TAHUNA – Kejadian tragis yang menimpa kabupaten kepulauan Sangihe sejak Minggu –Senin (4-5 /12) lalu dilanda hujan deras dan angin kencang disertai gelombang laut dengan ketinggian mencapai kira-kira 2-4 meter dan bencana tanah longsor.
Dari kejadian tersebut ternyata sudah tujuh orang dinyatakan hilang, namun dua orang bernama Amstrong Mamelas (41) dan Permata Onthoni (35) warga kampung Kendahe I sudah diketemukan. Sementara lima orang lainnya bernama Dikson Bomboah (45) warga Bungalawang, Yusak Harikedua, Rome Mariahi, Wiston Manahulending dan Cino Harikedua yang kelimanya adalah warga Mahengetang sampai hari ini (6/12) belum ditemukan.
Bukan itu saja, dua perahu milik warga ikut tenggelam sedangkan dua perahu lainnya mengalami rusak berat akibat terjangan ombak. Hal tersebut dijelaskan Kasubid Kedaruratan Longistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sangihe Martinus Bimbanaung pada wartawan Selasa (6/12) tadi, mengatakan, peristiwa yang menimpa Dikson Bomboah disebabkan kapal miliknya terbawa ombak.
“Peristiwa yang menimpa Bomboah tersebut karena anak korban meneleponnya, karena kapal miliknya mulai terbawa arus. Karena takut terjadi sesuatu dengan anaknya yang berada di kapal, Bomboah pun langsung menuju lokasi untuk melihat kapal tersebut. Melihat anaknya sudah jauh dari pinggir laut, korban pun berusaha berenang untuk menyelematkan anaknya. Namun saat berenang ternyata korban sudah tidak kelihatan lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, empat korban warga Mahengeteng dinyatakan hilang kejadiannya hampir serupa. Dimana pada saat itu keempat nelayan tersebut sedang mengamankan pak jeko milik Yusak karena terbawa oleh angin kencang dan ombak besar. Saat itulah keempat nelayan tersebut langsung menaiki kapal tersebut. Dan saat mengamankan kapal tersebut tiba-tiba ombak langsung menghantam kapal tersebut sehingga keempat warga tersebut dinyatakan hilang.
“Kelima warga yang dinyatakan hilang tersebut sampai saat ini sudah dilakukan pencarian di pesisir pantai namun hingga sekarang belum ditemukan. Namun pihak kami sudah melakukan bantuan berupa bahan bakar untuk diberikan dalam rangka melakukan pencarian. Jadi para korban belum dipastikan keberadaannya. Namun diharapkan kelima korban tersebut masih hidup dan keadaan selamat,” tukas Bimbanaubg penuh harapan. (gun)
