Politik dan Pemerintahan

Lucky Rumopa: Populariti Olly Terbangun Karena Berbuat

Olly Dondokambey - PDIP SULUT
Olly Dondokambey – PDIP SULUT

Manado-Popularitas PDIP saat ini di Sulut tak bisa lepas dari sosok Olly Dondokambey. Figur Ketua DPD PDIP Sulut itu juga semakin mendapat tempat khusus di hati masyarakat.

Kondisi ini juga terbangun di kalangan jemaat GMIM. Olly adalah salah satu figur sentral yang memiliki tingkat populariti tinggi terkait iven-iven suksesi ke depan.

Namun, menurut fungsionaris PDIP Sulut Lucky Rumopa STh, keterkenalan Olly, disingkatnya OD, bukan semata karena kampanye langsung menggunakan uang.

“OD berbuat tanpa pamrih, bukan semata kampanye menggunakan uang dan bukan nanti di saat dekat Pemilukada,” kata Lucky Kamis (27/6).

Di tengah jemaat, Lucky mengamati hal tersebut. Contohnya cukup gamblang di jemaatnya, dia tidak pernah melakukan kampanye politis-suatu hal yang dianggap tabu dalam dunia pelayanan-namun melakukan pelayanan terpadu dan terprogam yang dampaknya dirasakan langsung masyarakat. Sehingga dalam berbagai kegiatan bertema olah raga, jemaat muncul dengan seragam merah, warna khas PDIP.

“Saya tanya kenapa begitu, mereka bilang ah’ pak OD kwa so banyak berbuat,” sebut Lucky. (alf)

13 tanggapan untuk “Lucky Rumopa: Populariti Olly Terbangun Karena Berbuat”

  1. gw lihat dana yang dikucurkan untuk Pemkot Manado sangat kurang dari kebutuhan daerah ini…

    mengapa gw katakan itu..???

    karena Kemajuan Manado yang pesat itu adalah hasil karya Swasta…
    pusat pertokoan…mall…kawasan boulevard…itu semua adalah investasi Triliunan dari para investor…

    Pembangunan oleh pemkot manado sendiri…gw lihat jalanan di daerah berbagai kawasan sangat sulit tersentuh perbaikan oleh pemkot…karena minimnya dana untuk itu…
    contohnya jalanan di daerah wonasa…banjer…yang banyak lubang…bisa terbengkalai hingga berbulan-bulan sebelum diperbaiki…
    alasan klasik…dana belum ada untuk itu…

    coba saja bukan OD yang berada di Banggar pasti permintaan anggaran untuk restorasi jalan bisa direalisasi tanpa harus berpikir…’Apakah di daerah itu banyak pemilih saya…???’
    atau ‘Apakah kalau saya turunkan dana lantas mereka akan memilih saya, atau PDIP…???’

    Kenyataan…setiap kali kunjungan Olly Dondokambey ke Sulawesi Utara lebih sering sebagai ‘Orang Partai’ ketimbang sebagai Wakil Rakyat…

  2. Kita bikin pooling saja…

    “APAKAH JIKA OLLY DONDOKAMBEY TIDAK LAGI BERADA DI BANGGAR…ANGGARAN UNTUK SULAWESI UTARA AKAN BERTAMBAH ATAU BERKURANG…????”

    logikanya…

    Jika saya ditugaskan untuk bagi-bagi uang…lantas gw tulus memberi tanpa pamrih…

    saya akan memberi uang kepada siapa saja yang membutuhkan sebanyak kebutuhan mereka tanpa melihat siapa mereka…asalkan butuh uang…akan saya kasih…

    tetapi…

    ketika saya memberi uang dengan pamrih agar mereka memilih saya dalam suatu kompetisi…tentu saja…saya akan memilih dan membatasi uang hanya kepada orang yang menyukai saya atau orang yang akan memilih saya…dan jumlahnya akan saya batasi karena saya akan melihat apakah dengan uang itu penggemar saya bertambah atau tidak…

    jadi…

    kalau di Banggar itu orang Sulut yang bekerja tulus sebagai Legislator yang mewakili Rakyat Sulawesi Utara…atau dengan kata lain bukan Olly Dondokambey….

    gw yakin…bahwa Dana yang akan dikucurkan untuk Sulawesi Utara akan lebih banyak…dan tanpa ada embel-embel memilih partai…dan tidak akan pilih kasih daerah satu dengan daerah lain…
    Karena setelah seorang caleg terpilih menjadi legislator…logikanya dia bukan lagi wakil partai melainkan WAKIL RAKYAT…

  3. setidaknya dia so banyak berbuat untuk Sulut…. sedangkan SHS akui itu.
    Memang kalo mw kritik enak sekali tanpa mw melihat dirinya sendiri…
    anggap depe diri so butul…

    kalo soal lucky so jadi rahasia umum kalo dia itu pen**lat p OD

  4. @ arnold, ente so jadi jubir KPK kang ? Ato wakil TUHAN di dunia sto ? Ada bukti jo ente blg bagitu ttg OD ? Kalo nda berarti omong kosong kang hehehehe

  5. Kalo OD dikenal karena berbuat kong kiapa dang ? Coba cek2 itu anggota DPR-RI selama ini kalo ada yg sama dgn OD, orang sulut tre ada yang di pimpinan banggar ngoni month jelek2an, dasar jo biongo, malahan ngoni itu yg memberikan pendapat dilatarbelakangi berbagai kepentingan…

  6. Olly Dondokambey itu contoh bagus bagi seorang pejabat. Cara Olly berpakaian sederhana . Hele hadir di pertemuan , Olly cuma tampil sederhana . Kita lei kage , Olly maso gereja pakai sepatu tanpa kaos kaki . Itu contoh pola hidup sederhana . Beda dgn penampilan Bupati / Walikota yg mayoritas tampil sbg Raja-raja atau bangsawan ningrat

  7. Politicians are the same all over. They promise to build a bridge even where there is no river!!

  8. kyapa sakit hati sakit hati so ngana Einstein kalu OD mo ba calon gubernur.
    pa ngana pe hati dgn ngn pe OTAK cuma ada iri dan dengki terhadap kemenangan PDI-P selama ini.

  9. Pak Lucky…gw akan terima opinimu…jika kau berani membuat pernyataan tegas…
    BAHWA OLLY DONDOKAMBEY MELAKUKAN BANTUAN ANGGARAN TANPA PAMRIH DAN OLLY DONDOKAMBEY AKAN TETAP DI BANGGAR SAMPAI 10 TAHUN MENDATANG…

    artinya dia benar-benar menjadi anggota legislatif Sulut di DPR untuk menopang daerah Sulawesi Utara dengan anggaran yang dikucurkan…
    dan jika itu dianggap baik…teruskan perjuangan itu di DPR RI…

    tetapi….

    Apabila Olly Dondokambey mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulut…

    disaat itulah semua statemenmu itu kosong melompong…

    karena berarti tangan kanan Olly memberi untuk pamrih pada tangan kirinya…

    dan pak Pendeta tahu kan…seseorang yang menolong dengan niat terselubung atau dengan tujuan tertentu itu adalah pamrih…

    dan semua bantuan yang diberikan HARUS DIHITUNG…DIKONVERSIKAN menjadi nilai apa yang diharapkan dari bantuan itu…

    jadi Pendeta Harus menginstruksikan pada para jemaat agar MENCOBLOS OLLY DONDOKAMBEY DALAM PEMILIHAN GUBERNUR…karena OD banyak BERBUAT dalam gereja…

    pak Lucky juga pasti pernah dengar tentang ROBINHOOD…
    jadi OD itu ibarat robinhood jaman modern…

  10. Setuju , dgn menggunakan APBN sebagai alat kampanye, seakan-akan DANA PPIP milik pribadi, itu yg di lakukan setiap kali kampanye kepala daerah, makin ketahuan belang anda bapak lucky yg terhormat, setelah memainkan politik air keruh dgn stratment benny hin skarang kau mrnunjukan siapa kau sebenarnya, KAMU ADALAH FARHAT ABBASNYA KOTA MANADO…..

  11. OD berbanyak berbuat karena dana hasil rampok dari Banggar,,maknya jangna heran 2013-2014 nti,OD akan naik status dari saksi menjadi terdakwa permainan dana Banggar,,bila OD terbukti menerima dana banggar dan dana itu di mainkan dalam berbagai Pilkada di SULUT, makanya semua Bupati-Wakil Bupati yang di sponsori oleh OD/PDIP harus di anulir, karena menerima gratifikasi dana banggar oleh OD,,,
    Kita lihat saja nanti,,pasti KPK akan menaikan status OD, dari saksi menjadi Terdakwa,,,!!!

  12. Seharusnya Gereja Netral, karena itu jika di Jemaat yang berseragam sama dengan salah satu warna Partai politik dengan embel2 karena Pimpinan partainya suka memberi di Gereja itu seharusnya Pimpinan Gereja setempat memberikan pemahaman dan meluruskan sikap2 seperti itu… inilah peranan Bpk. Pdt. Lucky Rumopa untuk memberikan pemahan kepada jemaat, jangan lantas meng-iya-kan sikap tersebut hanya karena Pk. Lucky se-WARNA dengan pemimpin Partai…..

  13. tidak ada Politikus yang “Berbuat tanpa Pamrih”…. bukannya Pamrih yang diinginkan setiap Politikus yaitu Mengumpulkan Massa Serta Loyalitas kepada politikus tersebut? dan saya rasa dengan memakai Kaos dengan warna yang sesuai dengan Identitas Partai sudah cukup menunjukkan sikap Loyalitas karena “Perbuatan” sang Politikus yang katanya “Tanpa Pamrih”…..

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara