Tuhan berkenan terus memberi kesehatan kepada saya, maka saya mersakan ada keterpanggilan agar sisa hidup produktif ini, didekasikan untuk bangsa ddian negara. Kebetulan sejak 1984 saya memberi perhatian dalam Ekonomi Regional, khususnya menyoroti masaalah Ketimpangan Antar Pusat dan Daerah dan Ketimpangan Antar Daerah. Hasil hasil riset, kajian dan gagasan saya dalam memecahkan permasaalahan ketimpangan dan ketertinggalan daerah, yang dipresentasekan pada berbagai forum nasional internasional (di Bank Dunia, Kore Selatan, Australia, Paris, New Zealand) sudah dibukukan ddengan Thema: DESENTRALISASI DAN GLOBALISASI: PERSPECTIVE EKONOMI LOKAL. Di edit oleh Dr Abdi Buchari,Diterbitkan oleh Universitas Indonesia. Gagasan gasan yang telah berkontrivsi dalam kebijakan nasional yang memberi prioritas dalam percepatan pembangunan KTI, Kawasan Timur Indonesia….Nah…agar supaya gagasan gagasan ini lebih effektif diimplementasi…ada baiknya dibawakan dalam wadah yang lebih “relevant” yaitu DPD, Dewan Perwakilan Daerah. Inilah salah satu yang memotivsi saya akan mencalonkan diri sebagai Anggota DPD RI….Fakor pendiukung lainnya ialah kalau DPD itu mewakili Sulut secara keseluruhan, bukan hanya mewakili salah satu fraksi Partai.Tapi tentu perlu bersinergi dengan Partai……Man ptopsoe God Dispose. Semoga Tuhan Berkenan melalui doa dan dukungan anda semua di Sulawesi Utara….Saya sudah lapor Rektro Unsrat rencana ini dan kelihatnnya beliau mengambil sikap tergantung pilihan saya, karena juga kami berprinsip, dimanapun kami ditempatkan, kasih dan dedikasi kami sebagai Gurubesar, Mantan Dekan, Mantan Ketua Lembaga Penbelitian, Mantan Ketua Pusat Studi Lingkungan, Mantan Rektor Univ Sam Ratulangi, akan tetap, tidak berobah. Saya kira sebagai anggota DPD RI nanti, kalau Tuhan berkenan dan rakyat mendukung, kami juga akan menyampaikan dan memperjuangan aspirasi Rakyat Sulut dan Unsrat untuk memecahkan masaalah ketimpangan regional……Man proposes, God Disposes. Tuhan memberkati. Viva Sulut, Viva Unsrat.
Persyaratan pendaftaran antara lain: Dibuktikan dengan ada dukungan tandatangan dan forocopy Kartu Penduduk sebesar 2000 orang….semoga anda pembaca berkenan. Syalom. Prof Lucky Sondakh.